Selasa, 12 Mei 2020

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA RABU-KAMIS, 13-14 MEI 2020

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA
DI RUMAH MASING-MASING ANGGOTA JEMAAT
PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB)
COVID-19
HKBP PONDOK GEDE
RESORT PONDOK GEDE
Rabu, 13-14 Mei 2020

(P: Pemimpin Kebaktian ; R: Anggota Keluarga)


1. Marende BE. HKBP No. 161: 1-2 Tangihon Anggukanggukhon BL 133 G=Do

1. Tangihon anggukanggukhon, asi rohaM Jahowa.
Mansai tarponjot rohangkon, dibaen godang ni dosa.
Tung sura dibaloshon Ho, luhut na sala dompak Ho,
Tung ise tartahansa.

2.  Ai holan asiasiM i patupa paruntungan.
Indada pambaennami i, tung pe marhasurungan.
Sipuji diri talu do, ingkon mabiar mida Ho, sude marhuhuasi.

(BN. HKBP)

Tuhan dengar ratapanku, kasihanilah aku.
Amatlah gundah hatiku, sebab banyak dosaku.
Jikalau dalam murka-Mu, Engkau membalas dosaku,
Aku tak dapat hidup.

Hanya kemurahan-Mulah, memb’riku pengampunan
Kalaupun ada baktiku, tak menghapus dosaku
Memuji diri tersungkur, semua harus bersyukur
Dan sujud menyembah-Mu

2. Agenda (A.X.5-D.VIII/29)

P:       Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.  Amin.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kau mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku. Haleluya!


(Marilah kita berdoa:)

Ya Tuhan Allah Bapa yang Mahakuasa Hanya karena kasih-Mu kami sekarang dapat berkumpul dan berdoa kepada-Mu. Dalam Firman-Mu Engkau berjanji bahwa di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Mu di situ Engkau ada di tengah-tengah mereka. Ya Tuhan, genapilah janji-Mu, dengarlah doa permohonan kami ini. Berilah kami hidup yang layak dan pengetahuan akan kebenaran-Mu serta pengharapan akan hidup yang layak, di dalam Anak-Mu Yesus Kristus, Tuhan kami.

R:       Amin.

3. Membaca 1 Tawarikh 17: 16-27

P:         Marilah kita mendengarkan Firman Allah untuk Minggu ini, sebagai bacaan pada Kebaktian ini yang tertulis pada Kitab Satu Tawarikh 17: 16-27 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

R:         Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.

P:         Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini?

R:         Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu.

P:         Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.

R:         Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya,

P:         Untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?

R:         Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.

P:         Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.

R:         Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.

P:         Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.

R:         Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.

P:         Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya." Demikianlah pembacaan Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.

R:       Amin.

4. Marende BE. HKBP No. 750: 1 Tu Tondingkon o Jesus F=Do

1.     Tu tondingkon o Jesus patolhas hataM i.
Asa sonang rohangku, unang sai ganggu i.
Rohangkinon dohot tondingkinon naeng tumangihon ho.
Dison do au, naposoM on rade tumangihon Ho.

(BN. HKBP)

Di hatiku ya, Yesus, taburkan firman-Mu.
Agar tent’ram hatiku, dan hilang kuatirku.
Di hatiku, juga jiwaku, Tuhan berfirmanlah.
‘Ku berserah, kepada-Mu, ya, Tuhan berfirmanlah

5. Khotbah: Lukas 18: 1-8

P:       Firman Tuhan Khotbah pada Kebaktian Keluarga ini dari Kitab Injil Lukas 18: 1-8 mengatakan:

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.

Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Demikian Firman Tuhan!

Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

Pada zaman Perjanjian Baru, laki-laki dengan perempuan berbeda di dalam hukum. Perempuan jarang muncul di pengadilan. Apalagi seorang janda. Namun Janda itu selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Apa yang terjadi? Bacaan itu mengatakan bahwa janda itu menyusahkannya, dan dia tampaknya berpikir bahwa “Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Tampaknya maksud Yesus adalah bahwa kita harus berdoa dan berdoa dan berdoa dan berdoa dan jangan pernah berhenti berdoa sampai kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Perumpamaan ini juga memaparkan doa yang disambut oleh Allah. Kita haruslah mengerti tentang doa dan cara berdoa orang-orang Farisi dan pemungut cukai.

Orang Farisi dibuat sebagai contoh orang saleh dalam budaya masa itu.  Orang-orang Farisi adalah anggota kelas imam dan sangat dihormati di masyarakat; mereka berpuasa dua kali seminggu dan memberi perpuluhan penghasilan mereka serta sepersepuluh dari sedekah. Mereka menganggap diri mereka benar dan doa-doa mereka kepada Allah hanya didengar oleh Allah.

