Jumat, 27 Juli 2018

IKAT JANJI PERKAWINAN RIAND SAMOSIR, S.H - MARISA BERLIANA BR. PANGARIBUAN. S.Pd

M O D E L     E

ACARA KEBAKTIAN

PERJANJIAN PERKAWINAN/MENIKAH

Sabtu, 28 Juli 2018 Pukul 10.00 WIB











I.   Pra Ibadah

1.     Persiapan di ruang konsistori (Kedua Calon Pengantin, Orangtua dan Majelis gereja berdoa bersama)

2.     Calon Pengantin dan keluarga memasuki gedung gereja

II.   I b a d a h (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.     Bernyanyi KJ. No. 3: 1-2  Kami puji dengan riang  G= Do

1.    Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
    Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
    Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
    Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.
         
(Jemaat Berdiri)

2.   Kau memb’ri, Kau mengampuni,
    Kau limpahkan rahmatMu
    Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
    Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
    Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.



2.     Votum - Introitus - Doa
(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:      Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-Mu

J:     Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.

L:   Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Marilah kita berdoa): Tuhan Allah, Bapa kami yang bertakhta di sorga. Terima kasih Tuhan, karena Engkau membimbing Calon Pengantin hendak berjanji di hadapan-Mu. Mereka berdua akan berjanji untuk menerima pemberkatan perkawinan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami memohon agar Tuhan berdiam dalam hati mereka, sehingga janji yang hendak mereka ikrarkan diikat oleh kasih dan kehendak-Mu. Berkatilah mereka agar perkawinan mereka kelak membawa sukacita dan kebahagiaan bagi mereka berdua, keluarga, dan juga menjadi berkat bagi masyarakat serta jemaat-Mu. Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
(Jemaat Duduk)

3.     Koor/VG/Solo:


4.     Bernyanyi KJ. No. 457: 1+4  Ya Tuhan, tiap jam Do=Do

1.   Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukan-Mu.
    Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh.
    Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
    Ku datang, Jurus’lamat berkatilah.

(Calon Pengantin maju ke depan dan orangtua berdiri di tempat)

2.   Ya Tuhan tiap jam ajarkan maksud-Mu.
    B’ri janjiMu genap di dalam hidupku
    Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
    Ku datang, Jurus’lamat berkatilah

5.     Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan

6.     Klarifikasi dan Penegasan kepada:

6.1. Kedua Calon Pengantin

6.2.  Orangtua Calon Pengantin

7.     Penandatanganan Berita Acara Ikat Janji Perkawinan

7.1. Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.2. Orangtua Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.3. Saksi dari pihak Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.4. Majelis Gereja Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.5. Pelayan Ikat Janji Perkawinan

7.6. Pemberitahuan

8.     Koor/VG/Solo:

9.     Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 Ya Yesus ‘ku berjanji  F= Do

(Calon Pengantin menuju Altar)

1.   Ya Yesus, ‘ku berjanji setia pada-Mu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat    

10. Tukar Cincin

Calon Pengantin Laki-laki:       

Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku 

yang tidak akan berubah kepadamu.

Calon Pengantin Perempuan: 

Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku 

yang tidak akan berubah kepadamu.

(Calon Pengantin kembali ke tempat duduk)

11. Koor/VG/Solo:

12. Bernyanyi  PKJ. No. 285: 1 Bila badai hidup menerpamu Es= Do

1.   Bila hidup menerpamu
Dan cobaan pun datang mengganggu.
Hanya satu janji harapanmu;
Ya janji Tuhanmu, pegang teguh.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh
Pegang selalu janji Tuhan,
Jangan lepaskan walau siang atau malam
Enyahlah takut atau bimbang:
Tuhanlah pemilik hidupmu, hidupmu.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh
‘Kan melindungi tetap teguh, ‘
kan melindungi tetap teguh.

13. Khotbah:

Mazmur 23: 1

Saudara Riand dan saudara Marisa,


    Salah satu bahaya dalam perkawinan adalah mengharapkan terlalu banyak dari pasangan hidupnya. Beberapa orang kawin dengan harapan pasangan mereka memenuhi semua yang tidak mereka dapatkan selama masa anak-anak, remaja dan pemuda. 

  Itu awal yang tidak baik, menempatkan beban yang tidak realistis pada perkawinan. Pasangan Anda bukan gembala Anda. Tuhanlah Gembala Anda, dan janji-Nya Anda tidak akan kerkurangan apa-apa. Ketika Yesus berda di bumi, Ia menyebut diri-Nya sebagai Gembala. Ia disebut "Gembala yang baik"(Yoh. 10:11,14), "Gembala Agung" (1 Pet.5:4) dan "Gembala Agung segala domba" (Ibr 13:20).

