Rabu, 30 November 2016

LATIHAN KOOR DAN PEMILIHAN DIRIGENT PELAJAR SIDI TAHUN 2016: NATAL 2016







Selamat berlatih!



Seleksi Perekrutan Diregent Koor 

Pelajar Sidi Angkatan 2016-2017








Yang terpilih: 

Rahel br. Sirait

ACARA NATAL KELUARGA HKBP PONDOK GEDE 23 DESEMBER 2016

ACARA NATAL KELUARGA TAHUN 2016

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

Jumat, 23 Desember 2016














I. Persiapan:


1.        Lilin sesuai dengan jumlah anggota keluarga

2.        Kue Natal (Jika ada, boleh disediakan di tempat berkumpul)


II. Ibadah

1.  Marende BE. No. 57:1-3 Nunga jumpang muse BL.202  C=Do

1
Nunga jumpang muse ari  pesta i, hatutubu ni Tuhanta Jesus i.
 Tuat do Ibana sian surgo i mebat tu hita on.
Hasangapon di Debata dame dame ma di jolma,
Las ni roha ni Debata hajolmaon muse.


3
Sombanami ma di Ho na tubu on, Ho siboan dame tu portibi on.
Sai pasaorhon ma tu rohanami on dameMi o Jesus.                               
Hasangapon di Debata dame dame ma di jolma,
Las ni roha ni Debata hajolmaon muse.


2.  PANGGILAN BERSUKACITA

     (P: Pimpinan; K: Seorang dari Keluarga; S: Semua)


P
:
Dengan Nama Allah Bapa, dan AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan oleh Roh Kudus yang membimbing kita sampai saat ini, saya menyampaikan “Selamat Hari Natal“.
S
:
Selamat Hari Natal.
P
:
Bersoraksoraklah dengan nyaring, hai puteri Yerusalem. Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya disebutkan orang.
S
:
Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.
P
:
(Marilah kita berdoa):Ya, Allah Bapa dan Tuhan kami, kami bersujud di hadapan takhta kasihMu, karena Tuhan memberikan kesempatan kepada keluarga kami bersekutu untuk merenungkan arti kelahiranMu di dalam kehidupan kami.  Tolong kami Tuhan agar kami semakin mengerti makna dan tujuan kelahiranMu. Amin.


3.   Marende BE.No. 48: 1-2 Ria ma hita sasude BL.16 F=Do

1
Ria ma hita sasude mamuji Debata;
Girgir ma parendenta be, ai i do na tama. Ai i do na tama.
2
Diungkap Debatanta i, banua ginjang i,
Disuru do Anaknai,  hangoluanta i, hangoluanta i.

4.  LITURGI  PERTAMA 
    
(Anggota keluarga diatur membaca Firman Tuhan, boleh ayat pilihan sendiri, atau ayat yang sudah dibacakan di Pesta Natal Gereja, Sekolah, Kantor atau Natal lainnya).


5.  Marende BE. No: 62: 1 Halalas ni roha godang Bl. 172 Es=Do
                                                                                          
1
Halalas ni roha godang na hubaritahonon.
Nunga tubu Sipalua di hita jolma on.
Hasangapon ni Debata, laos dame; dame, dame ma di jolma.
Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on. 


6.  LITURGI KEDUA (Lukas 2: 1-15, dibaca secara berurutan)


P
:
Ketika manusia rindu kedamaian; di kala kehidupan manusia dirobek-robek pedangnya maut, saat itulah Allah mengulurkan tangan kasihNya; Yaitu pada saat bersejarah, di masa pemerintahan Kaisar Agustus. Peristiwa itu dicatat Lukas dalam Injilnya Pasal 2: 1-15. Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
K. 1
:
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 
K. 2
:
Demikian jugaYusuf  pergi dari kota Nazaret di  Galilea, ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem. Karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud;  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sudah mengandung.
K. 3
:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Dan  ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin, dan dibaringkannya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. 
K. 4
:
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
K. 5
:
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut“, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
K  6
:
Dan inilah tandanya bagimu: “Kalian akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan”. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 
S
:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera  di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya“. 
K. 7
:
Setelah malaikat-malaikat meninggalkan mereka dan kembali ke surga, gembala-gembala itu berkata satu sama lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita”.


