Jumat, 31 Juli 2015

RAPAT SEKSI BAPAK JUMAT 31 JULI 2015 PUKUL 20.00 WIB


Utusan setiap koor Bapak dan Mannen Koor 

HKBP Pondok Gede

membicarakan perihal keikutsertaan 

Festival Koor HKBP Sudirman Jakarta






Selamat melanjutkan rapat berikutnya 

Jumat, 7 Agustus 2015 Pukul 20.00 WIB

di Aula HKBP Pondok Gede

Horas!

ACARA IBADAH IKAT JANJI PERKAWINAN Sonny Parlindungan Silitonga, S.E dan Rusmi Veronika br. Manurung, S.E


A C A R A   I B A D A H
IKAT JANJI PERKAWINAN
HKBP PONDOK GEDE RESSORT PONDOK GEDE
DISTRIK XIX BEKASI
Sabtu, 1 Agustus 2015
Pukul 09.00 WIB

  
Sonny Parlindungan Silitonga , S.E
Dan
Rusmi Veronika br. Manurung, S.E


Jl. Perumahan Taman Pondok Gede Blok H No.1-3
Pondok Gede RT 04 RW 01 Kelurahan Jatirahayu
Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat
Telp. (021) 8467284


I.      Pra Ibadah

1.           Persiapan di ruang Konsistori (Calon mempelai, orangtua dan Majelis Gereja berdoa bersama)
2.           Calon mempelai dan keluarga memasuki gereja (diiringi musik)

II.  Ibadah

  1. Bernyanyi KJ No. 9: 1-2  “Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan” G=Do

Puji, hai jiwaku, puji Tuhan selagi ada nafasmu!
Allahku patutlah kuagungkan sepanjang umur hidupku!
Hayatku Dia yang beri; Dia kupuji tak henti.
Haleluya, haleluya!

                                    ---- Jemaat Berdiri ----

Jika penolongmu Allah Yakub, betapa kau bahagia!
Ia penuhi pengharapanmu, Tuhan setia s”lamanya.
Maha Pencipta dunia tak meninggalkan makhluknya.
Haleluya, haleluya!

  1. Votum, Introitus, Doa (L= Liturgis; J= Jemaat)

L:      Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu”

J:       Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia,

L:     Maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setiaNya yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Haleluya!
Marilah kita berdoa: Ya Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau membimbing saudara/i kami hendak berjanji di hadapanMu, sebelum mereka menerima berkat perkawinan dari Tuhan. Semoga mereka beroleh sukacita di waktu yang telah Engkau tentukan bagi mereka.  Karuniakanlah  Roh  Kudus  untuk  menuntun mereka sehingga rencana tersebut berjalan dalam damai dan bahagia. Perlengkapilah orangtua dan seluruh keluarganya. Curahkanlah berkat dan hikmatMu kepada mereka. Dengarkanlah doa kami, di dalam Nama Yesus Kristus Juruselamat kami. Amin.
 ---Jemaat Duduk---

  1. Koor: AMA SION

  1. Bernyanyi KJ No. 406: 1+3 “Ya Tuhan, Bimbing Aku”  D=Do

Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapakpun, pabila Kau tak ada di sampingku

( Calon Mempelai dan Orangtua Berdiri di Tempat )

Dan bila tak kurasa kuasaMu, Engkau senantiasa di sampingku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu.

  1. Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan
  2. Penegasan terhadap Calon Mempelai dan orangtua
  3. Penandatanganan berita Ikat Janji Perkawinan
a. Calon mempelai Laki-laki dan Perempuan                                 
b. Orang tua calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
c. Saksi dari pihak calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
d. Sintua calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
e. Pelayan Ikat Janji Perkawinan (Na Patumpolhon)
f.  Pemberitahuan :  Nb. Pemberkatan Perkawinan Jumat, 14 Agustus 2015 di HKBP Pondok Gede Ressort Pondok Gede Pukul 10.00 WIB