    Pada saat ini Anda berdua mendengarnya, Tuhanlah gembalamu, mengarahkan hidup dan dan seluruh keluarga kepada kehidupan seperti yang Tuhan inginkan. 

     Amin.

14. Bernyanyi KJ. No. 393: 1-3 Tuhan, betapa banyaknya  G= Do
(Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.        Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi
Ref.:   T’rima kasih ya Tuhanku,
Atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

2.        Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
      Berkat terindah ialah:’ku jadi anak-Mu
      Ref.:       T’rima kasih ya Tuhanku,
             Atas keselamatanku!
             Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

..... Musik .....

3.        Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya
      Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya
      Ref.:   T’rima kasih ya Tuhanku,
             Atas keselamatanku!
             Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.
             (Jemaat Berdiri)

15. Doa Persembahan – Berkat

16. (Menyanyikan): Amin, amin, amin.

IIIKata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Pengantin


IV. Bersalaman 

(Calon Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat)

RENUNGAN MINGGU IX SETELAH TRINITATIS, 29 JULI 2018

Konsekuensi

Dari Sebuah Keputusan Iman

Matius 16:24-28




Segala keputusan  mempunyai konsekuensi yang harus dicermati, untuk itu sebelum kita mengambil keputusan, ada baiknya kita terlebih dahulu memahami apa yang akan kita lakukan. Pemahaman itu akan melahirkan motivasi demi suatu tujuan yang pasti. Keputusan yang akan dilakukan dengan tanggung jawab moral, kesungguhan serta kesetiaan. Dalam artian saat kita mengambil sebuah keputusan, saat itulah diri kita digiring kepada perilaku yang berkenaan dengan keputusan kita. Tentu saja kita akan mempersiapkan diri dalam dua hal yang mungkin ada akibat keputusan kita, boleh saja berakhir dengan suka cita, tetapi boleh juga dengan kekecewaan. Keputusan untuk mengikuti seseorang, tentu mempunyai latar atau motivasi tersendiri, boleh jadi karena ketertarikan kita akan figur yang akan kita ikuti, karakter, sifat serta perjuangan hidupnya. Dan biasanya juga orang yang kita ikuti akan memberikan kita motivasi, arahan, bimbingan serta boleh jadi akan mengutarakan resiko yang akan di hadapi. 

Mengikuti seseorang boleh jadi karena faktor kedekatan emosional, mungkin karena merasa ada memiliki kesamaan. Berbeda dengan kepengikutan kita akan Tuhan Yesus, yang didorong oleh iman percaya kita, dalam pengenalan iman kita dengan apa yang telah Yesus perbuat dalam kehidupan kita. Mengikut Yesus bukanlah didasari oleh perasaan semata, bukan karena terpaksa atau juga bukan karena ada keinginan kita tentang sesuatu, bukanlah supaya kita tenang untuk tidak melakukan sesuatu, bukan didasarkan kepada keadaan (sifat konformismus) tetapi mengikut Yesus adalah pengorbanan, mengikut Yesus adalah salib (penderitaan yang menuju kemenangan dan keselamatan hidup) membiarkan Yesus bekerja dan mengarahkan hidup kita sesuai dengan kehendakNya, bukan mengarahkan Yesus sesuai dengan kehendak kita sebab kita akan mengalahkan keinginan-keinginan daging, harus mampu berhadapan dengan segala resiko akibat penolakkan dunia ini. Mengikut Yesus bukanlah hanya sekedar basa-basi atau supaya kita hidup tenang, tetapi adalah supaya kita memiliki kehidupan yang sesungguhnya hari ini dan hari yang akan datang. 

Tuhan tidak pernah janjikan yang muluk-muluk, atau menjadi kristen enak, akan tetapi  mengikut  Yesus harus mampu menghadapi segala tantangan, kesulitan, penolakkan bahkan kebencian dari dunia ini, sebab dengan itu kita dapat merasakan bagaimana Tuhan campur tangan dalam kehidupan kita, sebab Tuhan akan menyertai, memberikan kita kekuatan, ketabahan serta hikmat memahami jalan-jalan Tuhan. Tetapi perlu juga kita ingat bahwa mengikut Yesus bukanlah untuk mencari penderitaan, tetapi semua itu adalah akibat dari sebuah kesetiaan kita akan Yesus. (HS)

IKAT JANJI PERKAWINAN ERWIN JOHN ANDES H LUMBANGAOL-HANDAYANA BR. GULTOM

M O D E L    G

ACARA KEBAKTIAN

PERJANJIAN PERKAWINAN/MENIKAH

Jumat, 27 Juli 2018 Pukul 12.00 WIB





I.   Pra Ibadah

1.     Persiapan di ruang konsistori (Kedua Calon Pengantin, Orangtua dan Majelis gerejaberdoa bersama)

2.     Calon Pengantin dan keluarga memasuki gedung gereja

II.   I b a d a h

1.     Bernyanyi  KJ. No. 10: 1-2 Pujilah Tuhan, Sang Raja G= Do

1.     Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Mahamulia!
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia!
Datang berkaum, brilah musikmu bergaung, Angkatlah puji-pujian !
                  