7.  PENYALAAN LILIN


P
:
Sebagai tanda kesediaan kita menerima dan menyampaikan terang kehidupan dari Yesus, kita menyalakan lilin ini. Seperti perpaduan cahaya dari lilin ini, yang mengusir kegelapan, demikian halnya kebersamaan kita dapat saling meringankan beban. Marilah kita menyalakan lilin masing-masing. (masing-masing menyalakan lilin)


8. Marende  BE. No. 54: 1-3 Sonang  ni bornginna i Bl  64 C=Do

1
Sonang  ni bornginna i uju ro Jesus
Sonang modom do halak sude, holan dua na dungo dope,
Mangingani anakNa Jesus Tuhanta i.
2
Denggan ni bornginna i, uju ro Jesus i.
Tu parmahan di Betlehem i, dipaboa na disurgo i :
Nunga ro sipangolu, Jesus Tuhanta i.
3
Godang ni tua disi, di na ro Jesus i, 
Tung malua pardosa muse, sian hamagoanna sude,
Ala ro  sipangolu, Jesus Tuhanta i.

9.  RENUNGAN NATAL

                                                                          
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat”

(Amsal 15:13)



     Suatu hari seorang ayah bertemu teman lama. Ketika itu sang ayah melihat rawut wajah temannya tidak bersemangat sedang murung. Sang ayah bertanya kepada temannya, kenapa kok murung begitu? Lagi ada masah ya? Saat itu juga dia jawab “iya”, gua lagi ada masalah!     
     Dalam kitab amsal dikatakan “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22) dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa kegembiraan yang berasal dari hati sangat bermanfaat, saking bermanfaat hati mampu berfungsi sebagai obat yang manjur. Dalam bacaan kita hari ini mengatakan juga “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat”. Hati yang gembira akan mendatangkan senyum ceria, wajah kita terlihat ceria dan berseri-seri. Hati yang gembira dapat mendatangkan kebahagian dan meningkatkan harapan hidup. Sebaliknya kepedihan atau kepahitan hati bisa menjadi racun yang berbahaya bagi hidup kita. Tekanan hidup terkadang berat untuk dihadapi. Berbagai beban mencoba merampas kegembiraan yang kita miliki dalam hidup ini. Patah hati, putus asa, murung, galau, cemas, depresi, takut, dll. Jika kita biarkan akan menghilangkan senyum dari wajah kita. 
     Sebuah sukacita sejati seharusnya tidak tergantung dari apa yang kita alami dalam perjalanan kehidupan kita sehari-hari. Melainkan karena sukacita sejati sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan karena keaadaan sekitar kita. Dalam kitab Nehemia berkata “Jangan kamu berusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Neh.8:10b). Mazmur juga berkata “dan bergembira karena TUHAN:  maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Maz. 37:4). Kegembiraan atau sukacita sejati yang berasal dari Tuhan bahkan mampu menurunkan berkat-berkat Tuhan, memenuhi keinginan hati kita.  Meski tekanan hidup sedang berat, kehilangan semangat, dll. Janganlah kita kehilangan sukacita, karena sukacita itu berasal dari Tuhan dan bukan berasal dari situasi hidup yang kita alami. Mari, dalam keluarga kita pancarkan kebahagian dari hati kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Hati yang gembira adalah obat yang menyembuhkan dan menguatkan kita mengakhiri tahun 2016 dan menyambut tahun 2017. Selamat Natal. Amin.


10.   Marende BE. No. 52: 1-3 Hatuaon do BL 55 Es=Do (Pelean tu Huria)

1
Hatuaon do, las ni roha do, hatutubu ni Jesus i. 
Mago do jolma, ro ma Tuhanta, las be, las be ma rohanta i.
Mago do jolma …..
2.
Hatuaon do las ni roha do, hatutubu ni Jesus i.
Domu do hita, tu Debatanta, las be, las be ma rohanta i.
Domu do hita ….
3. 
Hatuaon do, las ni roha do, hatutubu ni Jesus i. 
Las ma rohanta, mida Tuhanta, las be, las be ma rohanta i.
Las ma rohanta ……


11.   PESAN  DAN DOA PENUTUP


P
:
Ingatlah para gembala di padang Efrata mereka menjumpai Yesus. Mereka kembali, namun mereka tidak diam, mereka pergi menyaksikan apa yang dilihatnya.
S
:
Tuhan, utuslah kami memberitakan kebesaran kasihMu.
P
:
Yesus, DialahTuhan kita, satu-satunya jalan menuju Bapa di sorga.
S
:
Tuhan,bagaimana kami meperlihatkan bahwa Tuhan adalah Bapa kami ?
P

:
Yesus berkata: Apabila Tuhan itu Bapamu, kamu harus mengasihi Aku, karena aku berasal dari Allah. Apabila seorang mengasihi Aku, maka dia akan memelihara segala hukum-hukumKu.
S
:
Tuhan, ajarlah kami berdoa seperti yang Tuhan inginkan!
P + S
:
Bapa kami yang di Sorga, … Amin.




