Sabtu, 14 Maret 2020

IKAT JANJI PERKAWINAN (MARTUMPOL) ANDREAS MIKHAIL PARDAMEAN MANURUNG DAN SANTA ULLY BORU SILITONGA

TATA KEBAKTIAN
IKAT JANJI PERKAWINAN (MARTUMPOL)

ANDREAS MIKHAIL PARDAMEAN MANURUNG
DAN
SANTA ULLY BORU SILITONGA

Sabtu, 14 Maret 2020 Pukul 10.30 WIB






I.   Pra Ibadah

1.    Persiapan di ruang konsistori (Kedua Calon Pengantin, Orangtua dan Majelis gereja berdoa bersama)

2.    Calon Pengantin dan keluarga memasuki gedung gereja

I.     Ibadah  (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.    Bernyanyi KJ. No. 3: 1-2 Kami Puji Dengan Riang G=Do

1. Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b’ri sinar-Mu menyerap.
          
---jemaat berdiri---

2. Kau memb’ri, Kau mengampuni,
Kau limpahkan rahmat-Mu
Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milik-Mu
Agar kami menyayangi, meneladan kasih-Mu.

2.    Votum, Introitus, Doa (L= Liturgis; J= Jemaat)

L:   Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu
J:    Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu

L:   Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Haleluya! (Marilah kita berdoa:) Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang bertakhta di surga. Terima kasih Tuhan, karena Engkau membimbing kedua Calon Pengantin hendak berjanji di hadapan-Mu. Mereka berdua akan berjanji untuk menikah sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami mohon agar Tuhan berdiam dalam hati mereka, sehingga janji yang hendak mereka ikrarkan diikat oleh kasih dan kehendak-Mu. Berkati mereka agar pernikahan mereka kelak membawa sukacita dan kebahagiaan bagi mereka berdua, gabi keluarga, dan juga menjadi berkat bagi masyarakat serta jemaat-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami berdoa.

J:    Amin.     ---jemaat duduk---

3.    Koor/VG/Solo:

4.    Bernyanyi KJ. No. 457: 1+4 Ya Tuhan, Tiap Jam As=Do

1. Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukan-Mu
Engkau yang memb’ri sejahtera penuh
Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan
Ku datang, Jurus’lamat berkatilah

(Calon Pengantin dan orangtua berdiri di tempat)

4. Ya Tuhan tiap jam ajarkan maksud-Mu
B’ri janji-Mu genap di dalam hidupku
Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
Ku datang, Jurus’lamat berkatilah

5.    Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan/ Pernikahan

6.    Penegasan terhadap Calon Pengantin dan orangtua

7.   Penandatanganan Berita Acara Ikat Janji    Perkawinan

7.1.  Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan
7.2.  Orangtua Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan
7.3.  Saksi dari pihak Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan
7.4.  Majelis Gereja Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan
7.5.  Pelayan Ikat Janji Perkawinan
7.6.  Pemberitahuan

7.    Koor/VG/Solo:

8.    Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 Ya Yesus ‘Ku Berjanji F=Do

(Calon Pengantin menuju altar)

Ya Yesus, ‘ku berjanji setia pada-Mu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat

9.    Tukar Cincin

 Calon Pengantin Laki-laki:
Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.

Calon Pengantin Perempuan:
Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.

(Calon Pengantin kembali ke tempat duduk)

10. Koor/VG/Solo:

11.  Bernyanyi PKJ. No 285: 1 Bila Badai Hidup Menerpamu Es=Do

Bila badai hidup menerpamu
Dan cobaan pun datang mengganggu
Hanya satu janji harapanmu;
Ya janji Tuhanmu, pegang teguh.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh
Pegang selalu janji Tuhan,
Jangan lepaskan walau siang atau malam
Enyahlah takut atau bimbang:
Tuhanlah pemilik hidupmu, hidupmu.
Biar gunung-gunung pun beranjak,
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan
‘kan melindungi tetap teguh,
 ‘kan melindungi tetap teguh.

