Selasa, 27 Mei 2014

RENUNGAN MINGGU ROGATE 25 MEI 2014 Matius 25:31-46

MINGGU ROGATE 25 MEI 2014

RENUNGAN MINGGU ROGATE

Nama minggu ini “Rogate”, mengingatkan kita supaya tekun berdoa. Tekun berdoa adalah bukti seseorang percaya kepada Tuhan. Dr. J. Sihombing, Ephorus HKBP Emeritus tahun 1941 – 1962, pernah berkata, “Sian partangiangonna do tandaon sada halak Kristen na sintong” (Ketekunan berdoa adalah bukti seseorang percaya kepada Tuhan). Sehubungan dengan itu yang disampaikan minggu Rogate, bahwa ketekunan berdoa adalah bukti kepercayaan kita kepada Yesus. Kita sering memberi arti yang sempit kepada doa. Kita mengira doa adalah memejamkan mata dan mengucapkan kata. Memang begitulah berdoa, tutup mata dan lipat tangan. Tetapi pengertian doa tidak sesempit itu.
Berdoa adalah upaya menjumpai Allah. Allah dapat dijumpai bukan hanya dengan berlutut di hadapan hadiratNya. Menurut Tuhan Yesus, dalam perumpamaan di Matius 25: 31-46, Allah dapat dijumpai dalam “salah seorang dari saudaraKu yang paling hina”. Maksudnya doa adalah membuka hubungan serta melibatkan diri dengan Allah dan dengan orang lain. Doa adalah pergumulan meninggalkan dunia kita untuk menembus dunia Allah dan dunia orang lain. Karena itu, berdoa bukan hanya memejamkan mata, melainkan juga membuka mata dan melihat kenyataan masalah di sekitar kita. Berdoa bukan hanya melipat tangan, melainkan juga turun tangan dan melakukan tindakan nyata. Alkitab memberi pengertian luas tentang doa dan ibadah. Doa dan ibadah bukan hanya berarti duduk dan menunduk. Di Yakobus 1, 17 tertulis: “Ibadah yang murni dan yang tidak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka…”. Artinya berdoa adalah upya mengasihi sesama.  Orang yang tekun berdoa (halak Sipartangiang), ialah orang yang peduli terhadap sesama. 
Berdoa adalah mengenal Allah. Menurut Yeremia, mengenal Allah adalah mempraktekkan keadilan dan kebenaran. Tentang Raja Yosia ada catatan sebagai berikut: “Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran serta mengadili perkara orang sengsara dan miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku”, Yer. 22,15-16. Begitu eratnya hubungan doa dengan perbuatan, sehingga orang Kristen di abad Pertengahan mempunyai motto Laborare est Orare artinya bekerja adalah berdoa, atau Laborare sit Orare artinya bekerja dapat berarti berdoa. Semboyan berbahasa Latin “Ora et Labora” sudah dikenal banyak orang Kristen. Orang hanya tahu bahwa ucapan itu berarti: Berdoa dan bekerja. Orang mengartikannya: selain berdoa perlu bekerja, selain bekerja perlu berdoa. Tetapi, artinya bukan cuma itu. Labora bukan cuman berarti bekerja, melainkan labora  berarti bekerja keras. Dari situ timbul kata bahasa Inggris “Laborious”, yang berarti rajin atau menyediakan banyak waktu. Dalam Alkitab, bekerja keras diperlihatkan sebagai kebalikan dari kemalasan. Kemalasan bukan sekedar sifat jelek, melainkan dianggap sebagai kejahatan dan dosa yang dari padanya manusia harus bertobat. Yang disebut sebagai kebajikan adalah kebalikannya, yaitu kerja keras. Berdoa sambil bekerja keras mewujudkan apa yang kita minta dalam doa.
Berdoa adalah berperilaku yang baik dan berpengharapan. Menurut Petrus dalam nats kotbah minggu ini, 1 Petrus 3, 13-22,  yang tekun dalam doa adalah seseorang yang rajin berbuat yang baik. Seseorang yang tekun berdoa, senantiasa melakukan kehendak Tuhan. Ketika dia menghadapi penderitaan, dia tidak putus asa, namun berpengharapan dan sabar dalam penderitaan. Dengan ketekunan berdoa, Tuhan memberikan kesabaran dan pengharapan dalam penderitaan itu. ROGATE - Berdoalah.

Selamat Hari Minggu.

Lepas Sidi 42 orang Angkatan 2013-2014 Dan Perjamuan Kudus

NO
NAMA - MARGA
1
APRILIA DEVHITARIDA NAIBAHO
2
BEATRIX OLGA NATHANIA HUTAJULU
3
BIMA SORI MUNGGU SIMBOLON
4
BOY IVAN PRATAMA MANULLANG
5
CHESARINI AUSTIN AGITA TAMPUBOLON
6
CHRISTOPER NAPITUPULU
7
CLAUDYA STEVANY MARPAUNG
8
CORRY DEBORA MARPAUNG
9
DANIEL GORAN MALLASAK NAIBAHO
10
DANIEL PARDAMEAN SILITONGA
11
DAVID NOVUM HUTAJULU
12
DEAVY YOHANA ROITO LARASATY GULTOM
13
DESY DEVIA MANULLANG
14
ELSA MAGDALENA LUMBANGAOL
15
ELVIRA SONDANG SIANTURI
16
ERIC KRISTOVER TAMBA
17
GHEBI DWINA SIHOTANG
18
GRACE LAVENIA BENEVITA HUTAGAOL
19
GRANTHEART LUCKY MANALU
20
JAYANTI MINAROSA PARDEDE
21
JOSHUA FERNANDO HAMONANGAN LUMBANRAJA
22
JOSHUA PARTO BISRA PURBA
23
MAGDALENA CLAUDIA MANURUNG
24
MARISI ROMAULI HOTMARIA BARASA
25
MARSCAL ALFREDO PANJAITAN
26
MELINDA PUSPA DEWI SINAMBELA
27
MISSY YUNITA MARLINA SIREGAR
28
MORLANDO WILLA SAMUEL ANDJU MARPAUNG
29
NANCY GLORIA MIRANDA HUTAGAOL
30
NICOLAS BUDI ASIH GURNING
31
PAMELA TAMARO MARPAUNG
32
PATRICK ARMANDO JONATHAN PANGIHUTAN TAMBUNAN
33
RAHEL BERLINA TAMPUBOLON
34
RAHEL YOLANDA PANJAITAN
35
RAJES FAJAR SIHALOHO
36
RISNA YULIA MANALU
37
ROLAS MARTHIN ALEXANDER SUTOYO SIREGAR
38
SAHAT BILLY RINALDI MAULIATE GURNING
39
SAMUEL FERNANDO HAMONANGAN SIMANGUNSONG
40
SAMUEL RICHARD MART NAINGGOLAN
41
VERA ULI ASTRID SIRINGORINGO
42
WILDANI ERIKSON HARAPAN SENTOSA NABABAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...