Jumat, 28 Agustus 2020

RENUNGAN MINGGU XII SETELAH TRINITATIS 30 AGUSTUS 2020


MENANG 

ATAS 

KUASA KEGELAPAN

(Ulangan 18: 9-14)




Suatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. Ia lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi-topi jualannya. 

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dibuat main-mainan oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garukkan kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama. Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Akibat meniru-niru, si monyet kehilangan apa yang pernah ia dapat. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Orang Israel senang belajar. Kali ini mereka belajar melakukan tindakan kekejian yang dilakukan oleh bangsa-bangsa lain di tanah Kanaan yang TUHAN larang "Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu. (ay.9). Bukannya mempertahankan ibadah yang benar di hadapan TUHAN, mereka justru ikut-ikutan melakukan hal-hal keji meniru bangsa sekeliling. Untuk mencegah kecenderungan seperti itu, TUHAN membangkitkan seorang nabi di antara mereka, sama seperti Musa. (ay.15).

Dari siapa dan kepada siapa kita belajar dan meniru saat ini? Adakah tindakan hidup Anda adalah usaha penyesuaian atau kompromi dengan lingkungan sekitar, bukan berdasarkan firman TUHAN?

Kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Pet. 2:9). Untuk menang atas kuasa gelap mari meniru Tuhan Yesus! Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

 

PENELAAHAN ALKITAB (PA) REMAJA JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 PUKUL 19.30 WIB

 PENELAAHAN ALKITAB (PA) REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

Jumat, 28 Agustus 2020









1. Seruan Beribadah:

 

P:   Saudara-saudara, dalam Injil Yohanes  15:9 mengatakan: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” Saudara-saudara, kita harus tinggal di dalam kasih Tuhan, karena hanya dengan demikianlah kehidupan jemaat remaja gereja, berbuah bagi Tuhan Yesus Raja Gereja-Nya.

 

J:    Kiranya Tuhan menguatkan aku untuk tinggal dan berbuah lebat di dalam Yesus Kristus. Marilah kita bersama bernyanyi BN. HKBP No. 24:1-2 Lawatlah Tuhan

 

1.           Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu. Kami mau memuji Tuhan,

         Kar’na kasih dan rahmat-Mu. Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu.

 

2.           Kasihanilah, kami yang sesat, Kaulah Yesus pertolongan,

         Yang memb’ri keselamatan. Kasihanilah, kami yang sesat.

 

2. Doa Pembuka:


3. Galatia 5:18-23

 

MEMBERI DIRI DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

 

Tujuan: 

1. Remaja menyadari bahwa mereka tidak bisa menjalani hidup “semau gue”/semau sendiri.

2. Remaja memahami bahwa mereka disertai oleh Roh Kudus untuk dapat menghasilkan buah Roh.

Alangkah indahnya bila orang-orang Kristen, di manapun ia berada menjadi public figure. Di tengah masyarakat dipercaya sebagai ketua, sekretaris atau bendahara sebuah perkumpulan atau dikenal dengan kebaikan dan kebijakannya. Apakah artinya bila orang Kristen dipercaya menjadi semua itu? Artinya adalah kehadiran yang menjadi berkat bagi orang lain.

