Jumat, 31 Mei 2019

IKAT JANJI PERKAWINAN ANTONIUS BONNY SAMPE MARALAMAN MARBUN-CHRISTINA ISABELLA BORU NAINGGOLAN

M O D E L     E

ACARA KEBAKTIAN

PERJANJIAN PERKAWINAN/MENIKAH

Sabtu, 1 Juni 2019 Pukul 10.00 WIB









I.   Pra Ibadah

1.  Persiapan di ruang konsistori (Kedua Calon Pengantin, Orangtua dan Majelis gereja berdoa bersama)

2.     Calon Pengantin dan keluarga memasuki gedung gereja

II.   I b a d a h (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.     Bernyanyi KJ. No. 3: 1-2  Kami puji dengan riang  G= Do

1.    Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
    Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
    Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
    Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.
         
(Jemaat Berdiri)

2.   Kau memb’ri, Kau mengampuni,
    Kau limpahkan rahmatMu
    Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
    Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
    Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.



2.     Votum - Introitus - Doa

(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:     Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-Mu

J:    Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.

L:  Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Marilah kita berdoa)Tuhan Allah, Bapa kami yang bertakhta di sorga. Terima kasih Tuhan, karena Engkau membimbing Calon Pengantin hendak berjanji di hadapan-Mu. Mereka berdua akan berjanji untuk menerima pemberkatan perkawinan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami memohon agar Tuhan berdiam dalam hati mereka, sehingga janji yang hendak mereka ikrarkan diikat oleh kasih dan kehendak-Mu. Berkatilah mereka agar perkawinan mereka kelak membawa sukacita dan kebahagiaan bagi mereka berdua, keluarga, dan juga menjadi berkat bagi masyarakat serta jemaat-Mu. Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
(Jemaat Duduk)

3.     Koor: Ina Hanna


4.     Bernyanyi KJ. No. 457: 1+4  Ya Tuhan, tiap jam Do=Do

1.   Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukan-Mu.
    Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh.
    Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
    Ku datang, Jurus’lamat berkatilah.

(Calon Pengantin maju ke depan dan orangtua berdiri di tempat)

2.   Ya Tuhan tiap jam ajarkan maksud-Mu.
    B’ri janjiMu genap di dalam hidupku
    Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
    Ku datang, Jurus’lamat berkatilah

5.     Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan

6.     Klarifikasi dan Penegasan kepada:

6.1. Kedua Calon Pengantin

6.2.  Orangtua Calon Pengantin

7.     Penandatanganan Berita Acara Ikat Janji Perkawinan

7.1. Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.2. Orangtua Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.3. Saksi dari pihak Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.4. Majelis Gereja Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.5. Pelayan Ikat Janji Perkawinan

7.6. Pemberitahuan

8.     VG/Solo/Koor: Seksi Perempuan HKBP Pondok Gede

9.     Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 Ya Yesus ‘ku berjanji  F= Do
(Calon Pengantin menuju Altar)

1.   Ya Yesus, ‘ku berjanji setia pada-Mu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat    

10. Tukar Cincin

Calon Pengantin Laki-laki:       

Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku 

yang tidak akan berubah kepadamu.

Calon Pengantin Perempuan: 

Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku 

yang tidak akan berubah kepadamu.

(Calon Pengantin kembali ke tempat duduk)

11. VG Solo: Gabungan Wijk 1 HKBP Pondok Gede

12. Bernyanyi  PKJ. No. 285: 1 Bila badai hidup menerpamu Es= Do

1.   Bila badai hidup menerpamu
Dan cobaan pun datang mengganggu.
Hanya satu janji harapanmu;
Ya janji Tuhanmu, pegang teguh.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh
Pegang selalu janji Tuhan,
Jangan lepaskan walau siang atau malam
Enyahlah takut atau bimbang:
Tuhanlah pemilik hidupmu, hidupmu.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh
‘Kan melindungi tetap teguh, 
kan melindungi tetap teguh.

13. Khotbah:  Efesus 5: 22-27

     

14. Bernyanyi KJ. No. 393: 1-3 Tuhan, betapa banyaknya  G= Do

(Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.        Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi

Ref.:   
        T’rima kasih ya Tuhanku,
Atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

2.        Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
      Berkat terindah ialah:’ku jadi anak-Mu
      
      Ref.:       
             T’rima kasih ya Tuhanku,
             Atas keselamatanku!
             Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

..... Musik .....

