Kamis, 18 Februari 2021

SELAMAT DATANG OMPU I EPHORUS HKBP Pdt. DR. ROBINSON BUTARBUTAR

 

OMPU I EPHORUS HKBP

PRAESES HKBP DISTRIK 19 BEKASI

WALI KOTA BEKASI

KETUA DPRD BEKASI

MEWAKILI KEMENTRIAN AGAMA KOTA BEKASI

CAMAT BEKASI

PELAYAN PENUH WAKTU DISTRIK 19 BEKASI

MAJELIS GEREJA HKBP PONDOK GEDE

DALAM RANGKA 

SOSIALISASI TAHUN PEMBERDAYAAN HKBP 2021













A C A R A   I B A D A H

PERTEMUAN PELAYAN PENUH WAKTU

HKBP DISTRIK 19 BEKASI

DALAM RANGKA

SOSIALISASI TAHUN PEMBERDAYAAN HKBP 2021

DI HKBP PONDOK GEDE

RESORT PONDOK GEDE DISTRIK 19 BEKASI

Senin, 15 Februari 2021

 

1. Bernyanyi BN HKBP No. 6: 1-2 Pujilah Tuhan Sang Raja Mulia (BL 56) F=Do 3/4

 

1.  Pujilah Tuhan sang raja yang maha mulia

Seluruh umat yang setia dan tulus hatinya

Mari semua menghampiri takhta-Nya

Nyanyikan puji-pujian

 

--- Berdiri ---

 

2.  Pujilah Tuhan penguasa alam semesta

Yang melindungimu, di bawah naungan sayap-Nya

Dia memb’ri semua yang kau perlukan

Syukuri anug’rah Tuhan

 

2.  Agenda (P: Pemimpin - J: Jemaat - S: Semua) Pdt. Nikson Simangunsong

 

P:         Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

 

J:         Amin.

 

P:         Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerahkan Nama Tuhan. Haleluya!

(Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah, Bapa yang Mahapengasih! Engkau melihat dan mengasihi kami umat-Mu. Engkau tidak menunda, tetapi menyerahkan Anak-Mu yang Tunggal itu ke tangan orang-orang berdosa. Dia menderita aib dan nista dan akhirnya mati di kayu salib. Tolonglah kami agar kami tahan dan bertekun dalam penderitaan seperti Dia, supaya Nama-Mu, bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus dipermuliakan.

 

J:         Amin. (duduk)

 

3. Bernyanyi BN HKBP No. 24: 1-2 Lawatlah Tuhan (BL 59) As=Do 3/4

 

1.  Lawatlah Tuhan, kami umatmu.

Kami mau memuji Tuhan, kar’na kasih dan rahmat-Mu.

Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu.

       

2.  Kasihanilah, kami yang sesat.

Kaulah Yesus pertolongan, yang memb’ri keselamatan
Kasihanilah, kami yang sesat.

 

4. Membaca Mazmur 6: 2-11 Pada Tuhan Aku Berlindung

 

P:      Marilah kita membaca Firman Tuhan secara responsoria dari Kitab Mazmur 6: 2-11. Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.

 

J:      Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar,

 

P:      dan jiwaku pun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?

 

J:      Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu.

 

P:      Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?

 

J:      Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku.

 

P:      Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;

 

J:      TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku.

 

P:      Semua musuhku mendapat malu dan sangat terkejut; mereka mundur dan mendapat malu dalam sekejap mata. Demikianlah pembacaan Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.

 

S:      Amin.

 

5. Bernyanyi BN HKBP No. 25: 1-2 Firman-Mu Tuhan Allahku BL 181 Es=Do 4/4

 

1.  Firman-Mu Tuhan Allahku tak ternilai bagiku.

Kujadikan peganganku di tiap langkah hidupku.

Kalau bukan Firman Tuhan dasar iman umat-Mu.

Apakah dasar yang kuat. Selain firman Tuhanku.

 

2.  Yesus lihatlah hamba-Mu, pelihara hidupku.

Dan teguhkanlah imanku, dalam roh dan jiwaku

Dan kobarkanlah hatiku, melakukan Firman-Mu

Bagai Maria yang selalu, haus akan Firman-Mu

 

6. Khotbah: (Pdt. Hotman Sitorus)

           

7. Bernyanyi BN HKBP No. 20: 1-2 Ya Yesus Tuhan Kami (BL 6) Es=Do 4/4

 

1.  Ya Yesus Tuhan kami, b’rilah anug’rah-Mu.

Tetaplah serta kami, lindungi umat-Mu.

