Rabu, 07 Oktober 2020

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA ADAPTASI CARA HIDUP BARU, RABU DAN KAMIS, 8 DAN 9 OKTOBER 2020


 

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA

DI RUMAH MASING-MASING ANGGOTA JEMAAT

ADAPTASI CARA HIDUP BARU COVID-19

HKBP PONDOK GEDE

RESORT PONDOK GEDE

Rabu Dan Kamis, 8 dan 9 Oktober 2020

Pukul 20.00 WIB

Ev. Keluaran 18: 17-23

Ep. Markus 10: 35-45

 

Topik:

Naposo Na Gabe Pangoloi

(Kepemimpinan Yang Menghamba)

 

(P: Pemimpin Kebaktian; R: Anggota Keluarga)

 

1.        Marende BE./BN. HKBP No. 5: 1-2 Sai Puji Ma Jahowa (BL 83) F=Do 4/4

 

1.     Sai tapuji ma Jahowa Debatanta na tutu.

Tapatimbul ma Amanta na bonar huhut burju.

Binsan hosangki disi pujionhu Tuhanhi.

 

2.     Ndang haposan ni rohanta dongan na di tano on.

Ai jotjot do mubauba tahi ni rohaninon.

Dung i molo mate i, pesan ma tahina i.

 

Buku Nyanyian HKBP

 

1.     Mari puji Tuhan Allah, dan bersorak-sorailah.

       Muliakanlah nama-Nya, Allah khalik yang benar

       Hingga akhir hayatku, ‘ku muliakan Tuhanku.

 

2.     Janganlah kita andalkan, manusia di dunia

       Sikapnya s’lalu berubah, pikirannya tak tetap

       Bila tiba ajalnya, pupuslah rencananya.

 

2.        Agenda (A.XV/A.21 - D.XIII/40)

 

P:     Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.

 

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. Haleluya!

 

Marilah kita berdoa:

 

Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Mahapengasih! Kami berterima kasih kepada-Mu karena Engkau memanggil kami ke dalam pengharapan yang kekal. Karuniakanlah kepada kami Roh Kudus, supaya kami kuat dalam perlawanan mengalahkan keinginan-keinginan duniawi, dan supaya kami mencari hal-hal yang ada di surga. Kuatkanlah kami mengalahkan segala kuat kuasa kegelapan yang sanggup menghalangi perjalanan kami menuju kebahagiaan yang kekal. Teguhkan iman dan pengharapan kami, dan tumbuhkanlah dalam diri kami penguasaan diri, supaya kami menang pada akhirnya, pada saat mana kami akan menerima mahkota kemuliaan, karena Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami.

 

R:     Amin.

 

3.        Membaca Firman Tuhan (Markus 10: 35-45)

 

P:    Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan pada Kebaktian ini, kitab Injil Markus 10: 35-45. Kita membaca secara responsoria: Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

 

R:     Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"

 

P:     Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

 

R:     Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.

 

P:     Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"

 

R:     Jawab mereka: "Kami dapat."

 

P:     Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya.

 

R:     Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."

 

P:     Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:

 

R:     "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi,

 

P:     Dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu.

 

R:     Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

 

P:     Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Demikianlah Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.

 

P+R: Amin.

 

4.        Marende BE./BN. HKBP No. 253: 1-2 Ale Debatangki (BL 209) F=Do 3/4

 

1.     Ale Debatangki, lam jonok rohangki, jonok tu Ho.

I ma na sai tongtong sangkap ni rohangkon, jonok tu Ho.

Nang beha panoguM di au on naposoM,

Asa lam jonok do, jonok tu Ho. Jonok tu Ho.

 

2.     Ale Debatangki, lam jonok rohangki taiti tu Ho.

Bangkol pe daginghon, losok pe rohangkon manopot Ho.

Tong do malungun au tu Ho, tangihon au.

Lam jonok rohangki, taiti tu Ho. Taiti tu Ho.