Kemudian pemungut cukai, golongan yang paling dibenci dalam komunitas Yahudi atau Romawi. Mereka ditugasi oleh pemerintah berdaulat untuk memungut pajak dari rakyat. Tapi, mereka tidak dibayar untuk melakukan itu, jadi untuk mendukung keluarga mereka, mereka akan mengumpulkan di atas apa yang diperlukan pemerintah sehingga mereka bisa memberi makan keluarga mereka. Menjadi pemungut cukai pada dasarnya memberi mereka izin untuk mencuri - dan semua orang tahu itu. Itulah satu-satunya cara di mana mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Kaum Farisi dan pemungut cukai, sama-sama berada di Bait Allah untuk berdoa, bukan karena kewajiban, tetapi karena mereka merasa perlu untuk berdoa kepada Tuhan. Tapi di sinilah kesamaannya berakhir.

Orang Farisi itu berdiri agak jauh dari tempat semua orang berdoa di tempat yang bisa dilihat semua orang, memegang dirinya dengan tegak dan anggun. Dia yakin bahwa dia jauh lebih baik daripada pemungut cukai miskin dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa dia bukan bajingan atau pencuri atau pezina atau bahkan pemungut cukai. Dia memuji keluhuran dan kebajikan Allah: dan semua ketaatannya mematuhi semua hukum.

Kemudian berbeda dengan pemungut cukai, berdiri jauh dari orang-orang lain di Bait Allah, khususnya dari orang Farisi. Dia tahu dia hina, dan dia sangat malu karena itu dia bahkan tidak bisa mengangkat tangan atau matanya kepada Tuhan dalam doanya, seperti kebiasaan orang berdoa. Dia merasakan malu dan berseru kepada Tuhan agar berbelas kasih kepadanya, seorang pendosa yang tidak layak. Doa pemungut cukai adalah salah satu dari kerendahan hati dan pertobatan atas apa yang telah ia lakukan. Dia tidak bisa melihat ke atas karena berat dosanya membebani kepalanya. Dia berdoa sangat pendek: "Ya Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa". Dia mungkin telah mengulangi doa ini berulang kali, bahkan mencatat dosa-dosa yang telah dilakukannya. Dan doanya dijawab oleh Tuhan.
Khotbah kita tentang Tuhan Yesus membahas perumpamaan tentang hakim yang tak benar dan membandingkannya dengan perjalanan kekristenan kita. Sang janda tidak memiliki sedikit pun kedudukan dan tidak dianggap oleh hakim. 

Namun kita sekarang ini, masing-masing memiliki kedudukan yang baik dengan Tuhan. Kita adalah umat pilihan-Nya. Dia mengorbankan Anak-Nya satu-satunya untuk kita. Bagi kita itu berarti bahwa Tuhan menghargai kita. Tuhan mencintai kita. Yesus berkata jika hakim yang mementingkan diri sendiri ini menemukan cara untuk memberinya apa yang pantas untuk janda itu. Apalagi Tuhan yang kepada-Nya kita berdoa secara terus-menerus, dan dengan penyesalan dan kerendahan hati. Doa adalah ungkapan iman di mana kita meminta Tuhan untuk campur tangan dalam kehidupan kita dengan pemahaman; bahwa Tuhan dalam kehendak-Nya dan kebijaksanaan-Nya yang sempurna dapat menjawab atau menunda atau menolak permintaan kita. Amin.

Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan Allah Bapa kami yang di surga! Engkaulah yang memberikan kehidupan kepada semua ciptaan-Mu. Memeliharanya hari demi hari hingga saat ini. Kami berkumpul di sini dan memohon pada-Mu: Ampunilah dosa kami dan juga dosa teman kami. Janganlah membalaskan perbuatan kami yang kurang, kepada kami. Kiranya kasih-Mu yang mengatasi segenap kekurangan kami. Tolonglah kami Tuhan untuk tetap kuat dan selamat dari Virus Corona (Covid-19). Tolonglah bangsa-bangsa di dunia. Tolonglah kami di negara kami Republik Indonesia di bawah pimpinan Presiden kami bapak Jokowi dan semua yang membantunya, TNI, Polri, para medis, sukarelawan untuk kuat dan berhasil mengatasi kesulitan dampak pandemi Virus Corona (Covid-19). Dan solusi pasca pandemi Virus Corona (Covid-19) nantinya. Hiburkanlah keluarga para korban Virus Corona di mana pun mereka berada. Berilah setiap rakyat Indonesia hati yang mau taat kepada kebijakan yang diterapkan pemerintah di tempatnya masing-masing tujuan memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Berilah kekuatan dan kesembuhan kepada jemaat gereja-Mu yang sedang dalam perawatan karena sakit: St. RCh. Hutasoit, Martinus Hutasoit, Yanti Hutasoit, Javiktor Pasaribu, Ny. St. T. Siringoringo br. Manullang, Ny. T. Marpaung br. Nababan, Ny. Siregar br. Simamora, Simatupang, Ny. Lumbantungkup br. Sinaga. Berilah kami apa yang kami perlu untuk hidup sehat seperti yang Engkau inginkan. Kasihanilah kami Tuhan berilah kami selamat, di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.