 

2.  Berilah pertolongan mengikut p’rintah-Mu

Dan juga menghindari semua larangan-Mu

 

8. Doa Syafaat:

 

9.  Bernyanyi BN HKBP No. 787: 1... Kita ‘Kan Berjaya C=Do 2/2 (Mengumpulkan Persembahan)

 

1.  Kita ‘kan berjaya. Kita ‘kan berjaya.

Kita pasti ‘kan berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

2.  Dalam kebenaran. Dalam kebenaran.

Kita pastilah berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

… Musik …

 

3.  Kristus serta kita. Kristus serta kita.

Kita pastilah berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

4.  Kita yang setia. Kita yang setia.

Kita pastilah berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

… Musik …

 

5.  Saling mendoakan. Saling mendoakan.

Kita pastilah berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

6.  Bertolong-tolongan. Bertolong-tolongan.

Kita pastilah berjaya.

Reff.:  Aku dalam iman, pada Tuhan. Kita ‘kan berjaya.

 

… Musik …

 

7.  Hidup dalam damai. Hidup dalam damai.

Mari hidup dalam damai.

Aku dalam iman, pada Tuhan, kita hidup damai.

 

10. Doa Penutup-Berkat

 

11. Menyanyikan BN HKBP No. 845 Amin, Amin, Amin HKBP Es=Do 4/4

 

Amin, Amin, Amin. 


RENUNGAN MINGGU INVOCAVIT, 21 FEBRUARI 2021 Kejadian 9: 8-17

 JANJI DAN KUASA ALLAH

 

(Kejadian 9: 8-17)




 

J

anji ibaratnya sebuah pisau bermata dua, di satu sisi ia dapat menenangkan hati seseorang, karena memberikan harapan. Karena memberikan kejelasan, pemecahan masalah, solusi. Mendengar janji tersebut, membuat perasaan menjadi tenang. Kemudian di satu sisinya lagi, janji dapat menyakiti hati seseorang, bila janji tidak ditepati, bohong, janji manis palsu. Akibatnya bisa seperti dihempaskan. Melalui janji boleh menjadi salah satu tolak ukur penilaian seberapa besar orang tersebut dapat dipercaya. Kata orang bijak “janji merupakan sebuah hutang yang harus dibayar”. Kita berhutang, ada hak seseorang di dalamnya yang harus kita bayar. Jadi berhati-hatilah untuk membuat janji!

Allah berkuasa dan selalu menepati janji. Allah memberitakan berita gembira kepada Nuh: tidak akan ada lagi air bah; kehidupan di bumi tidak akan ditenggelamkan. Janji Tuhan ini, bukanlah sebuah persetujuan antara pihak-pihak tertentu namun keputusan sepihak dari Allah. Akhir dari kehidupan di bumi bukanlah sebuah bencana melainkan penggenapan janji Allah.

Hingga hari ini beberapa orang kuatir akan bencana besar yang sedang mengancam dunia. Bencana alam atau perang yang tak terkendalikan yang dapat memicu kehancuran dunia. Alkitab mencatat bahwa Allah, Pencipta semesta, tidak membiarkan bumi hilang tenggelam melainkan melindunginya. Dunia di mana kita hidup senantiasa dilindungi Tuhan termasuk dari "kejahatan besar" (Kejadian 6:5). Allah berjanji untuk tidak menggunakan kekuatan penghancur sebagai jalan keluar terakhir. Dia tidak akan menenggelamkan bumi dengan air bah guna menghilangkan kejahatan. Sedari sekarang, "Dia memberikan matahari baik bagi mereka yang baik dan mereka yang jahat" (Matius 5: 45).

Busur Tuhan ditaruh di awan, menjadi tanda perjanjian antara Tuhan dan bumi, perlambang kesabaran Tuhan. Tuhan "merentangkan busur-Nya di langit"; dia meletakkan senjata-Nya. Dia memperdamaikan dirinya dengan manusia. Busur Tuhan tampak melengkung sebagai akibat dari tali kekang yang menahannya. Allah dengan sabar, penuh dengan tenaga yang siap untuk dilepaskan. Dengan itu Ia mengingat perjanjian-Nya yang kekal antara Dia dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."