  1. Koor: WIJK 5 HKBP PONDOK GEDE

  1. Bernyanyi KJ No. 369a: 1 Ya Yesus ‘Ku Berjanji” F=Do
(Calon Mempelai menuju altar)
Ya Yesus, ‘ku berjanji setia padaMu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat

  1. Tukar Cincin

         Calon Mempelai  Laki-laki: Terimalah cincin ini sebagai simbol
kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.
         Calon Mempelai Perempuan: Terimalah cincin ini sebagai simbol
kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.
(Calon Mempelai kembali ke tempat duduk)

  1. VG: PEMUDA/I HKBP PONDOK GEDE
  2. Bernyanyi PKJ No. 165: 1 “Janji Yang Manis” As=Do
(= BE. No. 766 Padan na Uli)

Janji yang manis: Kau tak Kulupakan, tak terombang-ambing lagi jiwaku. Walau lembah hidupku penuh awan, nanti ‘kan cerahlah langit di atasku.
Reff: Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku memimpinmu, Aku membimbingmu. Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku Penolongmu, yakinlah teguh

13. Khotbah ROMA 14: 19 (Pdt. Wilson Saragih, M.Th)

14. Bernyanyi KJ No. 393: 1-3 Tuhan, Betapa Banyaknya G=Do
                                         {Persembahan I (huria) & II (sosial)}

Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmatMu dan hidup abadi
Ref.:    T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
Berkat terindah ialah: ’ku jadi anak-Mu.  Ref.: T’rima kasih ....

--------Musik-------

Setiap hari rahmatMu tiada putusnya
Hendak kupuji namaMu tetap selamanya. Ref.: T’rima kasih ...

15. Doa Penutup (Jemaat Berdiri)
      
III.     Kata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Mempelai


IV.      Bersalaman (Calon Mempelai berdiri di depan)








RENUNGAN MINGGU IX SETELAH TRINITATIS 2 AGUSTUS 2015

Bukan Sekedar Datang dan Percaya
(Yohanes 6:24-35)



“Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang siang malam, pagi, petang? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus. Siapa yang dicari Tuhan? Saya! Siapa yang dicari Tuhan? Saya! Siapa yang dicari Tuhan, siang, malam, pagi, petang? Saya, saya, saya, orang yang berdosa!” Demikian penggalan lirik sebuah lagu di sekolah minggu yang pernah hits di zamannya. Barangkali, pencipta lagu tersebut hendak menceritakan perhatian Tuhan kepada umat ciptaan-Nya sekaligus mengajak anak-anak, sedini mungkin, menghindari sikap hidup money oriented.
Apa yang dicari orang banyak, dalam teks tersebut, dari Tuhan Yesus? Apakah mereka mencari Yesus karena mau mendaftar menjadi pengikut-Nya yang militan? Bukan! Menurut Yesus, mereka mencari-Nya bukan karena telah percaya kepada-Nya melainkan “…karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang” (ay.26). Memang mereka mencari Yesus, tetapi yang mereka cari adalah Yesus yang memberi roti dan membuat mereka kenyang. Lalu, mereka ingin menjadikan Yesus sebagai raja (ay.15). Tetapi raja yang mampu menyediakan segala kebutuhan mereka. Itu berarti yang menjadi raja sesungguhnya bukanlah Yesus melainkan mereka. Mereka hendak menjadikan Yesus sebagai raja yang bisa diperintah untuk memuaskan mulut dan mengenyangkan perut mereka. Seperti kata peribahasa “Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati.Aduh, mengerikan sekali!
Namun, apakah sikap seperti itu hanya terjadi pada zaman dahulu? Apakah orang Kristen masa kini sudah betul-betul percaya ketika mendengar Yesus berkata “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi?” (ay.35). Tidak lapar dan tidak haus lagi? Waw, mestinya banyak orang akan berduyun-duyun masuk Kristen. Kenapa? Kebutuhan primernya terjamin. Sekalipun musim kemarau menerpa, sekalipun sawah menguning (bukan karena musim panen tiba) melainkan karena mengering, dan sekalipun badai El Nino melanda, aku tak perlu khawatir karena Yesus jaminanku. Begitukah? Tapi, masih dalam pasal yang sama, mengapa justru yang terjadi adalah “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (ay.66). Lha, kok bisa?
Di sini tantangannya. Yesus meminta syarat. Apa syaratnya? Sederhana: datang dan percaya! Bukan sekedar datang dan sekedar percaya. Seperti kebanyakan orang yang hanya 4D: Datang, Duduk, Diam, dan Dengkur? Cuma sekedar. “Asal ma…” kata orang Batak. Mestinya orang Kristen semakin percaya dan berdampak jika serius, sungguh-sungguh, dan bergumul dalam 3M: Mendengarkan, Merenungkan, dan Melakukan kehendak-Nya. Semoga, Yesus, Roti Kehidupan, kini dan nanti, senantiasa menuntun umat-Nya datang dan percaya sepenuh hati kepada-Nya. Selamat beribadah. Selamat hari minggu. Pegang teguh janji Tuhan! Amen. 
SELAMAT HARI MINGGU.