3.        Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya
      Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya
      
      Ref.:   

             T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
             Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

             (Jemaat Berdiri)

15. Doa Persembahan – Berkat

16. (Menyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Pengantin

IV. Bersalaman 
      (Calon Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat)

RENUNGAN MINGGU EXAUDI, 2 JUNI 2019


NILAI

DARI SEBUAH PILIHAN

Daniel 3:21-29

H
idup adalah pilihan dan kesempatan, sebuah kesempatan untuk menentukan masa depan selanjutnya dalam sikap dan perbuatan, dan pilihan kita juga menentukan bagaimana dan siapa kita untuk ke depannya. Banyak tawaran dan pilihan kepada kita, sehingga orang Kristen hendaknya bijak dalam memilih, bijak dalam menentukan sikap dan mampu melihat dan memahami apa dampak dari seluruh kebijakan, pilihan dan keputusan. Tetapi yang pasti kita senantiasa diperhadapkan kepada dua pilihan utama yaitu: ”katakan ya, kalau “ya“ dan tidak kalau “tidak.” Dan pilihan kita memperlihatkan siapa kita sebenarnya, apakah kita memiliki integritas diri yang kuat atau tidak, atau apakah kita hanya untuk mencari keamanan diri. 

Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan pada dua pilihan oleh Raja Nabukadnezar: Pertama: Menaati perintah Nebukadnesar untk menyembah kepadanya dan kepada ilah-ilah yang mereka sembah dengan jaminan beroleh pengampunan dan keselamatan dari raja. Atau kedua:  menolak tawaran pertama, artinya menolak untuk turut perintah raja dalam masalah iman, tetapi sebagai warga negara yang baik mereka taat hukum, mereka bekerja dengan sungguh demi kemakmuran bangsa Babel. Mereka sadar sebagai umat  tawanan, itu sebabnya mereka bersungguh memperlihatkan apa yang terbaik dalam takut akan Tuhan. Mereka lebih memilih setia kepada Allah dan tetap beribadah kepada-Nya walaupun ancaman hukuman mati menanti mereka, dibakar dalam api yang menyala-nyala. Tentu sebuah pilihan yang sulit bagi seseorang yang tidak memiliki integritas/komitmen, sebab setiap pilihan akan dapat mengubah sikap dan pendirian. Mereka yang lebih mencari hidup aman, tentu akan sejalan dengan apa yang diinginkan oleh dunia ini, tetapi mereka yang akan memiliki hidup yang sesungguhnya, tentu akan mampu berhadapan dengan resiko. 

Sadrakh, Mesakh, Abednego memperlihatkan keteladanan iman yang terpuji, syarat yang sangat menarik tidak dapat mengubah pendirian, sikap dan komitmen iman mereka akan Tuhan Allah. Amarah sang raja tidak menggetarkan hati mereka, sebab mereka lebih takut kepada Allah yang mereka sembah, sebab mereka mengenal Tuhan Allah, dan mereka melihat bahwa kesetiaan iman mereka akan Tuhan tidak akan sia-sia. Kesungguhan iman mereka Akan Tuhan Allah, membuat Raja Nebukadnezar takjub, yang pada akhirnya mengakui kemuliaan Allah. Raja Nebukadnezar melihat segala apa yang diperbuat Allah kepada mereka bertiga, melindunginya dari api (ay.25). Kesungguhan iman mereka membawa Nebukadnezar kepada pengakuan akan kemuliaan dan kemahakuasaan Allah sehingga Raja itu mengeluarkan maklumat kepada seluruh bangsa Babel untuk menghargai, menghormati Allah yang disembah Mesakh, Sadrakh dan Abednego (ay. 28-29). Dan oleh iman dan ketaatan mereka (Sadrakh, Mesakh dan Abednego) kepada Allah, Raja memberikan mereka kedudukan yang lebih tinggi dalam pemerintahan di wilayah Babel (ay. 30). Nebukadnezar juga mengajak seluruh rakyatnya untuk mengakui kemuliaan Allah (Pil. 2:10-11) ”Supaya di dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan“ bagi kemuliaan Allah. Untuk itu, sekalipun tuntutan zaman maupun tekanan politik mendesak kita, kita harus tetap setia pada Allah Tuhan kita. Amin. (HS).

Rabu, 22 Mei 2019

RENUNGAN MINGGU ROGATE, 26 MEI 2019


YA ALLAH,

DENGARKANLAH DOA KAMI!