 

Doa: 

Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, di dalam Yesus Kristus penggenapan janji dan kuasa Tuhan, tangan-Nya juga direntangkan untuk keselamatan kami! Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

RENUNGAN MINGGU SEXAGESIMA, 07 FEBRUARI 2021 2 Korintus 4:1-6

 

PELAYANAN YANG MENGHAMBA

(2 Korintus 4:1-6)




 

Ketika seseorang dapat memahami dan mengerti akan tugas tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya, maka dia akan bersungguh untuk melaksanakannya semampunya dan sebaik mungkin. Hal yang mau dia tujukkan bahwa dia memiliki integritas diri, menghargai orang yang mempercayakan tugas kepadanya, serta memahami apa tujuan dan sasaran dari pekerjaannya. Tanpa itu seseorang akan lalai dalam tugasnya, bekerja asalasalan, tidak memiliki tanggung jawab moral, tidak peduli bagaimana hasilnya.

Suatu keteladanan yang diperlihatkan Paulus saat ia menerima tugas pelayanan, sebagai pemberita injil Tuhan, Paulus tidak pernah mengeluh, tidak pernah merasa tawar hati meski banyak rintangan dalam pelayanannya; tidak pernah menyalahkan Tuhan, juga mereka yang tidak bersedia mendengarkannya; tidak bersedia menerima injil; mengapa? Karena Paulus menyadari bahwa pelayanan memberitakan Kristus adalah suatu kehormatan baginya dan suatu kesempatan untuk melayani Tuhan. Tugas pelayanan ini dipercayakan kepadanya (merupakan kehormatan baginya) yang berasal dari kemurahan Tuhan belaka. Kesadaran itu membangkitkan ada beberapa hal dalam dirinya: Pertama: memilki integritas diri, untuk tidak mau mencemar dirinya dengan hal-hal yang tidak berguna; Kedua: memilki dedikasi yang kuat untuk tidak akan menodai pelayananyna dengan tindakan dan motivasi yang salah; Ketiga: bersungguh-sungguh menyampaikannya dengan cara yang sederhana agar para pendengarnya dapat memahami dan mengerti serta bersedia menerimanya.

Karena pelayanan itu adalah suatu tugas mulia yang dipercayakan Tuhan kepadaNya, maka ia tidaklah menonjolkan diri di antara para rasul, tidak memperlihatkan kehebatannya/pengetahuan intelektualnya tentang Hukum Taurat; akan tetapi semakin merendahkan diri; Melayani/memberitakan injil bukanlah karena ia hebat, tetapi Paulus mengakuinya sebagai utang imannya atas pelayanan Yesus terhadap dirinya. Pelayanan Paulus bukanlah berpusat pada upaya supaya orang banyak mengaguminya; akan tetapi pada kesetiaan melayani Kristus. Pelayanan yang menghamba; artinya bagaimana seseorang pelayan Tuhan menghambakan dirinya kepada yang mengutusnya, pemilik gereja; bukan pada kuasa, uang dan jabatan; tetapi kepada Kristus Yesus Raja Gereja. Amin. Selamat hari Minggu. (HS).

RENUNGAN MINGGU SEXAGESIMA 7 FEBRUARI 2021

 

ALLAH KEKUATAN KITA

(Yesaya 40: 27-31)



Kita hidup di dunia yang membanggakan diri atas semua pencapaiannya. Kita hidup di dunia yang membanggakan diri karena mampu melakukan apa pun yang ingin dilakukannya. Dunia yang telah memperbolehkan manusia pergi ke bulan di luar angkasa, dan bahkan berencana untuk meletakkan pangkalan di sana. Kita hidup di dunia yang memiliki begitu banyak kekuatan yang tersimpan di bumi salah satunya senjata nuklirnya, ia sungguh menghancurkan.

Tetapi di manakah kekuatan manusia? Dan dari manakah kekuatan manusia? Apakah kekuatan manusia itu terdapat pada hal-hal duniawi? Tentu jawaban tidak! Jawabannya dalam pengakuannya, Pengakuan Iman Rasuli, "Aku percaya kepada Allah Bapa, Yang Mahakuasa." Di situlah kepercayaan kita. Kekuatan kita ada di dalam TUHAN, Allah kita yang setia.