Sabtu, 25 Juli 2015

PENYERAHAN "TUNGKOT SERE" LANSIA




















Pada hari ini, Minggu 26 Juli 2015 
di 
Kebaktian Minggu pukul 09.00 WIB LANSIA 
HKBP Pondok Gede merayakan 
Ulang Tahunnya yang ke-6 
menyerahkan "Tungkot Sere" 
kepada enam orang LANSIA 
umur 70 tahun hingga 23 Juli 2015, 
yaitu :


1. St. P. Purba (Op. Braden)

2. St. R. D. Hutajulu (Op. Ariel)

3. St. E. Manurung (Op. Galilea)

4. Ny. Napitu br. Hutabarat (Op. Tomas Albertin)

5. Ny. Manurung br. Tambunan (Op. Andreas)

6. Ny. Sitorus br. Sirait (Op. Risda)











Jumat, 24 Juli 2015

RENUNGAN MINGGU VIII SETELAH TRINITATIS 26 JULI 2015

Menerima Untuk Memberi 
(2 Rajaraja 4: 42-44)





Di Palestina ada dua laut yang sangat berbeda. Yang satu dinamakan laut Galilea, sebuah danau yang luas dengan air yang jernih dan bisa diminum. Ikan dan manusia berenang dalam danau tersebut. Danau itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau. Banyak orang mendirikan rumah mereka di sekitarnya. Yesus pun berlayar di danau itu beberapa kali. Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh-sungguh sesuai dengan namanya, segala sesuatu yang ada di dalamnya mati. Airnya sangat asin sehingga bila orang meminumnya orang itu bisa sakit karenanya. Danau itu tidak ada ikannya. Tak ada sesuatu pun yang tumbuh di tepiannya dan tak seorang pun ingin tinggal di sekitar danau itu karena baunya yang tak sedap. Yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa ada satu sungai yang mengalir ke keduanya. Jadi apa yang membuat keduanya berbeda? Bedanya adalah: Danau yang satu menerima dan memberi; sedangkan danau yang satunya hanya menerima dan menyimpan. Sungai Yordan mengalir ke laut mati, namun tak pernah keluar lagi. Laut mati secara egois menyimpan air sungai Yordan bagi dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati. Karena laut itu hanya menerima dan tidak memberi.



