Selasa, 17 Maret 2020

RENUNGAN MINGGU LETARE, 22 MARET 2020


SUKACITA DALAM TUHAN

(Mazmur 69: 30-37)




P
ernahkah Anda mengalami hampir tenggelam? Saya ingat ketika masih kecil, berenang di salah satu sungai memakai ban dalam yang besar, saat itu ban tersebut berguling dan mendorong wajah saya ke air sehingga saya tidak bisa mengangkat kepala. Saya tidak bisa bergerak maju atau mundur dan wajah saya di bawah air. Ada perasaan mengerikan bahwa saya tidak akan bisa membebaskan diri saat itu.

Di beberapa kejadian pernah terjadi ketika seseorang dicurigai melakukan kejahatan, atau tertangkap basah melakukan kejahatan kelompok lain main hakim sendiri. Menangkap orang itu, mengikatnya, dan melemparkannya ke sungai. Air sungai akan menenggelamkan tersangka tersebut. Tidak ada pengadilan, tidak ada penjara, sungai deras akan berarti menjadi solusi cepat untuk menyelesaikan masalah?



Daud mendapati dirinya dalam situasi seperti ini. Walau dia tidak sedang diikat dan dilemparkan ke sungai yang mengamuk, tetapi tuduhan dan gejolak emosional dan spiritual telah mendorongnya memahami dirinya ke titik di mana ia merasa tenggelam. “Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat bertumpu; aku telah terperosok ke air yang dalam, gelombang pasang menghanyutkan aku.” (ay.3).

Masalah yang dihadapi Daud bukanlah karena perbuatannya sendiri, dan bukan pula karena dia melulu bersalah, meskipun dia adalah seorang berdosa. “Orang-orang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.” (ay.5). Daud merasa hidupnya tidak terkendali.

Kadang-kadang kita bisa merasakan hal yang sama. Sungai-sungai kehidupan yang jahat, lumpur kehidupan mungkin merongrong kita dalam kejadian sehari-hari kita, air yang dalam dan banjir (ekstremnya kehidupan) yang mendekati, sering kali menyalip kita, merupakan akibat dari keadaan di luar kendali kita. 

Kita harus menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan dalam hidup. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain, dan terkadang kita tidak bisa mengendalikan keadaan sekeras apaun kita mencoba.

Ingat, Tuhan memegang kendali! TUHAN mendengarkan… Sebab Allah akan menyelamatkan orang-orang yang mencintai nama-Nya. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1Pet.5:7). Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...