Sabtu, 03 Mei 2014

Renungan Minggu - 04 Mei 2014

RENUNGAN MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI

Satu hari seorang mahasiswi yang kuliah di kota lain memberitahu orangtuanya bahwa pada akhir pekan mendatang, dia akan melakukan perjalanan wisata ke Bukit Lawang Bohorok di Langkat dengan beberapa orang kawannya. Setelah akhir pekan itu orangtuanya menunggu telepon. Tetapi telepon tidak kunjung datang. Orangtuanya mulai cemas. 
Tiap hari orangtuanya memikirkan anak itu. Apa dia jatuh di Bukit Lawang ? Apa dia diganggu kera dan binatang buas ? Apa dia sakit ? Mengapa tidak ada berita ? Setiap malam selalu gelisah menunggu berita. Setelah seminggu, akhirnya si mahasiswi menelepon. Dengan perasaan girang bercampur jengkel orang tuanya berteriak “Apa kabarmu ?” Tetapi dia menjawab dengan enteng, “Tidak apa-apa. Tidak usah takut. I’m fine. Don’t worry, don’t worry”. 

Itulah pola hubungan orangtua dengan anak. Meskipun anak sudah dewasa dan mandiri, orangtua tetap memikirkan keadaan anaknya. Sebaliknya si anak cuek saja. Mana mungkin orangtua tidak cemas. Sementara si anak biasa biasa saja. Apa yang terjadi? Terjadi pergeseran hubungan. Anak bukan tidak mengasihi orangtuanya. Anak bukan sudah melupakan orangtuanya. Anak merasa bahwa menjadi dewasa adalah lepas dari tanggung jawab orangtua. Ia merasa mampu hidup tanpa campur tangan orangtua. Ia menemukan dunia dengan orang lain yang lebih penting baginya : kawan sekerja, teman sekolah, pacar, atau lainnya. Sementara di pihak orangtua biarpun anak sudah mandiri, orangtua tetap memikirkan keadaan anaknya. Ini bukan berarti campur tangan urusan atau sok ngatur. Yang perlu bagi orangtua adalah keselamatan anaknya.

Pola hubungan anak dengan orangtua seperti itu sejajar dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Percaya berarti hubungan yang setia. Hubungan selalu datang dari dua arah. Manusia sering bersikap kepada Tuhan seperti sikap seorang anak kepada orangtuanya. Manusia sering berpikir dia boleh hidup tanpa Tuhan. Bukan karena tidak percaya, tetapi ada pergeseran hubungan. Kita baru ingat Tuhan pada waktu tertentu saja. Sementara Tuhan selalu setia mengingat kita. Tuhan selalu sibuk memikirkan kita. Dia berkata : “Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku melukiskan engkau di tapak tanganku”, Jes. 49, 15-16. Perhatian kita boleh beralih dari Tuhan karena mendapat kawan baru : Uang, jabatan, karir, dan kemewahan, kenikmatan dunia. Sementara Tuhan setia mengingat kita. Siang dan malam Tuhan memikirkan kita, potret kita ada di tangan Dia. Dia setia kepada umat pilihanNya. Tuhan selalu mikirin kita, sementara manusia berkata kepada Tuhan, “Emangnya gue pikirin. Hidup dan keberhasilan kita adalah bukti kesetiaan Tuhan. Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Sebab Kristus adalah bukti kasih Allah yang memenuhi bumi dan kehidupan manusia, seperti yang dinyatakan nama minggu ini “Miserikordias Domini”. 

Miserikordias Domini, dikutip dari Mazmur 33, 5b, artinya “bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Nama minggu ini mengingatkan yang menderita karena penyakit yang belum sembuh, karena usaha belum berhasil, jangan sedih, jangan putus asa, bumi penuh dengan kasih setia Tuhan. Jangan gentar mengalami penderitaan karena Tuhan setia menolong kita. Kesetiaan itu sudah diperlihatkan kepada kita, Dia rela mati di kayu salib menggantikan manusia berdosa. Nama minggu ini mengingatkan kita supaya jangan putus dalam penderitaan karena kasih setia Tuhan tidak berkesudakan menolong kita.

Sehubungan dengan makna Miserikordias Domini itu yang disampaikan nats kotbah 1 Petrus 1, 17-23. Jemaat mula mula yang mengalami penderitaan yang luar biasa, karena dianiya, dilarang bersekutu di dalam nama Yesus, dinasehati Rasul Petrus supaya jangan putus asa, karena kasih Kristus menyertai mereka. Mereka selamat bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah Kristus, ay. 18-19. Mereka selamat bukan dengan kekuatan dunia, tetapi dengan kuasa kasih Kristus. Petrus mengingatkan mereka supaya percaya kepada Kristus, yang sudah mengalahkan kematian. Percaya kepada Tuhan, itulah sikap orang percaya dalam penderitaan. Percaya artinya setia kepada Kristus. 

Selamat hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...