Khotbah minggu ini tentang bagaimana Allah memelihara umat-Nya dan abdi-Nya saat keadaan sulit. Karena Tuhan sudah berjanji menguatkan dan menuntun orang percaya. Sebagaimana pada masa Yusuf (Kej.41:2), pada zaman Klaudius (Kis.11:28), bahkan juga pada akhir zaman (Mat.24:7). 
אֱלִישָׁע - ELISYA artinya “Allah ialah keselamatan” atau “Allah itu Juruselamat”. Saat musim paceklik seorang dari Baal-Salisa  tempat orang penyembah berhala, memberikan berupa dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong kepada Elisa. Ini adalah soal iman (Bil.18:13; Ul.18:4-5). Elisa berhak dan bebas untuk menyimpannya bagi dirinya sendiri, sebagai cadangan makanan selama beberapa hari. Tetapi dia tidak memakai hak dan kebebasannya untuk kepentingannya sendiri. Elisa menyuruh pembantunya untuk membagikannya kepada sepuluh orang yang sedang berkumpul. Dua puluh roti jelai, logika berkata, “Ini tidak cukup!” Benar, secara matematis roti tersebut takkan cukup untuk kebutuhan 100 orang abdi Allah. Namun, Elisa dengan iman  menjawab, “berikanlah kepada mereka!” Mengapa Elisa percaya? Karena imannya percaya kepada Tuhan, yang membebaskan dan memelihara bahkan mencukupkan. Tuhan mencukupkan bahkan melimpahkan apa yang mereka butuhkan pada saat musim kering. Elisa memperlihatkan hal berbagi, hal perduli untuk kepentingan bersama, sebagaimana Allah perduli umat-Nya. Tak diragukan kisah Elisa disempurnakan oleh Yesus, memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima ketul roti dan dua ekor ikan (Mat.14:13-21; Mrk.6:32-44; Luk.9:10-17; Yoh.6:1-21). Elisa adalah Tipe Kristus di Perjanjian Lama.
Gereja terpanggil untuk berbagi dan perduli seperti Elisa, seperti Kristus. Ketika rasa berbagi ada, di situ akan ada dan berproses suatu mujizat. Tuhan memampukan gereja-Nya untuk melayani, sebagaimana Tuhan memampukan Elisa dan memampukan Yesus dalam pelayanan-Nya. Gereja yang tidak berbagi akan seperti laut mati, tidak ada ikannya. Tak ada sesuatu pun yang tumbuh di tepiannya dan tak seorang pun ingin tinggal di sekitar danau itu karena baunya yang tak sedap.
Jadilah orang yang senang berbagi karena Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia, supaya gereja-Nya senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan.  (2Kor.9:8). Amin. 


Selamat Hari Minggu.

Rabu, 22 Juli 2015

ULANG TAHUN LANSIA




PARTANGIANGAN
ULANG TAON LANSIA PAONOMTAONHON
HKBP PONDOK GEDE RESSORT PONDOK GEDE
23 Juli 2009 - 23 Juli 2015 Pukul 09.00 WIB


















I.       Patujolo

01.    Marende SDJ. No. 754: 1 Gok las ni roha do au BL. 754 C=Do

            ♫          Gok las ni roha do au di ngolungkon, di ngolungkon, di ngolungkon.
      Gok las ni roha do au dingolungkon, tongtong di rohangkon.
Mauliate gok las ni roha maringan holongMi Tuhan di au.
                  Mauliate gok las ni roha, maringan holongMi Tuhan di au.

     
02.    Joujou tu Partangiangan

      (U=Uluan; H=huria; S=Sude)

  U
:
Hamu angka dongan, na marpungu do hita mandok mauliate tu Tuhanta naung gonop 6 taon Punguan Lanjut Usia HKBP Pondok Gede Ressort Pondok Gede di tingki on.
  H
:
Eben Ezer, rasirasa nuaeng diurupi Jahowa do hita.
  U
:
Ndang tagamon so godang hamaolon parungkilon dohot tantangan na binolus ni huria dohot sude ruas ni Lansia di angka ari na salpu i. Mauliate ma di Tuhanta dipasupasu do hita saluhutna.
  H
:
Eben Ezer, rasirasa nuaeng diurupi Jahowa do hita.
  U
:
Antong, tahamauliateon ma pangaramotion ni Tuhanta. Tapasada ma rohanta mamuji, pasangaphon Debata. Tapangido ma asa marhuraja Ibana di tongatonganta marhite TondiNa, Tondi Parbadia i. Hohom ma hita satongkin, martangiang be di bagasan rohanta.
……. Hohom – Martangiang di bagasan rohana be …….
Tapungka ma partangiangan on marhite pamujion dohot panombaon na marhabadiaon di adopan ni Tuhanta, marende ma hita:

03.     Marende SDJ. No. 565:1  Las Rohangku Lao Mamuji BL. 565  G=Do

            ♫         Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i,
                        Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i.
                        Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen asiMi.
                        Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanki

04.    Votum – Introitus – Tangiang

  U
:
Marhitehite Goar ni Debata Ama, dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus, dohot Goar ni Tondi Parbadia na tumompa langit dohot tano on.
  H
:
Amen.
  U
:
Puji ma Jahowa ale tondingku, jala nasa rohangku di bagasan mamuji GoarNa Nabadia i.
  H
:
Puji ma Jahowa ale tondingku, jala tung unang halupahon denggan ni basaNa sudena.
  U
:
Ibana do manesa dosam sudena, Ibana pamalum angka sahitmu sudena.
  H
:
Ibana paluahon ngolum sian hamagoan, Ibana martumpalhon tu ho denggan basa.
  U
:
Ibana pamahap roham marhitehite denggan basa, asa mulak poso ho songon pidong rajawali. Haleluya! Martangiang ma hita: Ale Tuhan Debata, Ama ni Tuhannami Jesus Kristus, Ho do Debata pargogo na so hatudosan, jala Pardengganbasa! Ro di saleleng ni lelengna do asi ni rohaM. Mauliate ma rohanami tu Ho, ala di ramoti Ho hami huriaM sian nasailaon sahat tu sadari on. Na ro do Punguan Lansia di huriaM tu joloM manghalashon jala manghamauliatehon naung 6 punguan on sahat tu tingki on. Hupuji hami ma Ho, ala godang ni denggan ni basaM tu tu hami huriaM. Sai asi ma rohaM urupi ma hami pasauthon na ni dokMu, asa hot rohanami jala tarparangehon hami parage na badia, sai dongani ma hami pasauthon partangiangannami on tu Ho, marhitehite Tuhan Jesus Kristus Tuhannami. Amen.

05.    Koor : Lansia

06.    Marende BE. No. 14: 1-2 Puji hamu Jahowa tutu BL. 57 Bes=Do
     
♫ Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i.
Pardengganbasa i, parasiroha i.
♫    Ingot tongtong, ale tondingkon, sude na denggan
       Na dipasonggop Debata tu ho. Denggan basaNa do na pangoluhon ho.

07.    Manjaha Epistel: Psalmen 23:1-6; Jesaya 46:4

  U
:
Tajaha ma Hata ni Debata di partangiangan on, tarsurat di Psalmen 23:1-6 dohot Jesaya 46:4, songon on ma didok di si: Jahowa do Siparmahan ahu, ndang tagamon hurangan ahu.
  H
:
Dipatongon do ahu tu jampalan angka na lomak, ditogutogu do ahu di lambung aek hasonangan.
  U
:
Dipasabam do rohangku, ditogu do ahu di dalan hatigoran, ala ni goarna i.
  H
:
Ai nang pe mardalan ahu di rura linggoman ni hamatean, ndang huhabiari parmaraan, ai Ho do mandongani ahu tungkotmu dohot batahim mangapuli ahu
  U
:
Ho do manutup meja di jolongku maradophon angka musungku, dimiahi Ho do ulungku, suksuk do panginumanki.
  H
:
Tongon tahe denggan basa dohot asi ni roha mangihutihut ahu saleleng ahu mangolu, jala dung mulak ahu masuhanku ma bagas ni Jahowa salelenglelengna.
  U
:
Sahat ro di hatutuamu sai tongtong do ahu, jala ro di na ubanon sai ahu do mangusung hamu. Ahu do mambahensa na sai laon, ahu do mangompa, ahu do mangabing jala ahu paluahon nuaeng. Olat ni do sahatna. Martua do angka na tumangihon hata ni Debata jala na umpeopsa.
  S
:
Amen.

