Jumat, 13 Agustus 2021

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA JUMAT 13 AGUSTUS 2021 PUKUL 19.30 WIB



 

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

DISTRIK XIX BEKASI

Jumat, 13 Agustus 2021


 

1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 4: 1-2 Sekarang B’ri Syukur (BL 148) F=Do 4/4

 

Sekarang b’ri syukur, kepada Tuhan Allah

Raja dan Khalikmu, seluruh jagad raya

Roh, tubuh, jwamu, muliakan nama-Nya

Berkat-Nya bagimu kekal selamanya

 

Tuhan Allah memb’ri, anak-Nya Yesus Kristus

Kasih-Nya tak terp’ri, wujud-Nya dalam Kristus

Manusia ditebus, dengan darah kudus

Oleh-Nya kita pun, bersyukurlah terus

 

2.  Doa Pembuka (A.XV/A.4 ; D.XIII/48) (St. P. br. Silitonga)

 

Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. (Mazmur 63: 8)

 

3.  Pembacaan Nats:  2 Samuel 13: 1-17

 

Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" (2 Samuel 13:15)

 

HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN

 

Masa remaja adalah masa penting dan indah dalam kehidupan, di mana terjadi perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini kaum remaja mengalami banyak perubahan, misalnya perubahan fisik, psikologis, sosial dan biologis. Perubahan ini diakibatkan mulai aktif dan berkembangnya fungsi organ reproduksi. Aktif dan berkembangnya organ reproduksi ditandai dari datangnya manstruasi pada remaja putri dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Proses ini membuat remaja memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi perilakunya. Salah satu perilaku yang ingin dicoba adalah perilaku seks sebelum perkawinan. Perilaku seks sebelum perkawinan adalah perilaku seksual remaja yang dilakukan tanpa adanya ikatan perkawinan. Biasanya perilaku seks sebelum perkawinan sering dilakukan saat remaja berpacaran. Perilaku ini merupakan akibat dari perkembangan biologis sehingga mendorong keinginan seksualnya.

 

Maka perilaku seksual remaja merupakan masalah serius yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah dan masyarakat. Dalam data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 tercatat 80% wanita dan 84% pria mengaku pernah berpacaran. Kelompok umur 15-17 merupakan kelompok umur mulai pacaran pertama kali, terdapat 45% wanita dan 44% pria. Kebanyakan wanita dan pria mengaku saat berpacaran melakukan berbagai aktivitas. Aktifitas yang dilakukan seperti berpegangan tangan 64% wanita, dan 75% pria, berpelukan 17% wanita dan 33% pria, cium bibir 30% wanita dan 50% pria dan meraba/diraba 5% wanita dan 22% pria. Selain itu dilaporakan 8% pria dan 2% wanita telah melakukan hubungan seksual. Di antara wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual pra perkawinan 59% wanita dan 74% pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Presentase paling tinggi terjadi pada umur 17 tahun sebanyak 19%. Di antara remaja yang telah melakukan hubungan seksual dilaporkan 12% wanita mengalami kehamilan tidak diinginkan dan 7% dilaporkan pria melakukan penghamilan tidak diinginkan. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan menjadi masalah serius.

 

Di era global seperti sekarang faktor pemungkin yang mempengaruhi perilaku seksual sebelum perkawinan remaja adalah dengan adanya teknologi. Teknologi membuat remaja dengan mudah dan mengakses informasi baik meliputi media cetak, TV, internet, DVD dan media sosial. Adanya teknologi menyerbu remaja dengan mengemas sedemikian rupa sehingga aktivitas seks dianggap lumrah dan menyenangkan. Mulai dari berciuman, berpelukan, meraba organ vital dan berhubungan seks semuanya tersedia dalam berbagai media informasi. Paparan informasi ini kemudian disalahgunakan sebagai dampak dari minimnya kontrol diri dan minimnya pemahaman informasi seksualitas. Kecanggihan teknologi dan kemudahan-kemudahan yang didapat dari teknologi boleh memicu remaja melakukan perilaku seks sebelum perkawinan.