(Jemaat Berdiri)

2.     Pujilah Tuhan; segala kuasa pada-Nya!
Sayap kasih-Nya yang aman mendukung
Anak-Nya!
Tiada ter’pri yang kepadamu dib’ri; 
Tidakkah itu kaurasa?


2.     Votum - Introitus - Doa
(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:      Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu,

J:    Sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian,

L:      Yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah Bapa kami yang bertakhta di sorga, Terima kasih Tuhan, karena Tuhan membimbing Calon Pengantin untuk berjanji di hadapan Tuhan saat ini. Mereka berdua akan berjanji untuk menerima pemberkatan perkawinan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami mohon agar Tuhan berdiam dalam hati mereka, sehingga janji yang hendak mereka ikrarkan diikat oleh kasih-Mu dan kehendak-Mu. Berkati mereka agar perkawinan mereka kelak membawa sukacita dan kebahagiaan bagi mereka berdua, bagi keluarga mereka, dan juga menjadi berkat bagi jemaatMu dan masyarakat luas. Di dalam Nama Jesus Kristus kami berdoa. Amin.
(Jemaat Duduk)

3.     Koor/VG/Solo:
  
4.     Bernyanyi KJ. No. 376 : 1-2 Ikut Dikau saja, Tuhan
D= Do

1.     Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi  pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

(Calon Pengantin maju ke depan dan orangtua berdiri di tempat)

2.     Ikut Dikau di sengsara, kar’na janjiMu teguh:
Atas kuasa kegelapan ‘ku menang bersama-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi  pada-Mu:
Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

5.     Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan

6.     Klarifikasi dan Penegasan kepada:

6.1. Kedua Calon Pengantin

6.2.  Orangtua Calon Pengantin

7.     Penandatanganan Berita Acara Ikat Janji Perkawinan

7.1. Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.2. Orangtua Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.3. Saksi dari pihak Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.4. Majelis Gereja Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.5. Pelayan Ikat Janji Perkawinan

7.6. Pemberitahuan

8.     Koor/VG/Solo:

9.     Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 Ya Yesus ‘ku berjanji  F= Do
(Calon Pengantin menuju Altar)

1.   Ya Yesus, ‘ku berjanji setia pada-Mu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat    

10. Tukar Cincin

Calon Pengantin Laki-laki:       Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.

Calon Pengantin Perempuan: Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.

(Calon Pengantin kembali ke tempat duduk)

11. Koor/VG/Solo:


12. Bernyanyi PKJ. No. 165: 1  Janji yang manis    
(BE. 766 Padan na Uli) As= Do

1.        Janji yang manis: Kau tak Kulupakan,
Tak terombang-ambing lagi jiwaku.
Walau lembah hidupku penuh awan,
Nanti ‘kan cerahlah langit di atasku.
Reff:      Kau tidak ‘kan Aku lupakan,
       Aku memimpinmu, Aku membimbingmu.
       Kau tidak ‘kan Aku lupakan,
       Aku Penolongmu, yakinlah teguh

13. Khotbah:

14. Bernyanyi KJ. No. 392: 1-3 Ku berbahagia  D=  Do
(Persembahan I (Gereja) dan II (Sosial))

1.   “Ku berbahagia, yakin teguh:
    Yesus abadi kepunyaanku!
    Aku warisNya, ‘ku ditebus,
    Ciptaan baru Rohulkudus.
Ref.:        Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.

2.   Pasrah sempurna, nikmat penuh;
    Suka sorgawi melimpahiku.
    Lagu malaikat amat merdu;  
    Kasih dan rahmat besertaku.
    Ref.:        Aku bernyanyi bahagia
          Memuji Yesus selamanya.
          Aku bernyanyi bahagia
          Memuji Yesus selamanya.
..... Musik .....

3.   Aku serahkan diri penuh,
    Dalam Tuhanku hatiku teduh.
    Sambil menyongsong kembaliNya,
    ‘ku diliputi anugerah.
    Ref.:        Aku bernyanyi bahagia
          Memuji Yesus selamanya.
          Aku bernyanyi bahagia
          Memuji Yesus selamanya.

15. Doa Persembahan – Berkat

16. (Menyanyikan): Amin, amin, amin.

IIIKata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Pengantin


IV. Bersalaman (Calon Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat)

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...