Janganlah remaja Kristen menjadi biang kerok dalam permusuhan, penjudi, senang mencontek, sekolah tidak beres, prestasi yang dibanggakan bukan kebaikan tetapi kejahatan… Melalui Pemahaman Alkitab Daring ini, remaja diajak untuk menjalani hidup mereka bukan seenak sendiri alias “semau gue” tetapi harus selaras dengan pimpinan Roh Kudus, sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Roh Kudus dikaruniakan Allah dan tinggal di antara kita sebenarnya adalah kuasa atau kekuatan yang aktif atau tidak tingal diam. Ia selalu memimpin dengan kuasa dan kekuatan-Nya agar kita mau hidup dalam kehendak Tuhan dan dapat menghasilkan buah Roh, seperti yang dikehendaki-Nya. Dalam Galatia 5:18-23, rasul Paulus menyatakan kepada orang-orang Galatia (juga bagi kita semua): jika kita memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, maka yang namanya kecurangan, fitnah, kekerasan, segala macam kejahatan terhadap sesama tidak akan terjadi dalam kehidupan kita. Maka bila kita masih hidup dalam kalakuan yang jahat, maka ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah tempat dan suasana di mana orang-orang yang hidup di dalamnya berada dalam damai sejahtera Allah yaitu orang-orang yang disucikan oleh kuasa darah-Nya dan menerima kuasa RohNya. Bagaimana tandanya orang yang dipimpin oleh Roh Kudus itu? Rasul Paulus mengatakan: menghasilkan buah roh. Berbuah berarti menghasilkan segala sesuatu yang bisa dipetik dan dinikmati oleh orang lain, yaitu:

1.   Kasih (agape) yang bermakna memperhatikan dan mencari yang terbaik bagi orang lain. Semua itu dilakukan dengan tanpa pamrih. Bila seseorang mengatakan mengasihi tetapi dengan pamrih tertentu, kasih itu bukan kasih agape, bukan buah dari Roh Kudus.

2.   Sukacita (Chara) adalah perasaan senang karena didasari oleh kasih karunia, berkat dan penyertaan Allah.

3.   Damai sejahtera (Eirene) adalah ketenangan hati dan pikiran karena didasari sebuah keyakinan bahwa Allah selalu merencanakan yang terbaik bagi dirinya.

4.   Kesabaran (Makrothumina) adalah kesediaan diri untuk menahan amarah dan menahan diri dari nafsu-nafsu yang membuat seseorang kehilangan kendali diri.

5.   Kemurahan (Chestotes) adalah kesediaan diri untuk tidak menyakiti orang lain, menyebabkan orang lain menderita.

6.   Kebaikan (Agathosune) adalah kehendak hati untuk mengupayakan kebenaran, keadilan dan kejujuran, serta membenci kejahatan.

7.   Kesetiaan (pistis) adalah kesediaan diri memegang teguh atau berkomiten teguh pada diri sendiri, Tuhan dan sesama. Misalnya: kesetiaan belajar, bekerja, dan sebagainya.

8.   Kelemahlembutan (prautes) adalah sikap ramah, sopan, tetapi juga bersikap tegas pada saat diperlukan.

9.   Penguasaan diri (egkrateia) adalah pengendalian segala bentuk keinginan dan nafsu yang tidak sesuai kehendak Allah.

 

6.    Diskusi:

 

6.1. Menurut pengetahuanmu, apakah remaja Kristen sudah menjadi teladan/berkat di tengah-tengah masyarakat? Jika belum mengapa? Jika sudah bagaimana?

6.2  Bagaimana cara kita untuk dipenuhi Roh Kudus

 

7.    Doa Syafaat:

 

8. Bernyanyi BN. HKBP No. 213: 1-2 Yesus Menghiburku  (Persembahan)

 

1.  Yesus menghiburku, hatiku senang, kendati derita penuh.

Tetap aku yakin kepada Tuhan, dihibur-Nya terus jiwaku.

Bahagia, jiwaku, dihibur-Nya terus jiwaku.

 

2.  Walaupun si iblis mengganggu terus, dan ingin menghancurkanku.

          Jiwaku selamat oleh Penebus, dan dosaku telah ditebus.

          Bahagia, jiwaku, dihibur-Nya terus jiwaku.