Kitab Perjanjian Lama penuh dengan contoh tentang umat TUHAN yang menaruh kepercayaan kepada TUHAN dan menemukan bahwa TUHAN adalah setia, yang memberikan kekuatan kepada mereka yang menantikan Dia. TUHAN memberikan kemenangan Israel atas orang Mesir, atau kemenangan besar yang dialami Israel dalam perjalanan mereka melalui padang gurun dan saat mereka akan mengambil alih tanah perjanjian. Dan banyak contoh lain lagi dalam Alkitab. Pesannya "mereka yang menantikan Tuhan akan memperbarui kekuatan mereka." Sebagai umat-Nya, TUHAN memberi umat Israel hak istimewa yaitu penerima janji. Tapi sekarang di pembuangan Babelonia mereka berkata, Tuhan telah melupakan semua hak istimewa itu. Umat Israel merasa TUHAN tidak beserta mereka, meninggalkan mereka. Dia telah mengabaikan umat-Nya. Israel tidak berdaya dan dalam keadaan sangat lemah.

Tetapi kemudian muncul pesan indah yang luar biasa bahwa “Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (ayat 31). Pikirkan tentang elang. Gambaran yang sangat indah. Dengan sedikit usaha membubung tinggi ke langit dan kemudian selama berjam-jam, elang itu dapat melayang jauh di atas bumi. Elang adalah simbol kekuatan dan kekuasaan. Itulah gambaran umat Tuhan yang dikuatkan oleh Tuhan. Doa: Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, Yesus Kristus adalah kekuatan dan keselamatan kami! Amin. Selamat hari Minggu! (NS)

DUKACITA (HABOT NI ROHA) Tiurmida L. br. Nainggolan (Ny. H. Silalahi br. Nainggolan)

 

TELAH BERPULANG 

KE RUMAH BAPA DI SURGA



Ibu Tiurmida L. br. Nainggolan (Ny. H. Silalahi br. Nainggolan), umur 70 tahun (No. Reg. 01144). Meninggalkan 1 (satu) orang anak laki-laki yang belum berkeluarga. 


Meninggal pada hari Selasa, tanggal 05 Januari 2021 dan dimakamkan pada hari Kamis, tanggal 07 Januari 2021 di TPU Pondok Ranggon. 


Alamat: Komp. Bukit Kencana I, Jl. Sentosa Raya F.8 (Wijk IV)

JAMITA BONA TAON 2021: SIAN OMPU I EPHORUS HKBP (Pdt. DR. Robinson Butarbutar)

 

JAMITA BONA TAON 2021

“Debata do Mual ni Pasupasu” 

(4 Musa 6: 22 - 27)




 

Hamu angka dongan, ganup ruas ni Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) na hinaholongan di ganup inganan di Indonesia nang di duru ni Indonesia di bagasan goar ni Tuhanta Jesus Kristus. Loas hamu ma jolo ahu atas goar ni sude parhobas ni hurianta di hatopan dohot di distrik songon i nang di angka ressort, huria, Pos-pos Pekabaran Injil, dohot lembaga ni hurianta, i ma angka partohonan na gok tingki dohot partohonan na so gok tingki padohot angka parhalado na so partohonan di sandok hurianta manghorasi hamu dohot hata on di Bona ni Taon 2020 on: “Selamat Taon Baru ma di hamu saluhutna. Horas. Horas. Horas!

 