 (Yohanes 11: 1-13)




K
ebebasan hampir tidak terbatas lagi. Orang berlomba-lomba bersuara paling keras. Era digital malah membuat kekalapan baru yaitu bermedia sosial yang begitu bersemangat hingga mengabaikan etika. Media sosial bukan menjadi sarana untuk saling mempererat hubungan pribadi atau kelompok, bagi sebagian orang justru berwatak asosial, yakni dipenuhi sinisme, agitasi, benci, yang mengancam integrasi sosial. 

Gereja berasal dari bahasa Portugis: Igreja, bahasa Yunani: εκκλησία (ekklêsia) yang berarti dipanggil keluar (ek=keluar; klesia dari kata kaleo=memanggil). Gereja adalah kumpulan orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan yang ajaib, dengan suatu tugas yang mulia. Gereja sebagai persekutuan orang percaya pengikut Kristus, haruslah penebar kesejukan, mendatangkan kebaikan di mana gereja itu berada. Jangan pernah dijadikan tunggangan oleh pihak-pihak tertentu yang punya agenda tersembunyi melawan firman Tuhan atau jangan justru menjadi kompor yang memanas-manasi. 

Gereja juga sebagai persekutuan dari umat yang selalu tekun berdoa. Di mana doa sering diumpamakan sebagai bernafas secara rohani. Komunikasi atau dialog manusia dengan Allah. Ketidaklancaran kehidupan doa adalah gejala ketidakberesan relasi kita dengan Allah. Kejatuhan manusia ke dalam dosa pada intinya putusnya hubungan dengan Allah. Syukurlah bahwa Allah tetap berhasrat untuk bersekutu dengan ciptaan-Nya. Itu sebabnya Ia mendirikan perjanjian dengan Abraham yang pada puncaknya menghasilkan pendamaian antara diri-Nya dengan umat-Nya di dalam Yesus Kristus. Dengan pendamaian yang Yesus Kristus lakukan, pulihlah relasi kita dengan Allah, terbit pula hasrat kita dengan Allah, kesadaran dan kerinduan untuk berdoa yang melaluinya kita menumbuhkan relasi kita dengan Allah. Dengan demikian, berdoa adalah sesuatu yang jauh lebih dalam dan lebih luas daripada sekadar cara untuk meminta berbagai berkat bagi hidup atau mengalami kuasa Allah atas kebutuhan hidup. Inti dari doa adalah relasi, komunikasi dengan Allah. Doa seperti inilah yang kita jumpai dalam kehidupan para tokoh Alkitab. Seperti Abraham, Musa, Samuel, Daud, Elia, Hizkia, Yeremia, Daniel, Yesus, dan Paulus, doa bukan soal cara, aturan, atau pun formula, tetapi komunikasi yang sangat menentukan vitalitas kehidupan dan karya mereka. Berdoa juga bukan sekedar kebiasaan lima kali atau tujuh kali dalam sehari, tetapi keintiman hubungan dengan Allah. Tentulah dengan kerendahan hati, seorang murid memohon kepada Yesus, "Tuhan, ajarlah kami berdoa…" (ay.1). Bagaimanakah doa Anda? Nafas Anda sajakah yang mendengus di dalamnya, atau terdengar juga nafas bicara Allah di dalamnya? Dalam hubungan yang intimkah Anda dengan Allah? Doa kita hendaknya mencirikan bahwa seluruh hidup kita adalah dari, oleh, dan untuk Allah saja! 

Doa: Ya Allah di dalam Yesus Kristus, Engkaulah Tuhanku! Jiwaku haus kepada-Mu. Aku memuji Engkau selama hidupku dan menaikkan tanganku berdoa hanya demi Nama-Mu. Apabila aku teringat pada-Mu, merenungkan Engkau ya Tuhan sepanjang hariku, Engkau sungguh menjadi penolong bagiku, di dalam naungan sayap-Mu jiwaku bersorak-sorai, karena tangan kanan-Mu menopangku. Amin. 

Selamat hari Minggu!  (NS).

UCAPAN SELAMAT KEPADA BAPAK: Ir. H. Joko Widodo – Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin

Selamat Kepada:



Bapak Ir. H. Joko Widodo – 

Bapak Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin

Presiden dan Wakil Presiden 

Republik Indonesia

 Periode 2019 - 2024




 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.

Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.

Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.

Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.

Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

(Roma 13:  1-7)



DOA SYAFAAT UNTUK BANGSA INDONESIA

Y
a Tuhan Allah Bapa kami melalui Yesus Kristus! Kami mengucapkan syukur dan terima kasih karena pemberkatan-Mu kepada negara kami Republik Indonesia telah berhasil dengan adil dan jujur melaksanakan Pilpres dan Pileg dan pemenangnya telah diumumkan pada 21 Mei 2019. Berkatilah Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan kuat.
Berkatilah Pemerintah dan Pemimpin kami serta seluruh aparat Pemerintah kami. Anugerahkanlah mereka hikmad dan kebijaksanaan yang dari pada Tuhan, agar mereka dapat membangun negara kami, dan bimbinglah mereka menerapkan aturan-aturan yang baik demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia serta untuk kemuliaan nama-Mu.
Berkatilah para orang tua Indonesia dan anugerahi mereka kemampuan dan kebijaksanaan untuk mendidik anak-anak mereka untuk takut kepada Tuhan. Lindungilah anak-anak bangsa ini dari pengaruh narkoba, bermedia sosial dengan tidak baik yang boleh merusak ahlak kemanusiaan. Kasihanilah para janda dan anak yatim piatu, orang-orang yang sakit, orang-orang miskin. Ulurkan tangan-Mu yang penuh kasih untuk menolong mereka.
Ya Tuhan, berkati jugalah pemuda dan pemudi serta anak-anak bangsa ini dengan kecerdasan dan kepandaian yang dari-Mu, untuk membangun negara kami menjadi Negara yang maju kuat dan bangsa yang takut akan Tuhan.
Berkatilah rakyat Indonesia dengan segala pekerjaannya yang beragam itu. Berkatilah alam Indonesia yang subur dan sangat indah ini. Hindarkanlah dari bencana alam, Tsunami dan malapetaka, jauhkan hama yang merusak tanaman para petani. Jauhkanlah rakyat Indonesia dari virus dan wabah penyakit yang merusak kesehatan masyarakat kami.
Bimbinglah masyarakat kami agar tidak saling menghujat, tidak saling menyalahkan, tidak saling membunuh satu sama lain karena perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan wilayah, perbedaan pendapat, perbedaan kelompok. Karena manusia Indonesia Engkau ciptakan berbeda-beda, Engkau beri mereka agama berbeda-beda, kepercayaan berbeda-beda, dan banyak suku. Engkau tempat mereka di berbagai tempat dan wilayah, mendiami Nusantara dari Sabang sampai Merauke, untuk itu persatukan rakyat kami dalam satu rumah, satu bangsa dalam ikatan sebagai saudara.
Bimbinglah rakyat Indonesia untuk tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia seperti konflik vertikal maupun konflik horinzontal. Keadaan seperti ini membuat kami sulit bangkit menjadi bangsa yang besar dan kuat. Kami kehilangan penduduk kami, karena mati sia-sia dalam unjuk rasa, dalam konflik, rumah penduduk kami hangus terbakar, mereka kehilangan harta. Konflik horizontal membuat rakyat kami yang sudah miskin semakin bertambah miskin. Rakyat kami menjadi pengungsi di negaranya sendiri. Kami tertinggal mengejar kemajuan, waktu dan energi habis untuk bertikai. Kami menjadi bangsa yang tertinggal. Ya Tuhan Allah jangan tinggalkan bangsa kami ini. Kasihanilah bangsa ini ya Tuhan Allah.
Bimbinglah para pemimpin kami agar menghindari perbuatan korupsi, karena hal itu membuat bangsa kami miskin dan menderita. Ampunilah dosa para pemimpin kami. Berilah hikmad dan bimbinglah para Hakim untuk memutuskan perkara dengan benar dan adil. Berilah hikmad dan akal budi kepada para Hakim, agar dalam mengadili tidak pandang bulu, baik dalam perkara kecil maupun perkara besar. Tumpul ke atas tajam ke bawah. Jangan biarkan para hakim gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Semata –mata keadilan itulah yang mereka berikan kepada rakyat. Berilah pertobatan kepada bangsa ini. Kami mohon janganlah Engkau murka terhadap bangsa kami. Jauhkanlah hukuman-Mu dari bangsa ini, lepaskan bangsa ini dari kehancuran, karena Engkau Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Berkatilah Bangsa Indonesia ini bersinar di dunia Era Industri 4.0, dan menyinarkan kemulian Tuhan Allah. Penuhi bangsa ini dengan kasih dan kebaikan-Mu. Apabila rakyat Indonesia memohon dan berdoa kepada-Mu, dengarlah permohonan dan doa kami, agar bangsa ini terhindar dari malapetaka. Biarlah semua mulut rakyat kami meninggikan, memuliakan dan mengagungkan Engkau.