 

9. Doa Bapa kami dan berkat

 

10. Menyanyikan: Amin, amin, amin.

Selasa, 25 Agustus 2020

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA DI RUMAH MASING-MASING ANGGOTA JEMAAT RABU DAN KAMIS, 26 DAN 27 AGUSTUS 2020

 

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA

DI RUMAH MASING-MASING ANGGOTA JEMAAT

NEW NORMAL COVID-19

HKBP PONDOK GEDE

RESORT PONDOK GEDE

Rabu dan Kamis, 26 dan 27 Agustus 2020

Pukul 20.00 WIB

Ep. Ulangan 18: 9-14

Ev. Kisah Para Rasul 19: 13-20


(P: Pemimpin Kebaktian; R: Anggota Keluarga)






 

 

1.        Marende BE HKBP No. 1: 1-2 Ringgas ma ho Tondingku (BL 223) As=Do 3/4

 

1.     Ringgas ma ho tondingku mamuji Debatanta i.

Ai diparmudumudu ho unang halupahon i.

Disesa do dosamu, didaoni sahitmi.

Diudut do hosamu, diburi tondimi.

Huhut diapulapul roham na marsak i.

Asa tung lam humibul mingot uhum-Na i.

 

2.     Na tolhas do tu hita uhum-Na na sumurung i.

Dibaen holong roha-Na di angka na porsea i.

Ai ndada dilaluhon tu hita rimas i.

Sai lam dipatuduhon denggan basa-Na i.

Ai songon hasundutan dao sian purba i,

Holang dibaen Ibana sude dosanta i.

 

 

2.        Agenda (A.XV/A.2-D.XIII/39)

 

P:     Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.

 

Demikian Firman Tuhan Allah: " ... orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!" Haleluya!  

 

Marilah kita berdoa:

 

Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, yang adalah Awal dan Akhir. Tuhan telah menjanjikan di dalam Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus: Bahwa Engkau berkenan mengampuni dosa dan memberi pembenaran kepada kami serta hidup yang kekal. Kasihanilah kami, dan genapilah janji-Mu kepada kami. Bangunkan dan pimpinlah kami dengan Roh-Mu supaya kami mencari pertolongan kepada-Mu pada waktu kesesakan. Kuatkanlah kami supaya tetap percaya kepada Firman dan janji-Mu agar memperoleh hidup yang kekal di dalam nama-Mu, Yesus Kristus Tuhan kami.

 

R:     Amin.

 

3.        Marilah kita mendengarkan Firman Allah untuk Minggu ini, sebagai bacaan pada Kebaktian Keluarga ini yang tertulis pada Kitab Ulangan 18: 9-14

 

P:     "Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu.

R:     Di antaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api,

 

P:     Ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera,

 

R:     Ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.

 

P:     Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN,

 

R:     dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

 

P:     Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.

 

R:     Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung,

 

P:     Tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian. Demikianlah pembacaan Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.

 

P+R:  Amin.

 

 

 

4.        Marende BE HKBP No. 115: 1+3 Tuhan Debata (BL 59) As=Do 3/4

 

1.     Tuhan Debata sai ramoti ma

       Daging dohot tondinami, i do pangidoannami;

       Sai pahipas be hami on sude.

 

3.     Sai parbadiai, sai tongtong rajai.

       Ale Tondi Porbadia, rohanami asa ria,

       Mangoloi hataM, hombar tu rohaM.

 

5.        Khotbah Kisah Para Rasul 19: 13-20

 

P:     Firman Tuhan Khotbah pada Kebaktian Keluarga ini dari Kitab Kisah Para Rasul 19: 13-20, mengatakan:

        

         Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."

 

         Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

 

         Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"

 

         Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

 

         Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.

 

         Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.

 

         Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

 

         Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

 

         Demikian Firman Tuhan!

 

         Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

        

         Salah satu Buku Nyayian HKBP No. 453:1 (BL 304) “NAMA YESUS YANG TERINDAH”

 

       Nama Yesus yang terindah, di atas segalanya.

       Nama Tuhan Yesus Kristus, yang terindah di dunia.

       Reff.:      Indahlah, nama-Nya, Jurus’lamat dunia.

                      Indahlah, nama-Nya, ‘ku nyanyikan s’lamanya.

 

         Nama Yesus Indah, Memberikan Kekuatan juga memberikan hasil!