12. Khotbah

2 Timotius 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
(Ai dilehon Debata do tu hita tondi hagogoon, tondi haholongon, tondi pangarajaion diri, ndada tondi hatahuton.)
Saudara Andreas Manurung dan Santa boru Silitonga, sebelum anda berdua menerima ucapan selamat berbahagia, selamat menempuh hidup baru hari, sebelumnya ada berapakali anda mengucapkan selamat berbahagia kepada teman-teman anda yang mendahului anda kawin?
Apa sebenarnya ukuran kebahagiaan? Siapa yang dianggap berbahagia?
Untuk banyak orang, ukuran kebahagiaan adalah mempunyai. (3H: Hamoraon-Hagabean-Hasangapon) Yang dianggap berbahagia adalah mempunyai pacar, uang, suami, istri, cucu, rumah, dsb. Anggapan tersebut tentu saja dipertanyakan kebenarannya. Apakah setelah mempunya pacar, suami… orang otomatis menjadi lebih bahagia ketimbang sebelum bersuami?
Sebuah cerita, konon kebahagian seperti seseorang hendak menangkap Kupukupu. Semakin dikejar Kupukupu terbang dan terbang, hinggap di daun, hinggap di ranting. Jika kita berdiam diri duduk tenang, Kupukupu bisa hinggap di pundak atau di rambut kita.

Tuhan Yesus menurut Alkitab mempunyai ukuran yang berbeda dari yang lazim tentang kebahagian. Dalam Khotbah di bukit, Tuhan Yesus menyebutkan beberapa ciri kebahagiaan. Yang dianggap bahagia oleh Tuhan Yesus antara lain:
·      “orang yang ingin sekali melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah” (Mat.5:6)
·      “orang yang kasihan terhadap orang lain” (7);
·      “orang yang murni hatinya” (8)
·      “orang yang berusaha mengadakan perdamaian dia antara manusia” (9).
·      Kisah para Rasul 20: 35 "Martuaan do na mangalehon sian na manjalo!".

Jadi menurut Tuhan Yesus, orang yang berbahagia bukanlah orang yang mempunyai, melainkan sebaliknya, orang yang memberi, yaitu memberi dirinya kepada Tuhan dengan jalan melakukan kehendak Tuhan, dan memberi dirinya kepada orang lain dengan jalan mengasihi atau membawa damai. Anda berdua berbahagia, karena memilih untuk saling memberi!

Saudara Andreas Manurung dan Santa boru Silitonga: nas firman Tuhan sebagai dasar membangun rumah tangga anda berdua adalah: menerima dari Tuhan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban, dengan pemahaman:
1.    Perkawinan adalah satu kehendak Tuhan bagi manusia. Sejak manusia diciptakan di Taman Eden, Allah menetapkan bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej.2: 24). Kalimat ini dikutip Tuhan Yesus ketika orang Farisi datang kepada-Nya dan menanyakan apakah mereka boleh menceraikan istrinya dengan suatu alasan? (Mat.19: 3) Jawaban Yesus Telak: Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Perkawinan bukan inisiatif manusia, tetapi dari Allah, maka tidak ada yang dapat mengugat apa yang dilakukan Allah.
2.    Allah menetapkan segala sesuatu berdasarkan anugerah, bukan berdasarkan bakat-bakat pribadi. Andreas Manurung dan Santa boru Silitonga! Pahamilah apapun pekerjaan, apapun keterampilan yang yang berdua miliki sekarang, itu hanya sebagian kecil dari apa yang hendak Allah akan berikan kepada Anda, karena itu milikilah: roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Andreas Manurung dan Santa boru Silitonga. Janganlah memimpin keluarga dengan otoriter (kekuasaan), tetapi meneladani Kristus dengan semua kebaikan-Nya. Sebagaimana dalam nas ini, Rasul Paulus menasihatkan Timotius muda, anak rohaninya agar mempercayakan apa yang telah ia peroleh dari Paulus membagikannya kepada orang lain. Membagikan kepada orang lain apa yang kita terima dari Tuhan, supaya anda berdua dan keluarga Manurung-Ambarita dan keluarga Silitonga-Simanjuntak mampu melakukan itu, milikilah kasih Tuhan: roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Amin.


13. Bernyanyi KJ. No. 393: 1-3 Tuhan, Betapa Banyaknya G=Do
        {persembahan I (huria) & II (sosial)}

1. Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi
Ref.:    T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

2. Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
     Berkat terindah ialah:’ku jadi anak-Mu
Ref.:    T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

--------musik-------

3. Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya
     Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya
Ref.:   T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

14. Doa Penutup (Jemaat berdiri)
      
II.           Kata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Pengantin

III.          Bersalaman

(Calon Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...