Rabu, 28 Oktober 2020

RENUNGAN MINGGU XX SETELAH TRINITATIS, 25 OKTOBER 2020

 YESUS ADALAH AIR KEHIDUPAN

 

(Yohanes 4: 5-14)


 

“Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.” Orang Samaria, mereka secara umum dikutuk dalam setiap rumah ibadah Yahudi. Ceritanya, ketika bangsa Asyur mengangkut sepuluh suku utara ke dalam pembuangan, mereka menempatkan orang-orang kafir di tanah yang kosong, di mana sepuluh suku itu tinggal sebelumnya. Dan orang-orang kafir ini berasal dari Mesopotamia dan berbaur dengan orang-orang yang masih tersisa dari sepuluh suku itu yang masih tinggal di tanah itu. Serta mereka mengadakan kawin campur dan orang-orang dari hasil perkawinan silang itu disebut sebagai orang Samaria.

Sejak dari awal sudah ada kebencian di antara mereka, orang-orang Yahudi Utara dan orang-orang Yahudi Selatan. Orang Samaria membuat sebuah rumah ibadah tandingan di Bukit Gerizim, di bawah kaki bukit tempat di mana Yesus berbicara dengan wanita itu.

Murid-murid pergi ke Sikhar dan melakukan kegiatan mereka dengan orang Samaria, tetapi tidak pernah ada di dalam pikiran mereka untuk memberitakan tentang Mesias, Juruselamat dunia yang  sedang berada di luar gerbang. Yesus harus melintasi daerah Samaria dan Ia berbicara dengan seorang perempuan. Datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Padahal Dia seorang yang terkenal dan memiliki karunia, seorang guru yang populer sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan?  

Kejadian itu sebuah  hal luar biasa dengannya kaum perempuan berhutang kepada Yesus Kristus Tuhan kita! Kisah digerakkan dengan pertanyaan Yesus kepada perempuan Samaria. Besarnya jarak antara orang Yahudi dan Samaria, diperbesar oleh perbedaan ini, nampak dari jawabannya yang mempersoalkannya, padahal Yesus adalah manusia yang sendirian, lelah, dan berada di samping sebuah sumur tanpa timba! Tetapi ucapan-Nya mengangkat masalah, bahwa kasih Allah bisa menembus ke luar umat Israel!

Perikop ini mengangkat dua pokok, tentang karunia pemberian Allah yakni air hidup dan identitas Yesus Mesias, serta menunjukkan respons Yesus ketika seseorang datang meminta kepada-Nya. Awalnya perempuan Samaria itu salah paham akan arti air hidup yang dikatakan Yesus, dengan melihat harfiahnya, bukan kiasannya. Dan akhirnya ia mengerti juga. Katanya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.” Yesus adalah air hidup. Barangsiapa minum air daripada-Nya, tidak akan haus lagi. Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...