12. Bersalam-salaman



Selamat Ari Natal  25-26 Desember  2016

dan


Taon Baru 01 Januari 2017

RENUNGAN MINGGU ADVENT KEDUA 4 DESEMBER 2016

Terimalah Satu Akan Yang Lain

                                                       (Roma 15: 4-13)







 
S
eorang penulis bernama Ann Landers pernah menulis sebuah puisi. Puisinya seperti ini:

Jika engkau membuka, tutuplah kembali.
Jika engkau menyalakan, matikanlah lagi.
Jika engkau melepaskannya, ikatkan kembali.
Jika engkau merusak, perbaikilah.
Jika engkau tidak dapat mengerjakannya, carilah orang lain yang dapat mengerjakannya.
Jika engkau meminjam, kembalikanlah.
Jika engkau menggunakannya, peliharalah sebaik-baiknya.
Jika engkau mengotori, bersihkanlah.
Jika engkau mengambilnya, kembalikan ke tempatnya.
Jika engkau membutuhkan sesuatu, mintalah izin.
Jika engkau tidak tahu bagaimana menggunakannya, jangan sentuh.
Jika sesuatu tidak menyangkut kepentinganmu, jangan mengganggu.
Jika engkau tidak berhasil melaksanakan sesuatu, dan engkau mencoba segala sesuatu yang lain, cobalah membaca keterangan-keterangan yang berhubungan dengan itu.

     Puisi di atas mengajak kita untuk menghargai, perduli terhadap apa yang ada di sekeliling kita dengan penuh tanggung jawab. Ada banyak orang yang melupakannya. 
   Dalam Roma 15: 4-13 rasul Paulus menekankan tentang bagaimana hidup bergereja. Tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang non Yahudi harus dibongkar, tembok pemisah antara golongan ”kuat” dan golongan ”lemah”, dalam kehidupan orang percaya harus juga disingkirkan. Hidup bergereja adalah hidup berkomunitas, bukan hidup seorang diri. Walaupun pribadi kita adalah juga merupakan gereja, namun yang dimaksud gereja sebagai tubuh Kristus adalah gabungan semua umat yang ada dalam gereja, dalam satu tubuh. Ketika satu tubuh ini terdiri dari berbagai pribadi yang tergabung di dalamnya, maka sikap yang seharusnya dijalankan agar tubuh tersebut merupakan satu kesatuan adalah: (a). Yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri (Roma 15:1-2) (b). Saling menopang, menanggung kelemahan orang lain, membangun orang laindi dalam Kristus sebagai kebenaran yang sejati yang berinkarnasi (Roma 15:3). (c). Firman Allah, Alkitab sebagai kebenaran yang tertulis (Roma 15:4). 
     Setiap hal dilakukan untuk membangun sesama dalam persekutuan, dengan berdasarkan kebenaran yang sejati seperti Kristus yang telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Semuanya harus berpusatkan pada Kristus. Melayani Tuhan adalah mempersatukan diri untuk kepentingan Tuhan. Sesama jemaat marilah kita saling menopang. Dalam situasi krisis, justru bukan tempatnya kita menjadi pengemis, dan mengandalkan orang lain, tetapi justru yang kuat menopang yang lemah supaya dapat bangkit menjadi kuat, yang kualitas rendah diberdayakan menjadi naik supaya bisa tetap bertahan. Selamat Advent. 
                                                                   Amin.

Minggu, 27 November 2016

MEMAHAMI MINGGU-MINGGU ADVENT











PENGERTIAN MINGGU ADVENT



PENGERTIAN MINGGU ADVENT

Advent dalam gereja Kristen adalah nama periode sebelum Natal. Nama Advent diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan. Dalam masa Advent umat Kristen meyiapkan diri untuk menyambut pesta Natal dan memperingati kelahiran dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya pada akhir zaman. Advent diduga mulai dirayakan dikalangan umat Kristen sejak abad keempat Masehi.
Advent selalu mulai pada hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 30 November (antara tanggal 27 November dan 3 Desember) dan berlangsung sampai Malam Natal 24 Desember. Dengan ini panjangnya masa advent per tahun berbeda-beda, tetapi sebuah masa advent selalu terdiri dari 4 hari minggu.
Banyak gereja juga menempatkan sebuah rangkaian daun Advent pada kebaktian-kebaktian Advent mereka. Karangan daun itu terdiri atas empat batang lilin (tiga ungu dan satu berwarna merah jambu) yang ditata di sebuah lingkaran yang berwarna hijau yang melambangkan kehidupan yang kekal. Lilin-lilin itu dinyalakan sebagai berikut:
·       Minggu Pertama: sebatang lilin ungu
·       Minggu Kedua: dua batang lilin ungu
·       Minggu Ketiga: dua batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu
·       Minggu Keempat: keempat lilin (tiga ungu dan satu merah jambu)