Tapuji ma Debatanta Sitolusada i na mangudut ngolunta marsadasada, boi hita tolhas sian taon 2020 i tu taon na imbaru 2021 on. Tama do hita marlas ni roha dohot mamujimuji Debata pardenggan basa i, ai atik pe bahat situtu do na dokdok na taadopi dohot tabolus songon angka na porsea di taon 2020 i, tarlumobi hinorhon ni Pandemi Covid 19 na manusai ngolunta, sai rap do Ibana dohot hita ganup. Tapasangap goarNa, ai atik pe taadopi hinamaol ni ngolungolu, parsahiton, hagogotan nang habot ni roha saleleng sataon bolon 2020 tongtong do diramoti, ditogutogu jala diparbadia jala dipalua Tuhan i hita. Tung holong do rohaNa mida hita jolma na tinompaNa i di sandok portibi on, ai nunga jumpang be Vaksin maralohon Covid 19 i. Jala marusaha do pamarentanta paadonghon dohot mansagihonsa tu sandok rakyatta asa tung margogo pamatangta mangalo Covid 19 i. Atik pe ndang taboto dope sadia lelengnari asa boi ris adong Vaksin i parsaulihonon ni angka bangso di portibi on, tama tapuji goarNa, ai ndang saut be siaphonon ni Covid 19 i ngolunta. Ndang dipasombu 25 Ibana hita torus manaon, tumatangis, hira anak ni manuk na so marinduk. Jala, tama tapuji goarNa ai diurupi do hita satia manang unduk patupa 4 M i di ngolu nang ulaonta songon sinosoan ni pamarentanta tu hita, i ma Marmasker, Manjaga Jarak, Mamuri Tanganta ias, dohot Manulak marsaor dohot bahat jolma, manang patupa kerumunan. Arop do roha boi hita ganup ruas ni HKBP patupa 4, M i jala molo boi, gabe sitiruon di angka donganta saripe, sabagas, hombar jabu nang tu angka na di humaliangta be, dalanta gabe pasupasu tu portibi on. Dung tapuji Tuhanta siala ni pandonganionNa tu hita di taon 2020 i, manatap ma hita tu jolo. Somal do tapasungkunhon di bona ni ganup taon sungkunsungkun na mangihut on: Songon dia do ulaning ngolunta marsasahalak di taon 2021 on? Songon dia ma hita mandalanhon ngolunta asa boi tadungdung na tatahi, dapot na niluluan, jumpang na jinalahan di taon 2021 on? Songon dia ma hita angka na porsea di Kristus Jesus na marsaor di bagasan Huria Kristen Batak Protestan patupahon ulaon ni huria i di taon 2021 on di tirket hatopan, distrik, ressort, huria nang pospos Pekabaran Injil, songon i nang di lembaga na tahobasi di hatopan nang di ganup huria, nang di ngolunta marsadasada? Dna.

 

Di tongatonga ni panungkunion na songon i, di bagasan sadari on hata ni Debata na mamanghulingi hita ndang apala pangajarion manang sosososo taringot tu dia ma sipatupaonta jala songon dia hita mangolu di taon on songon angka ruas ni HKBP na denggan marsaor, manindangi dohot marasi ni roha. Jala ndang hataNa na manguhumi hita na mura madabu tu bagasan dosa on ia hataNa tu hita sadari on. Alai apala hata pasupasu do dipasahat Ibana tu hita di bagasan sadari on, di na tapaadopadop bohinta tu Ibana di bagasan tangiangta, Debata mual ni pasupasu i.Ai apala Debata mual ni pasupasu i na masumasu hita sadari on i do na manghatai dohot hita sadari on jala mamasumasu hita. Ai apala hata pasupasu pinasahatNa tu bangso pinillitNa i marhite Malim Aron na jolo i do hataNa tu hita sadari on. Hata pasupasu pinasahat ni Malim Aron i nunga gabe hata pasupasu pinasahat 26 ni Debata tu hita ganup, sundut na tumua dohot na umposo, i ma hita na marsaor di HKBP na tahaholong i, huria ni Kristus Jesus pinajongjongNa lobi 159 taon na salpu i dohot pinarmudumuduNa sahat tu partingkian digital dohot pandemic Covid 19 di tingki on. Hata pasupasuNa i dipasahat tu hita di HKBP marhite angka naposoNa, angka pandita: “Sai dipasupasu jala diramoti Jahowa ma ho! Dipasondangkon Jahowa ma bohiNa tu ho, jala asi ma rohaNa mida ho! Didompakhon Jahowa ma bohiNa tu ho jala dipasaorhon ma dame tu tondim.” Ndang tagamon so las rohanta, pir tondinta, tamba gogonta, hiras rohanta jala hirpas langkanta dung tabege, tarimangrimangi, tajangkon, taauhon, tahaporseai jala tahaposi hata pasupasu sian Tuhanta i. Ganup do hita saleleng on naung tarpasupasu siala ni hata pasupasu naung tajangkon sian Ibana marhite angka naposoNa. Asa lam tangkas di hita tuanta na pinasupasu ni Debata sasada mual ni pasupasu i, denggan do patorangon onomsa hata pasupasuNa i tu hita ganup:

 

·      Parjolo, Debata mamasumasu hita. Di Bibelta i ia na hinangkam ni hata ‘pasupasu’ ndang pejek (Indo: sempit), alai hibul sahibulhibulna, komprehensif, holistik, jala integratif (partondion, psikologis, sinadongan na marragam i, parsaoran/relasional, sosial, politis, dna.). Dohot do dihangkam hata ‘pasupasu’ i pinompar (1 Musa 28: 3), sinadongan (1 Musa 24: 35), tano (1 Musa 48: 3), hahipason (5 Musa 7: 12-15). Alai dohot do nang angka na asing na so hagoaran hita dison isara habisuhon nang angka innovasi, kreatifitas dna. Ala ni i, unang ma tapapejek pasupasuNa i tu hita, alai jangkon ma di tondim pasupasuNa i tu hita sadari on nang di taon on nang dung i. Unang oloi pangantusion na papejek pasupasuNa i tu hamu. Jangkon. Halashon ma. Puji ma Ibana.

 

·      Paduahon, Debata mangaramoti hita. Marhite angka dalanNa na boi dohot na so boi antusanta, adong marhite angka hajamotonta sandiri, adong marhite angka na mangula di keamananta di negaranta nang angka na patimbo imunitas ni pamatangta, adong marhite angka na di duru di 27 hatauonta nang di partingkian digital on, ramotan ni Debata do hita taon on tarlumobi di partingkian dohot inganan na digohi angka ancaman, na tarida dohot na so tarida hita. Jangkon jala halashon ma pangaramotionNa di ngolum di taon on (Patudos Psalmen 91: 1-12). Tangiangta, diramoti ma tong bangsonta maradophon angka sipartahi hajahaton na naeng manggaori dohot manusai ngolu ni negaranta.

 

·      Patoluhon, Jahowa pasondangkon bohiNa tu hita ganup. Na nidokna i ma Ibana sandiri pasondangkon na denggan, lambas ni roha marhite haroroNa sandiri na digombarhon marhite hata ‘bohiNa’. Jotjot do hata pasondangkon bohiNa on digombarhon di Bibelta i di bagasan parngoluan (konteks ni ngolu) na tongon mangadopi hasusaan, hagogotan (Psalmen 31: 17, 80 : 4, 80 ; 20). Disi ma ro Ibana paluahon. Ndang tagamon malua ngolunta sian angka na songon i di taon on. Alai tapapos ma rohanta na paluaonNa do hita marhite na Ibana sandiri ro paluahon hita. Ganup do ra hita nunga manghilalahon i. Dipalua ma angka hita on/donganta/sisolhota sian sahit Covid 19 i nang sian ragam mara na naeng manusai ngolunta.

 

·      Paopathon, Debata marasi ni roha mida hita. Ndang adong hita na lias sian dosa, na so marhagaleon. Alai sadari on, marasi ni roha do Ibana mida hita. Ndang dibaloshon angka dosa nang hahuranganta i di taon na salpu i. Di bagasan ulaon ni Jesus Kristus do i dipatupa Ibana sasingkopsingkopna. Ndang diuhum Ibana hita sadari on alai diasii do.

 

·      Palimahon, Debata mandompakhon bohiNa tu ho/hita. Hata ‘mandompakhon’ patuduhon na di tongatonganta do Ibana. Ia hadir. Molo ditundalhon Ibana do bohina sian hita ro ma angka hasusaan tu tongatonga ni ngolunta (Psalmen 13: 2). Alai molo didompakhon bohiNa saut ma palumehononNa pasupasuNa tu hita, tu keluarganta, tu hurianta, tu bangsonta.

 

·      Paonomhon, Debata pasaorhon dame (Heber: Syalom)-Na, i ma haluaon na hibul, i ma na malua sian mara, sian hajahaton, sian hapogoson na sumalin, dohot haluaon na marhatigoran. Damai yang adil.