      
Dalam setiap kebudayaan terdapat kepercayaan kepada kekuatan magis, karenanya orang-orang tertentu melakukan cara apapun untuk mendapatkan ilmu magis. Suatu tindakan yang menggunakan "kekuatan" roh dan benda yang dianggap mempunyai kekuatan untuk membantu manusia. Salah satu bentuknya adalah praktik penyembuhan atau pengusiran roh jahat dengan mengucapkan nama tertentu. Ini disebut sebagai mantra.

 

       Bagi kita anggota jemaat gereja Tuhan Yesus di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang mengikuti praktek ini melanggar Titah Tuhan yang ke dua.

      

       TITAH KEDUA:

       Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun, yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air untuk disembah atau bertaqwa kepadanya.

       Maksudnya adalah:

       Kita harus lebih takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan bersembah sujud kepada allah lain atau meminta kehidupan dari padanya, dan jangan memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin kepada benda-benda bermana (sakti).

 

       Tujuh orang anak Skewa menjadi tukang jampi. Mereka menggunakan nama Yesus untuk mengusir roh jahat (13). Nama Yesus yang diberitakan oleh Rasul Paulus menjadi masyhur kuasanya. Sebab nama Yesus mengandung kuasa. Itulah yang menyebabkan anak-anak Skewa memilih mencatut nama Yesus dalam praktik mengusir roh jahat (Eksorsisme (dari Bahasa Latin akhir exorcismus, yang berasal dari Bahasa Yunani exorkizein - mendesak) adalah sebuah praktik untuk mengusir setan atau makhluk halus (roh) jahat lainnya dari seseorang atau suatu tempat yang dipercaya sedang kerasukan setan. Praktik ini sudah cukup tua dan menjadi bagian dari sistem kepercayaan (agama) di berbagai negara. Orang yang melakukan eksorsisme, dikenal dengan sebutan eksorsis, seringkali adalah seorang rohaniwan atau seseorang yang dipercaya memiliki kekuatan atau kemampuan khusus. Eksorsis bisa menggunakan doa-doa dan hal-hal religius lainnya, seperti mantra, gerak-gerik, simbol, gambar/patung orang suci, jimat, dan yang lainnya).

 

       Skewa sang eksorsis memohon bantuan Tuhan Yesus, tetapi tidak mau hidup dalam kebenaran Allah. Akibatnya roh jahat itu tidak tunduk kepada nama Yesus yang dikatakan oleh para dukun Yahudi itu. Roh jahat juga mengetahui tentang Yesus dan Paulus, namun roh itu tidak mengenal otoritas anak-anak Skewa (ay.15). Akibatnya orang yang dirasuki roh jahat balas menyerang orang-orang tersebut. Mereka menerjang sehingga orang-orang itu lari ketakutan.

 

       Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

 

       Melalui khotbah ini kita tahu bahwa ada perbedaan antara tahu dengan percaya. Perasaan tahu hanya melihat atau mendengar, belum sampai pada pemahaman yang sebenarnya. Sedangkan percaya adalah sikap mengandalkan sesuatu yang dipercayai. Orang yang percaya kepada Yesus akan hidup menurut kehendak-Tuhan Yesus.

        

         Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

 

       Kegagalan anak-anak Skewa mengusir roh jahat justru membuat nama Yesus semakin terkenal. Melalui kejadian itu orang-orang menjadi tahu bahwa nama Yesus bukan nama “kaleng-kaleng” yang sembarangan. Sebab, dalam nama Yesus ada kemenangan dan kuasa bagi setiap orang yang mau hidup mengikuti kehendak-Nya.

 

       Ayat berikut dari Buku Nyayian HKBP No. 453: 2-4 (BL. 304) “NAMA YESUS YANG TERINDAH”

 

       Jiwaku disembuhkan-Nya, bahagia hatiku.

       Nama itulah senjata, menghadapi seteru.

       Reff.:      Indahlah, nama-Nya, Jurus’lamat dunia.