Advent I      :  Tuhan yang akan datang pada akhir zaman




Advent II    :    Pertobatan untuk menyongsong Tuhan




Advent III:       Kedatangan Tuhan di dunia ini 
                      
                      sebagai   Penyelamat




Advent IV:      Sukacita menyongsong Tuhan 
                      
                      (Pujian Maria)


Lilin dan warna liturgis ungu melambangkan warna pertobatan dan penyesalan yang ditandai oleh masa puasa. Lilin merah jambu dinamai juga lilin "Sukacita" (Gaudete) dan lilin ini berasal dari sejarah Advent. Puasa pada masa Advent dibuka pada hari Minggu yang ketiga sebagai penantian akan peristiwa besar yang akan datang. Seringkali sebatang lilin putih dinyalakan di tengah lingkaran. Ini adalah Lilin Kristus, yang melambangkan kelahiran Kristus. Lilin ini dinyalakan pada Malam Natal atau pada hari Natal itu sendiri.
Pada Masa Advent, banyak keluarga memasang Lingkaran Advent di rumah mereka. Selain hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat, ada banyak sekali lambang yang terkandung di dalamnya, yang belum diketahui banyak orang.
Pertama, karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir.
Lingkaran Advent selalu dibuat dari daun-daun evergreen. Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. Tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal.
Empat batang lilin diletakkan sekeliling Lingkaran Advent, tiga lilin berwarna ungu dan yang lain berwarna merah muda. Lilin-lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Advent, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal. Setiap hari, dalam bacaan Liturgi Perjanjian Lama dikisahkan tentang penantian bangsa Yahudi akan datangnya Sang Mesias, sementara dalam Perjanjian Baru mulai diperkenalkan tokoh-tokoh yang berperan dalam Kisah Natal. Pada awal Masa Advent, sebatang lilin dinyalakan, kemudian setiap minggu berikutnya lilin lain mulai dinyalakan. Seiring dengan bertambah terangnya Lingkaran Advent setiap minggu dengan bertambah banyaknya lilin yang dinyalakan, kita pun diingatkan bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin dekat. Semoga jiwa kita juga semakin menyala dalam kasih kepada Bayi Yesus.
Warna-warni keempat lilin juga memiliki makna tersendiri. Lilin ungu sebagai lambang pertobatan. Warna ungu mengingatkan kita bahwa Advent adalah masa di mana kita mempersiapkan jiwa kita untuk menerima Kristus pada Hari Natal. Lilin merah muda dinyalakan pada Hari Minggu Adven III yang disebut Minggu “Gaudete”. “Gaudete” adalah bahasa Latin yang berarti “sukacita”, melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba. Warna merah muda dibuat dengan mencampurkan warna ungu dengan putih. Artinya, seolah-olah sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini (ungu) dan sedikit meledak dalam Masa Advent. Pada Hari Natal, keempat lilin tersebut digantikan dengan lilin-lilin putih - masa persiapan kita telah usai dan kita masuk dalam sukacita yang besar.
Lingkaran Advent diletakkan di tempat yang menyolok di gereja. Para keluarga memasang Lingkaran Advent yang lebih kecil di rumah mereka. Lingkaran Advent kecil ini mengingatkan mereka akan Lingkaran Advent di Gereja dan dengan demikian mengingatkan hubungan antara mereka dengan Gereja. Lilin dinyalakan pada saat makan bersama. Berdoa bersama sekeliling meja makan mengingatkan mereka akan meja perjamuan Tuhan di mana mereka berkumpul bersama setiap minggu untuk merayakan perjamuan Tuhan bagi jiwa kita. 

Jadi, nanti jika kalian melihat atau memasang Lingkaran Advent, jangan menganggapnya sebagai hiasan yang indah saja. Ingatlah akan semua makna yang dilambangkannya, karena Lingkaran Advent hendak mengingatkan kita akan perlunya persiapan jiwa sehingga kita dapat sepenuhnya ambil bagian dalam sukacita besar Kelahiran Kristus, Anak Allah, yang telah memberikan Diri-Nya bagi kita agar kita beroleh hidup yang kekal.

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...