Ya Tuhan Allah Bapa kami di dalam Yesus Kristus, hanya Engkaulah pelindung bangsa ini. Persatukanlah kami rakyat Republik Indonesia dalam kepeminpinan Presiden dan Wakil Presiden kami yang baru untuk Periode 2019 – 2014 Ir. H. Joko Widodo – Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin, hindarkan kami dari perpecahan. Satukanlah energi bangsa ini menjadi satu kekuatan besar untuk membangun bangsa kami dari kemiskinan. Jangan biarkan bangsa ini disesatkan iblis dan setan. Terimalah doa kami ini melalui Anak-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.


Jumat, 17 Mei 2019

RENUNGAN MINGGU KANTATE, 19 MEI 2019


Menggapai 

Sebuah Impian

(Ezra 6:13-18)

Memiliki motivasi untuk suatu tujuan akan mendorong seseorang untuk berusaha menggapainya walaupun dia harus menghadapi banyak rintangan maupun tantangan. Untuk suatu keberhasilan sangatlah diperlukan integritas diri seseorang, memiliki semangat kerja/juang pantang menyerah serta kesungguhan dan kesetiaan, baik dunia pendidikan, bisnis atau apapun yang akan dicapai. Seperti ungkapan yang sering kita dengarkan; tiada sukacita akan keberhasilan tanpa perjuangan, dan perjuangan tidak akan dapat dilalui tanpa ketekunan dan ketabahan serta kesungguhan. Termasuk di dalamnya, bagaimana kita memahami apa yang kita perjuangkan dalam kehidupan kita, sehingga kita akan dimampukan melewati hari-hari sulit sekalipun.

Bangsa Israel yang dalam pembuangan Babel, jauh dari tanah airnya, kotanya juga tidak lagi memiliki Bait Allah, tempat mereka mempersekutukan diri dengan Allah dalam ibadah sehari-hari. Mereka mengharapkan sebuah perubahan kehidupan, mereka membutuhkan uluran tangan Tuhan dalam kehidupan mereka, memiliki pemimpin yang mempunyai visi dan missi. Mereka senantiasa mengharapkan pembebasan, walaupun mereka tidak tahu apa dan bagaimana caranya, mereka rindu kembali ke kotanya, rindu beribadah dalam bait Allah. Meskipun mereka harus mengalami kesulitan selama bertahun-tahun, namun akhirnya pembangunan Bait Allah dapat terselesaikan, setelah Ezra, Nehemia juga Haggai berusaha mempengaruhi pola berfikir umat itu terutama mereka yang sebelumnya tidak perduli akan pembangunan Bait Allah, mereka yang hanya berorientasi pada kepentingannya, artinya bagaimana mereka harus diubah secara utuh, baik iman maupun moralitasnya. Untuk meraih suatu impian, keinginan, kita harus mampu mengubah pola berfikir kita untuk semakin memahami, dan semakin berusaha walaupun itu mulanya hanyalah merupakan sebuah kemustahilan, tidak boleh menyerah kepada keadaan, kepada kesulitan atau tantangan. Tetapi berkat kesungguhan, kesetiaan dan ketaatan kita kepada Dia yang mengarahkan kehidupan kita, kita akan mampu meraihnya.

Impian akan terwujud jikalau ada kesungguhan, ada iman yang kokoh akan kuasa penyertaan Yesus yang senantiasa membukakan jalan. Banyak perkara yang harus kita lalui, dan banyak jalan yang disediakan Tuhan. Banyak orang yang mau menolong dan membantu kita yang terkadang dari mereka yang kita tidak pernah harapkan sebelumnya. Israel bebas dari pembuangan dan berhasil membangun kembali Bait Allah di Yerusalem karena Allah memakai Raja Koresh, Raja Darius dan Arthasasta dari Babel, juga karena Iman Ezra, Nehemia dan nabi lainya juga kemauan bangsa Israel ikut akan perintah Tuhan. Raihlah impianmu bersama Yesus dengan kesungguhan iman dalam ibadah yang sejati, persembahkanlah hidupmu seutuhnya buat Tuhan, dan nyanyikanlah senantiasa kuasa kebesaran kasihnya yang telah memberikan hidup dan kehidupan baru dalam pengampuanNya. Amin. (HS)

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...