Selasa, 31 Maret 2020

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA Rabu-Kamis, 25-26 Maret 2020 Pukul 20.00 WIB


ACARA KEBAKTIAN KELUARGA
HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE
DISTRIK 19 BEKASI
Rabu-Kamis, 25-26 Maret 2020 Pukul 20.00 WIB




1. Marende BE. HKBP No.23: 1-2 Jesus Hami Ro Dison (BL 78)

1. Jesus hami ro dison asa masihangoluan.
I pe ro ma Ho tuson jala baen ma pardomuan
Ni TondiM tu tondinami unang mampar rohanami.

2. Holom rohanami be, nang parbinotoannami.
Molo so ro Tondi-Mi manondangi rohanami.
Ingkon Ho do paturehon dalannami sidegeon.

2. Agenda (A.VI/B.5-D.V/20)

Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.  Amin.

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! Maka aku dapat pergi ke Mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! Haleluya!

Marilah kita berdoa:

Ya Allah Bapa yang ada di surga! Allah yang Mahapengasih! Kami sampaikan puji syukur dan terima kasih kepada-Mu, karena Engkau menyerahkan Anak-Mu yang Tunggal itu ke dalam kuasa dosa dan maut, supaya kami jangan binasa, tetapi beroleh kehidupan yang kekal. Tuhan Yesus Kristus telah menjadi Kebenaran dan Kekudusan kami, karena itu kasihanilah kami. Ampunilah kami karena korban yang kudus yang telah diserahkan-Nya untuk keampunan dosa kami. Dengarlah doa kami karena Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami.  Amin.

3. Marilah kita mendengarkan Firman Allah untuk Minggu ini, sebagai bacaan pada Kebaktian ini yang tertulis pada 2 Petrus 2: 1-3. Demikian Firman Tuhan:

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. Demikianlah pembacaan Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya. Amin.

4. Marende BE. HKBP No. 180: 1+3 Ro Tu Jesus ho na Loja (BL 228)

1.    Ro tu Jesus ho na loja, na maheu i.
Lam lumbang do di lambung-Na rohami.

2.     Timbang holong ni roha-Na na sai godang i.
Ai dilehon do hosan-Na tobusmi.

5. Firman Tuhan Khotbah pada Kebaktian Keluarga ini diambil dari Zepanya 2: 1-3.

Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN. Demikian Firman Tuhan!

Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

Perikop khotbah Zepanya 3: 1-3 adalah panggilan pertobatan. Tiga ayat ini sangat krusial dan penekanannya pada zaman Israel dahulu kala dan pada zaman gereja Tuhan sekarang ini. Pada ayat tiga “Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”

1. MENGAPA KITA PERLU MENDENGAR PANGGILAN INI

Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.

"Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya." Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.

Situasi ini terjadi pada kerajaan Yehuda pada masa Yosia. Di mana Yosia berusaha membawa umat Israel kembali pada kepatuhan kepada Allah dan melaksanakan reformasi peribadahan. Agar orang-orang mau berbalik dari berhala dan kembali kepada Tuhan. Karena itu, firman Allah datang kepada Zefanya dalam waktu dan budaya tertentu.
Ini menjadikan perikop ini penting, karena seperti yang telah kita lihat, surat ini berbobot, karena berasal dari Tuhan. Itu berbicara pada konteks spiritual dan politik tertentu, dan firman Allah juga datang kepada kita di zaman kita dengan pergulatan rohani tertentu saat ini. Realitas Hari Tuhan juga benar, dan kita masih menunggu hari Tuhan yang sesungguhnya. Lalu bagaimana kita memandang hari Tuhan? Ini adalah pertanyaan penting yang kita semua harus jawab, ketika kita membaca kitab Zefanya.

Zefanya 2: 1-3 dimulai dengan kata kerja ("Bersemangatlah dan berkumpullah") dan diiukuti dengan kata kerja kedua "Berdiam dirilah" (LOCKDOWN?) dari Zefanya 1: 7.
Ini adalah seruan untuk bertindak bagi bangsa Yehuda dan bagi kita sekarang ini. Sangat penting bagi kita untuk melihat ini, memberi tahu kita apa yang akan terjadi. Tuhan menawarkan sesuatu yang bisa orang Yehuda, dan kita lakukan lakukan untuk selamat dari kesulitan.