                      Indahlah, nama-Nya, ‘ku nyanyikan s’lamanya.

 

Nama Yesus Jurus’lamat, aku dibebaskan-Nya.

Segala belenggu setan, pasti diremukkan-Nya.

       Reff.:      Indahlah, nama-Nya, Jurus’lamat dunia.

              Indahlah, nama-Nya, ‘ku nyanyikan s’lamanya.

 

Nyanyikanlah nama Yesus, saksikan dengan tekun.

Sampai tiba akhir zaman, kita nanti di Surga.

       Reff.:      Indahlah, nama-Nya, Jurus’lamat dunia.

              Indahlah, nama-Nya, ‘ku nyanyikan s’lamanya.

 

       Jangan biarkan identitas Kristiani (kepengikutan kita kepada Yesus Kristus) yang kita miliki hanya menjadi aksesori kehidupan. Identitas Kristiani harus menjadi bagian kehidupan yang membawa kita dekat dengan Kristus. Amin.

 


Marilah kita berdoa:

       Ya Tuhan, mampukan kami setia dan percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadikan nama Yesus sebagai sumber kesembuhan, kekuatan dan pengharapan kami. Amin.

 

6.        Marende BE HKBP No. 693: 1 Jesus do Tuhan Des=Do 6/8

 

1.     Jesus do Tuhanhu Sihophop au on,

       Ibana do haposanhi.

       Tangan-Na na gogo manogu au on,

       Patogu au di langkangki.

       Tuhanhu tongtong sumarihon au on,

       Martua sonang tondingkon.

       Holong ni roha-Na pahisar au on,

       Mardame tongtong rohangkon,

       Mardame tongtong rohangkon.

 

7.        Tangiang sian Sada Halak Anakhon

 

8.        Marende BE HKBP No. 769: 1  Tu Debata do Panghirimon  C=Do 4/4 (Pelean 1-2)

 

1.        Tu Debata do panghirimonhi,

Di tano, laut, nang awangawang i.

Ibana do haposanhi,

Tongtong do diramoti langkangki.

Torop pe mara manahopi au,

Debatangki do sumarihon au.

Pos rohangki, sonang do au,

Ibana do mandongani au.

 

9.        Tangiang sian Natoras

 

10.    Marende BE HKBP No. 766: 1-2  Padan na Uli G=Do 4/4 (Pelean 3)

 

1.     Padan na uli: Ho ndang Hulupahon;

       Ndang pola mabiar au di ngolungki.

       Nang pe holom do dalan siboluson,

       Ro do hatiuron sian langit i.

       Reff.:      Ho tung so Huhalupahon,

                      Au do manogihon, Au do mangondihon.

                      Ho tung so Huhalupahon,

                      Au do margogoihon, pos ma rohami.

 

2.     Padan na uli: Ho ndang Hulupahon;

       I do huhaposi, las ma rohangki.

       Tondong nang dongan ndang tarpangasahon,

       Holan Tuhan Jesus haporusanhi.

       Reff.:      Ho tung so Huhalupahon,

                      Au do manogihon, Au do mangondihon.

                      Ho tung so Huhalupahon,

                      Au do margogoihon, pos ma rohami.

 

11.    Doa Persembahan – Bapa Kami – Berkat

 

P:     Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umat-Mu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepada-Mu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

 

Marilah kita bersama-sama mengucapkan Doa Bapa kami:

 

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

12.    Berkat

 

(Jika Majelis Tahbisan yang memimpin Ibadah baiklah ia memberi berkat ini. Jika tidak, langsung menyanyikan: Amin, amin, amin!)

 

P:     Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus kiranya menyertai kita sekalian. Amin.

 

 

13.    Menyanyikan: Amin, amin, amin!

 

 

 

 

Persembahan boleh dikirimkan ke:

 

1. Rekening Britama Cab. Pd Gede No. (002) 038501000630566

2. Tabungan BNI No. (009) 1919667770

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...