6. Marende BE. HKBP No. 487: 1 Tung Halak na Margogo BL 329 D=Do

1.     Tung halak na margogo sipartangiang i.
Dokdok pe sitaonon ndang olo talu i.
Pos situtu rohana di Debatana i.
Tuhanna manaluhon sude pangalo i.

(BN. HKBP)


Tekun di dalam doa, besar kuasanya
Walau berat cobaan, tak pernah menyerah.
Penuh kepercayaan, kepada Tuhan-Nya.
Tuhan yang menaklukkan, semua musuh-Nya.

7. Tangiang Sian Sada Halak Anakhon

8. Marende BE. HKBP No. 695:1-2 Jesus Tuhanku di Ho ma Au on G=Do
     (Pelean 1-2)

1.     Jesus Tuhanhu di Ho ma au on, asa mangihut tu Ho au tongtong.
Gohi rohangku ingani au on, sonang di Ho tongtong.
O Tuhan togu ma au, o Tuhan togutogu ma au.
Gohi rohangku ingani au on, sonang di Ho tongtong.

2.     Mansai godang do pardangolanhi, tagan so Jesus dope tohaphi.
Disesa Jesus sude dosangki, gok dame rohangki.
Asi roha-Na di au, tongtong asi roha-Na di au.
Disesa Jesus sude dosangki, gok dame rohangki.

(BN. HKBP)

Aku milik-Mu Yesus Tuhanku. Aku mau tetap setia pada-Mu.
Curahkan Roh-Mu dalam diriku. Damai bersama-Mu.
Pegang tanganku Tuhan. Peganglah tanganku ya, Tuhan.
Curahkan Roh-Mu dalam diriku. Damai bersama-Mu.

Tak terkatakan pergumulanku, sebelum Yesus jadi milikku.
Yesus menghapus semua dosaku, damai di hatiku.
Kasih setia Tuhanku. Kasih setia Tuhan padaku.
Yesus menghapus semua dosaku, damai di hatiku.

9. Tangiang Sian Natoras

10. Marende BE. HKBP No. 747: 1-2 Sai Hunangkohi Dolok i G=Do (Pelean 3)

1.     Sai hunangkohi dalan i, dalan na marmulia i.
On do tongtong tangianghi, Tuhan patongtong langkangki.
Sai togutogu au Tuhan, baen lam solhot tu lambung-Mi.
Tu inganan-Mu na tongam, sai lam patongtong langkangki.

2.     Ndang olo au di na holom, hot di ganggu ni roha i.
Sai tong masihol rohangkon, tu inganan na timbo i.
Sai togutogu au Tuhan, baen lam solhot tu lambung-Mi.
Tu inganan-Mu na tongam, sai lam patongtong langkangki.

(BN. HKBP)

Aku berjalan berlelah, mendaki jalan mulia.
Tetap doaku inilah: “Tuhan mantapkan langkahku.”
Ya Tuhan bawa diriku, makin dekat kepada-Mu.
Ke tempat tinggi Surga-Mu. Tuhan mantapkan langkahku.

Aku tak mau di dalam g’lap, di dalam bimbang dan resah
Yang selalu ‘ku rindukan, tempat tinggi-Mu ya Tuhan
Ya Tuhan bawa diriku, makin dekat kepada-Mu.
Ke tempat tinggi Surga-Mu. Tuhan mantapkan langkahku.


11. Doa Persembahan – Bapa kami – Berkat

Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan:

Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembanan umat-Mu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepada-Mu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin .

Marilah kita bersama-sama mengucapkan Doa Bapa kami:

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

12. Berkat

(Jika Majelis Tahbisan yang memimpin Ibadah baiklah ia memberi berkat ini. Jika tidak, langsung menyanyikan: Amin…)

P:       Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus kiranya beserta dengan kita sekalian. Amin.

13. Menyanyikan: Amin, amin, amin!

Persembahan boleh dikirimkan ke:
1. Rekening Britama Cab. Pd Gede No. 03850100063056
2. Tabungan BNI No. 1919667770

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...