 

Hasil ini memberi gambaran ancaman kerusakan generasi muda, karena sudah tidak lagi menghargai diri mereka sendiri. Kaum muda tidak lagi menyadari dampak buruk yang akan dialami jika melakukan seks diluar perkawinan. Misalnya, yang wanita bisa hamil, aborsi, lalu dikeluarkan dari sekolah atau kampus, dan akhirya menjadi Pekerja Seks Komesil (PSK), tertular HIV atau penyakit kelamin, dan yang lebih parah adalah hilangnya kepercayaan diri yang akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau hilangnya kepercayaan terhadap lawan jenis.

 

Masalah hubungan seks sebelum perkawinan yang semakin hari semakin marak ini sudah menjadi masalah kita bersama. Untuk menekan peningkatan dosa seks sebelum perkawinan ini kita harus tahu kenapa kaum muda menjadi begitu gampang terjerumus ke masalah ini, sehingga kita bisa membantu mereka agar tetap menghargai dan menjaga kekudusan hidup mereka.

 

Memang ada trend melakukan perkawinan di usia matang, terutama bagi mereka yang tinggal di kota karena memegang filosofi, akan kawin, jika perekomonian mereka sudah sangat mapan. Namun ini bisa menjadi jebakan, karena sebelum sampai ke tahap ini, mereka sudah terjerumus ke seks pra perkawinan.

 

Maka, para orang tua perlu mengawasi bacaan atau tontonan yang dikosumsi anak-anak. Membekali mereka dengan pendidikan seks dari rumah. Ajak mereka berbicara tentang cara pacaran yang sehat, memilih teman, paparkan resiko dari seks pra perkawinan, harus diberi penjelasan bahwa perkawinan adalah recana Allah yang mulia, maka firman itu akan menjadi pagar yang kuat bagi hidup mereka.

 

Sangat perlu adanya pengawasan atau kebijakan dari orangtua dan lingkungan sekitar untuk penyesuaian penggunaan akses teknologi sesuai umur pengguna, khususnya remaja untuk menghindari kecenderungan perilaku seks sebelum perkawinan remaja.

 

Kasih sayang dari orang tua, memberi mereka perhatian yang cukup adalah kebutuhan dasar orang muda. Zaman tidak akan semakin baik, maka harus membentengi diri kita dengan iman dan penguasaan diri yang baik. Amin.

 

 

5. Diskusi

 

·         Apakah Anda seorang remaja yang sudah mendapat kasih sayang dari orang tua, dan mendapat perhatian yang cukup?

 

·         Menurut Anda adakah cara lain atau solusi lain untuk mencegah seks para perkawinan?

 

6.  Menyanyi BN HKBP No. 719: 1 Ku Dengar Suara-Mu F=Do 4/4

 

1.         Ku dengar suara-Mu Yesus. Ku dengar suara-Mu Yesus.

Ku dengar suara-Mu Yesus, pikul salib ikutlah aku.

Reff.: Peganglah tanganku Yesus. Kuatkanlah aku Yesus.

        Tolong tunjukkan jalan-Mu. Tuhan pimpin, pimpin langkahku.

 

7.   Doa Syafaat

 

8. Bernyanyi BN. HKBP No. 763: 1 ‘Bila Yesus Serta-Mu G=Do 4/4 (Persembahan)

 

 

1.         Bila Yesus sertamu, s’lamatlah.

Yesus yang menolongmu, s’lamatlah.

Imanmu s’makin teguh. Pengharapanmu penuh.

Yesus dalam hidupmu, s’lamatlah.

S’lamatlah jiwamu, bila Yesus sertamu s’lamatlah.

‘Kan bersinar bagimu bintang pengharapanmu,

Bila Yesus sertamu s’lamatlah.

 

9. Doa Bapa Kami - Berkat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...