2. MENGAPA KITA PERLU MENGINDAHKAN PANGGILAN INI

Setelah memanggil Yehuda untuk berkumpul, Zefanya melanjutkan untuk menyebut Yehuda sebagai "bangsa yang tidak tahu malu-bangsa yang acuh tak acuh," (Zefanya 2: 1). Dalam Zefanya 1: 4-6,
“Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya."
Kita tahu bahwa ini bukanlah tuduhan yang tidak beralasan. Tetapi ketika kita membaca ini, jangan menjauhkan diri dan berpikir bahwa ini khusus untuk masyarakat kuno ribuan tahun yang lalu?

Kita harus melihat bahwa tuduhan yang sama yang Allah berikan kepada Yehuda adalah hal yang sama yang dapat Dia tunjukkan kepada kita hari ini?
Kita tidak dapat menyingkirkan diri kita dari perikop ini, dan kita tahu bahwa uraian tentang "bangsa yang tidak tahu malu-bangsa yang acuh tak acuh,"  ini juga adalah kita. Kita juga rentan terhadap pertobatan parsial dari hati dengan kesetiaan campuran. Seperti Yehuda pada waktu itu, sebagaimana kita hari ini, sering menyatakan iman kepada Tuhan tetapi masih berpegang teguh pada hal-hal dunia ini, seperti berhala dan kekuatan duniawi, harta benda, sex, kehormatan, kuasa dan kekayaan.

Perhatikan juga bahwa Zefanya memanggil mereka untuk berkumpul sebelum mengucapkan penghakiman atas mereka (Zefanya 2: 1). Cara itu ditulis dan dikatakan “Bersemangatlah dan berkumpullah” seperti cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan anak-anak yang telah melakukan sesuatu yang salah dan pantas dimarahi. Tuhan menyapa dosa sebagai komunitas! Dia tidak menyapa dosa individu demi individu. Tuhan tertarik pada kehidupan pribadi kita dan bagaimana kita hidup sebagai individu, tetapi Dia juga tertarik pada bagaimana umat-Nya taat dan hidup secara keseluruhan.

Ini membentuk cara kita berpikir tentang kehidupan kita hari ini juga. Kita adalah individu, tetapi kita juga dipanggil untuk hidup bersama sebagai umat Allah! Sebagai gereja-Nya!
Bagaimana perikop ini membantu kita berpikir tentang dosa dan penghakiman? Kita tidak terbiasa dengan gambaran tentang Tuhan yang membawa kehancuran dan penghakiman. Tuhan sangat adil dalam menghakimi kita! Dia tidak bisa mentolerir dosa! Dosa bukan hanya dosa terhadap satu sama lain, tetapi semua dosa pada dasarnya melawan Dia, ditandai dengan pemberontakan terhadap Dia. Tuhan tidak bisa begitu saja mengabaikan dan mengampuni dosa-dosa kita begitu saja karena walaupun Ia adalah Allah yang pengasih, Ia juga kudus. Jika kita tidak melihat beratnya dosa kita sendiri, kita tidak melihat perlunya penghakiman Allah atas kita.
Dan pada akhirnya, kita tidak akan melihat nilai Injil, nilai salib dan kesempurnaan penebusan Yesus Kristus menyelamatkan orang berdosa.
Zefanya 2: 2 mengulangi kata "sebelum" kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.

Kita juga, adalah bangsa yang berdosa, yang pantas untuk diadili atas dasar kekudusan-Nya. Keselamatan kita tidak didasarkan pada pekerjaan kita, tidak didasarkan pada pangkat dan jabatan kita, tetapi dalam kasih karunia dan belas kasihan-Nya. Dia menyediakan Kristus untuk menanggung hukuman dan murka atas nama kita. Apakah kita melihat Injil diterapkan janya untuk kita secara pribadi? Tidak! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh.3:16).

3. BAGAIMANA KITA DAPAT MENGINDAHKAN PANGGILAN INI (ZEFANYA 2: 3 ; 2 KORINTUS 7: 5-13)

Akhirnya dalam Zefanya 2: 3, kita melihat seruan untuk bertindak; “Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”
Zefanya memanggil orang-orang untuk "mencari Tuhan" dan juga untuk mencari kebenaran dan kerendahan hati. Mencari berarti menemukan untuk mendapatkan objek yang dicari seseorang. Dalam ayat-ayat ini, perintahnya adalah mencari Tuhan, kebenaran dan kerendahan hati. Bagaimana cara mendapatkan ini? Ini hanya mungkin kita temukan di dalam Kristus! Paulus berbicara tentang 2 macam kesedihan dalam 2 Kor 7: 5-13.