 

Buku Nyanyian HKBP

 

1.     Ya Tuhan Allahku dekatkan hatiku kepada-Mu.

Itu harapanku dekat kepada-Mu, di sisi-Mu.

‘Ku yakin pada-Mu, juga rencana-Mu

Sehingga ‘ku dekat, kepada-Mu, kepada-Mu.

2.     Ya Tuhan Allahku, dekatkan diriku kepada-Mu.

Enggan pun hatiku, dan malas bertemu, kepada-Mu.

Dengarkan doaku, Kau kerinduanku

Raihlah diriku, kepada-Mu, kepada-Mu.

 

5.        Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan Khotbah pada Kebaktian ini; dari kitab Keluaran 18: 17-23 mengatakan:

 

P:     Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.

 

       Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.

 

       Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.

 

       Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

 

       Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

 

       Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.

 

       Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.” Demikian firman Tuhan!

 

       Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!

 

       Musa adalah salah seorang pemimpin besar dan terhormat umat Israel. Alkitab menampilkannya sebagai tokoh yang memimpin pembebasan bangsa Israel dari penjajahan Mesir. Tetapi sebelum Musa tampil sebagai pemimpin yang berwibawa dan disegani oleh umat Israel dan para penguasa Mesir, terlebih dahulu Musa mengalami berbagai macam peristiwa, bermacam-macam situasi dan kondisi, baik yang menyenangkan maupun yang menakutkan. Ketika Musa menghadapi semua keadaan tersebut, tentu ia belum memahami maksud dan tujuannya. Tuhan juga memakai Yitro mertua Musa untuk memimpin umat Israel dengan baik.

 

       Memang tidak baik kalau Musa mengerjakan sendiri semuanya urusan umat Israel. Tatkala ia dipanggil Tuhan di semak belukar, ia mengaku tidak pandai berbicara, itu sebabnya Tuhan memberikan Harun sebagai pendampingnya. Namun herannya saat ini, ia menjalankan kerjanya sendiri. Melihat keadaan yang rumit ini maka Yitro memberikan saran dan ide yang cemerlang.

 

       Apa tugas pokok Musa? Dalam usulan mertua Musa, Yitro ada tiga pokok.

 

1.    Yang pertama, Musa mewakili bangsa kepada Allah. “Wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.” (ayat 19). Hal ini sangat nampak ketika Musa memohonkan pengampunan bagi umat Israel dari Allah, seperti dalam Keluaran 33:30-34 setelah pembuatan anak lembu emas.

 

2.    Yang kedua, dia yang akan menyampaikan kehendak Allah. “Mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.” (ayat 20), pengajaran yang akhirnya tertuang dalam hukum Taurat.

 

3.    Yang ketiga, Musa tetap terlibat dalam perkara-perkara, tetapi hanya yang terlalu besar untuk para wakilnya. “Kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” (ayat 22).

 

       Yang pertama dan yang kedua adalah tugas khusus, yang sekarang diemban oleh Yesus Kristus. Selain mengajarkan jalan yang benar kepada kita sebagai murid-murid-Nya, Dia juga menjadi pengantara pada Allah sebagai pendamaian untuk dosa kita. “Jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2: 1-2).

 

       Tugas gereja adalah memberitakan dan mengajarkannya. Tugas keluarga sebagai gereja kecil juga memberitakan dan mengajarkannya. Bagi yang ditugaskan, seperti pendeta, tugas itu tetap sebagai tugas pokok.

 

       Yang ketiga yang dibagikan kepada para wakil Musa, dan dapat dilihat sebagai gambaran penggembalaan. Yang menarik diperhatikan ialah bahwa keterlibatan Musa dalam pergumulan-pergumulan bangsa membawa kesempatan untuk mengajar. “Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah." (ayat 16).

 

       Dengan demikian, pengajaran bukan sekadar teori umum saja tetapi jelas kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Artinya bahwa perkara dalam jemaat, atau dalam keluarga anggota jemaat, menjadi kesempatan untuk mengajar. Perkara keluarga anggota keluarga adalah menjadi kesempatan orang tua untuk mengajar, sebagai pemimpin/imam keluarga.