08.    Marende BE. No. 11: 2 Aha Ma Endehononku BL. 185. As=Do

♫       Sai sungguli ma rohangku, mangendehon gogoMi.
Dohot asi ni rohaMu, ro di habasaronMi.
Ai i do dihatindangkon Tondi dohot pamatangku.
Ala ni hupuji Ho tung marribu hali do.

09.    Tangiang Pangidoan

  U
:
Ale Tuhan Debata, Amanami marhitehite Tuhan Jesus Kristus Tuhannami, napapunguhon hami di partangiangan 6 taon Punguan Lansia di huriaM. Hatam paingothonhami; Nang sahat di hadohungon dohot haubanon, sai unang tadingkon hami, ale Debata, paima hubaritahon hami tanganmu tu na pinompar, hagogoonmu tu saluhut angka na ro sogot. (Psalm 71:18)
Namanjalo
Tungkot
:
Masilelean angka taon ro di ujungna sogot. O, Jesus lehon parrohaon di ahu, asa tongtong marningot, di halalao ni arinami huhut manimbang ujung ni. (BE.No.68)
 H
:
Nunga 6 taon Punguan Lansia di HuriaM. Sai pasaut ma hatam tu hami; Sahat ro di hatutuamu sai tongtong do ahu, jala ro di na ubanon sai ahu do mangusung hamu. Ahu do mambahensa na sai laon, ahu do mangompa, ahu do mangabing jala ahu paluahon nuaeng. (Jes.64:4)
Namanjalo
Tungkot
:
Tumpal ni natuatua do angka pahompuna, jala hamuliaon ni angka anak do amanasida. (Poda 17:6)
U
:
Ida ma, dengganna i dohot sonangnai, molo tung pungu sahundulan angka na marhahamaranggi! (Psalm 133:1)
H
:
Sai parroha i ma hami mamilangi angka ariarinami, asa dapotan roha na bisuk hami. (Psalm 90:12)
U
:
Hasangapon ma di Debata na di Ginjang!
H
:
Amen (Hundul)

10.         Tangiang Pangondian :

11.         Marende BE. No. 122: 1-2  Ida Hinadenggan Ni BL.13 Es=Do

        ♫ Ida hinadenggan ni angka na saroha i
    Parpambaenan na burju nang hatana pe tutu
                             ♫ Sai hushus uapna i songon bungabunga i
                            Angka na tinompa i pajengkarhon  tano i

12.    Renungan:

13.    Marende BE No. 36: 1-3  Pasupasu Hami BL. 4 C=Do (P. Pelean)

              ♫       Pasupasu hami o Debata nami
                        Sai sondangkon bohiMi tu na pungu on sude.
                                    ♫             Lehon ma di hami dame ganup ari
                                  Sai pasaor ma TondiMi tu na pungu on sude.
♫          Amen hudok hami ale Tuhannami
          Na marasi roha i sangap ma di goarMi.

14.    Tangiang Panutup/Pasupasu

U:        Patimbulonku ma Ho, ale Debatangku, Ho ale Raja, jala pujionku ma goarMu ro disalelenglelengna
H:        Ganup ari do pujionku Ho, jala pasangaphonku goarMu ro di salelenglelengna.
U:        Timbul do Jahowa jala sipujion situtu, tung na so hadodoan do hatimbulonNa i.
H:        Sai masitonaan do angka sundut papujipuji angka jadijadianMu jala masipaboaan do nasida di hagogoonMu na sumurung i.
U:        Mangaranap tu Ho do angka mata ni sasudena, jadi dilehon Ho tu nasida sipanganonnasida ditingkina be.
H:        Martua ma hami alani denggan ni basaM, ale Jahowa.
U:        Rap ma hita mangido ditangiang hatopanta i
H:        Ale Amanami . . .
U:        Pasupasu
U+H:   Mangendehon: Amen, Amen, Amen



III. Acara Ulang Tahun (Diatur tersendiri)

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...