Jumat, 02 Mei 2014

Renungan Minggu - 05 Januari 2014

RENUNGAN TAHUN BARU

Harus diakui bahwa tidak sama pengertian “yang baru” bagi semua orang, pasti berbeda. Bagi seseorang, pakaian yang baru diambil dari tukang jahit adalah sesuatu yang baru. Tetapi bagi orang lain, itu tidak baru karena modenya kolot, sudah lama. Mobil second hand yang baru dibeli si A, pasti dikatakan mobil baru, padahal di wilayah lain, mobil itu dianggap ketinggalan jaman. 
Dengan perbedaan itu ada dua pengertian tentang yang baru. Pertama, sesuatu dianggap baru, karena kita sendiri yang menganggapnya baru (subyektif). Hanya kita sendiri yang mengganggapnya baru, bagi orang lain itu bukan sesuatu yang baru. Pakaian yang kita beli dari toko second hand, umpamanya dari pasar burjer – buruk buruk Jerman di Pasarbaru, untuk orang lain itu pakaian bekas. Itu sebabnya Buku Pengkotbah mengatakan tidak ada yang baru di dunia. (Pengkotbah 3,15: Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu). Tidak ada yang baru di dunia, perasaan kita yang mengatakan sesuatu itu baru dibatalkan perasaan orang lain bahwa itu bukan baru. 

Kedua, sesuatu itu baru karena diakui semua orang bahwa memang hal itu baru (objektif). Banyak hal dalam ilmu pengetahuan tekhnologi diakui hal yang baru. Pada tahun enampuluhan orang belum mengenal operasi jantung, sekarang operasi jantung adalah hal yang biasa. Itu yang baru pada tahun tujupuluhan. Pada abad kesembilan belas, peristiwa terbang ke bulan adalah hal yang tidak mungkin, tetapi setelah astronout Neil Armstrong tiba di bulan, itu adalah hal yang baru. Pada tahun delapan puluhan yang dikenal orang adalah telepon rumah, namun sejak tahun sembilan puluhan orang mengenal mobile phone. Itu hal yang baru yang diakui dan dirasakan semua orang.

Setelah tahun 2013 berakhir, semua orang mengatakan bahwa tanggal 1 Januari 2014 adalah tahun yang baru, menurut perhitungan kalender. Sebenarnya, semua hari, semua jam, semua menit, dan semua detik adalah baru. Namun, karena kita sudah melewati tahun yang ke-2013, dan sekarang kita tiba di wilayah waktu yang ke 2014, maka tahun ini kita katakan tahun yang baru. 

Apa yang diharapkan Tuhan dari kita ketika kita mengakui bahwa tahun ini adalah tahun yang baru? Tuhan memanggil kita supaya kehidupan kita tetap baru, supaya kesetiaan dan ketaatan kita kepadaNya tetap baru, yaitu pembaharuan hidup yang boleh dirasakan semua orang, 1 Johannes 4, 20. Apabila kita mengaku bahwa kita hidup dalam Kristus, hendaknya perilaku kita sesuai dan berkenan kepada kehendak Kristus. Apabila kita mengaku bahwa kita sudah hidup dalam pertobatan, hendaknya buah pertobatan (pembaharuan) itu boleh dirasakan orang lain, meskipun kita dibenci orang karena pembaharuan itu. Sesuatu itu benar benar baru apabila semua orang mengakuinya baru. 

Di tahun yang baru ini, kita mengharap supaya terjadi yang baru dalam hidup kita. Sebagai anak Tuhan hidup kita harus senantiasa baru, sebagaimana dikatakan Paulus, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”, Roma 12,2.

Doa kita di tahun baru ini, Tuhan memberikan yang baru dalam kehidupan kita. Yang baru itu pasti datang apabila kita hidup dalam pembaharuan. Karena waktu (kesempatan) bersumber dari Tuhan, maka semua waktu adalah baru. Apabila kita mengharapkan yang baru di tahun ini, maka hendaknya kehidupan kita sebagai anak Tuhan, senantiasa baru. Paulus berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”, 2 Korint 5, 17. Tuhan selalu menolong kita supaya tetap baru, apabila kita mau diperbaharui. Karena Tuhan senantiasa menciptakan yang baru di dunia ini. Apabila kita mau diperbaharui Tuhan, apabila kita senantiasa setia kepadaNya, maka kita akan merasakan yang dikatakan nats kotbah Minggu ini, “Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka”, Yeremia 31, 13. 

Merasakan kasih Tuhan yang menghantar kita ke tahun yang baru ini, dan oleh pengharapan terciptanya yang baru dalam kehidupan kita di tahun ini, disampaikan “Selamat Tahun Baru”.

~ TP. Nababan ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...