 

Ala songon i do hape bagas dohot bidang ni pasupasu ni Debata na tajalo sian Debata di ganup panombaon manang parmingguonta di bagas joroNa dohot di inganan na asing, isara di parsikolaan, nang di jabu ala so adong dope godung garejana dohot ala ni Covid 19, mansai ringkot hita di bona ni taon on manghamauliatehon pasupasu ni Debata, pangaramotionNa, sondang ni bohiNa, asi ni roha nang dameNa. Jangkon ma i sadarion nang di ariari na ro on di taon 2021 on. Topot tongtong Ibana di bagasan parmingguon rap dohot angka donganta sahaporseaon, ai disi do Ibana pasahat pasupasuNa marhite angka naposoNa. Unang ma gabe mansohot hita mandohoti parsaoran panombaon tu Ibana, di gareja secara terbatas, jala unduk tu Protokol Kesehatan, nang di jabunta be ala dipatupa pamarentanta pembatasan marpungu di angka inganan parsaoran ni natorop, ai disi do hita manjangkon pasupasuNa siala ni marragam sidalian. Ai nang di partingkian Covid 19 on tarbahen hita do mardonganhon internetisasi, patupa ibadah on-line, streaming dohot na asingna i manjangkon pasupasuNa ai disi do hita manjangkon pasupasuNa marhite angka naposoNa. Amen.

 

Selamat Taon Baru ma di hita sude Tabe mardongan tangiang

HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

Ephorus HKBP

 

Pdt. Dr. Robinson Butarbutar

RENUNGAN MINGGU SEPTUAGESIMA 31 JANUARI 2021 Lukas 4:31-37

 

KUASA FIRMAN TUHAN

(Lukas 4:31-37)



Tidak semuanya yang baik/kebaikan seseorang diterima bagi semua orang, ada saja yang menolaknya dan bahkan kejelekan seseorang pasti ada juga yang menerima dan membelanya. Tetapi orang bijak dan berhikmat, pasti akan dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Orang berhikmat tidak akan serta merta menerima dan mengakui/membenarkan segala informasi/pengajaran yang dia dengarkan. Dan orang yang berhikmat akan menyampaikan pengajarannya dengan baik dan dapat menjangkau segala pergumulan dan persoalan kehidupan manusia.

Yesus ditolak di Nazaret, akhirnya Yesus pergi ke Kapernaum untuk mengajar banyak orang. Ada banyak orang yang kagum mendengar Yesus berkhotbah, karena perkataan Yesus sangat berkuasa (32); kuasa pengajaranNya tidak saja hanya melingkupi kehidupan sehari-hari, tetapi juga menembus kuasa kegelapan. Ada banyak orang yang hadir, mendengarkan Yesus; dan bahkan roh jahat juga hadir di dalam rumah ibadat mendengar dan melihat Yesus berkhotbah. Dan bahkan roh jahat itu juga mengenali Yesus: ”Orang yang kudus dari Allah“. Itu sebabnya ia sangat ketakutan dan tidak berdaya ketika Yesus menghardiknya. Kehadiran roh jahat ke dalam rumah ibadat bukanlah untuk mendengarkan apa yang Yesus ajarkan, akan tetapi adalah untuk mengalihkan perhatian orang banyak, mengacaukan keadaan/ketenangan beribadah, menghalangi orang banyak, untuk tidak mendengarkan Firman Tuhan.

Dalam hal ini Yesus mau menegaskan bahwa Yesus tidak pernah menginginkan sebuah pengakuan palsu, yang penuh kemunafikan tentang siapa Yesus; ketika roh jahat itu mengakui bahwa Yesus adalah yang Kudus dari Allah; Yesus menghardiknya dan mendiamkannya, karena Yesus tidak hanya menginginkan sebuah pengenalan/pengakuan, akan tetapi adalah penyerahan diri dalam ketaatan dalam iman. Yesus inginkan sebuah pengakuan oleh karena iman, bukan karena kebiasaan, bukan karena keterpaksaan, atau mencari pujian dari orang banyak. Iman akan Yesus adalah penyerahan diri. Pengakuan roh jahat akan Yesus, bukanlah karena ia percaya/beriman kepada Yesus, tetapi karena takut diusir; tetapi pengakuan iman orang percaya kepada Yesus adalah karena ketaatan dan penyerahan diri; dan karena pengenalan yang sungguh akan kuasa kasih pengampunan dan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Biarkan Roh Kudus berkuasa dalam diri kita, biar kuasa Firman Allah semakin nyata dalam hidup dan kehidupan kita. Amin. Selamat hari Minggu. (HS).

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...