7:5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.
7:6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.
7:7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
7:8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,
7:9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.
7:10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
7:11 Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
7:12 Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.
7:13 Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya.
Ada kesedihan-dukacita (2 Kor 7:10). Kesedihan-dukacita mengarah pada pertobatan, tetapi Paulus juga menyatakan bahwa bagaimana Anda bersedih tidak hanya akan mempengaruhi bagaimana Anda bertobat, tetapi juga bahwa bagaimana Anda bertobat memengaruhi hasil dari pertobatan ini.
Panggilan untuk bertobat terselip di antara kata-kata penghakiman Zefanya. Kristus memanggil kita untuk bertobat! Dia mengulurkan tangan-Nya untuk menebus dosa-dosa kita! Dia mengenakan jubah kebenaran-Nya pada kita.
Sudahkah Anda percaya kepada-Nya dan yakin bahwa Anda telah ditebus dalam kebenaran-Nya? Dia memanggilmu hari ini! Yesus juga memanggil kita untuk terus menerus dalam pertobatan! Sangat penting bagi kita untuk hidup sesuai dan menurut Firman-Nya.

Biarlah kesedihan-dukacita sekarang ini membuat kita bertobat! Kembali seutuh-Nya kepada Tuhan. Mengasihi TUHAN, Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Amin.

6. Marende BE. HKBP No.723:1+3 Tu Jolom O Tuhan

1.    Tu joloM, o Tuhan sahat ma diringkon
Pangke ma au hombar tu lomoM.
Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au,
Diringkon ndang mararga be i.
Tung pogos pe dison manang sonang tahe
Marsigantung tu Ho sasude.
Holan Ho huihuthon ndang be diringkon,
Togutogu ma tu na ture.

3.    Tu joloM, o Tuhan tung marpadan do au
Ingkon Ho huihuthon tongtong.
Ai Huboto tangkas na martua do au
Nang muse dohot di ngolungkon.
Tung pogos pe dison manang sonang tahe
Marsigantung tu Ho sasude.
Holan Ho huihuthon ndang be diringkon,
Togutogu ma tu na ture.

7. Tangiang Sian Sada Halak Anakhon

8. Marende BE. HKBP No. 118:1- Paian ma di Hami (BL 6)
     (Pelean 1-2)

1.    Paian ma di hami o Jesus asi-Mi,
Asa tung unang hami diansi musu i.

2.     Paian Tuhannami hataM di hami be.
Asa martua hami nuaeng nang sogot pe.

3.     Paian sinondang-Mu ale panondang i.
Ambati ma na lilu di parjalangan i.

4.     Paian ma di hami tongtong panumpak-Mi.
Gandahon ma di hami asi ni roha-Mi.


5.     Paian panjangamu di hami naposoM.
Sai unang hami talu bahenon ni aloM.

6.     Paian ale Tuhan di hami burju-Mi.
Sai lehon hatongtongon padao ma jea i.

9. Tangiang Sian Natoras

10. Marende BE. HKBP No.214- Sonang di Lambung Jesus (BL 161)
       (Pelean 3)

1.    Sonang di lambung Jesus, sonang na ro tusi.
Unang be Ho mabiar lao mandapothon i.
Tongtong dijouhon Jesus: “Sai ro ma ho tu Au,
Tadinghon haholomon jala haposi Au.”
Sonang di lambung Jesus, sonang na ro tusi.
Unang be Ho mabiar lao mandapothon i.

2.    Sonang di lambung Jesus, rap hita lao tusi.
Inganan na umuli do di lambung-Na i.
Ai nunga diparade hasonanganta i,
asa marhasonangan na ro tu Jesus i.
Sonang di lambung Jesus, rap hita lao tusi.
Inganan na umuli do di lambung-Na i.

3.    Jesus haholonganhu, Jesus haposanhi.
Saleleng au mangolu, dohot di tingkingki.
Ndang be huhabiari angka pangago i,
Aai diramoti Jesus au hinophop-Na i.
Jesus haholonganhu, Jesus haposanhi.
Saleleng au mangolu, dohot di tingkingki.

11. Doa Persembahan – Bapa kami – Berkat

Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembanan umat-Mu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepada-Mu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin .

Marilah kita bersama-sama mengucapkan Doa Bapa kami:

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

12. Berkat (Bila dipimpin oleh Sintua berkat disampaikan, tetapi jika tidak, langsung menyanyikan Amin...)

Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus kiranya beserta dengan kita sekalian. Amin.

13. Menyanyikan: Amin, amin, amin!


Persembahan boleh dikirimkan ke:

  1. Rekening Britama Cab. Pd Gede No. 038501000630566
  2. Tabungan BNI No. 1919667770

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...