 

       Juga, jika tugas ini dibagikan kepada para wakil sampai beberapa tingkat, artinya bahwa tugas penggembalaan di bawah Pendeta tidak hanya ada pada si pendeta. Gambaran dalam Perjanjian Baru adalah jemaat dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain. “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16).

 

       Tentu ada kasus yang lebih sukar yang di dalamnya hikmat pemimpin dibutuhkan sebagai orang yang terampil dalam pengenalan akan Allah dan Alkitab. Tetapi yang sering terjadi ialah bahwa semua terpusat pada pemimpin, sehingga dia sibuk dengan perkara-perkara. Alhasil, pemimpin dan anggota/jemaat lelah "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.” (ayat 17), dan tugas pemberitaan dan pengajaran tidak selesai, tidak berhasil, hilang di tengah jalan. “Alangkah baiknya jika seorang pemimpin bersama-sama dengan pemimpin terkecil turut menanggung tugas penggembalaan, pengajaran, dan kepemimpinan itu. “Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.” (ayat 22).

 

       Zaman sekarang sering kali orang yang lebih tua dianggap kuno, kolot tidak berteknologi dan sebagainya. Namun beda dengan Musa, ia mau belajar dari mertuanya, sebab ia tahu paling sedikit ada pelajaran yang berharga yang dapat diperolehnya. Dan betul Musa mendapat jurus cemerlang dengan apa yang diajarkan Yitro kepada Musa.

 

       Sebagai seorang percaya kita harus menentukan prioritas dalam hidup kita. Terlalu banyak tuntutan yang harus dijalankan dalam kehidupan. Tanpa pertolongan Tuhan kita tidak sanggup menjalaninya. Makanya prioritaskan hidup kita agar senantiasa berjalan di dalam kehendak Tuhan. Prioritaskan hubunganmu dengan Allah. Agar hubungan kita kepada Tuhan semakin dewasa maka kita perlu pengalaman dengan Tuhan. Maka untuk mendapatkan pengalaman itu maka kita perlu sungguh-sungguh belajar firman Tuhan, setelah itu kita perlu juga mengalami hubungan yang intim dengan-Nya dengan demikian maka kita dapat menceritakan kepada orang lain. Kita tidak boleh mengabaikan keluarga. Baik orangtua, baik mertua atau siapa saja. Barangkali mereka Tuhan gunakan untuk kebaikan kita. Hubungan dengan Allah tidak boleh menggantikan hubungan kita dengan orang-orang beriman sekitarnya terutama keluarga. Lihatlah Musa, di saat sibuk dengan segala tugas, ia masih sempat bertemu dengan isteri dan anak-anak dan juga dengan mertuanya.

 

       Tuhan Yesus, menghargai semua orang, termasuk orang yang berdosa bahkan mereka yang memusuhi-Nya. Lalu sebagai pengikut-Nya kita melakukan kesalahan yang besar bila kita menganggap remeh orang lain. Tuhan menciptakan semua manusia unik, mereka memiliki kelebihan tersendiri. Tinggalkan kebiasaan yang selalu menganggap rendah seseorang. Mana tahu, orang tersebut telah Tuhan persiapkan untuk Tuhan pakai membantu kita, memberi ide cemerlang kepada kita! Amin.

      

       Marilah kita berdoa:

       Tuhan ampuni kami jika selama ini kami sibuk mencari kebesaran diri kami sendiri, tidak mampu melihat bahwa orang lain menjadi bukti kehadiran Tuhan untuk menolong. Baik dia tua seperti Yitro atau muda seperti Timotius. Kasihanilah kami dan mampukanlah kami taat dan melakukan firman-Mu oleh pertolongan Roh Kudus-Mu. Biarlah hidup kami semakin berkenan di hadapan-Mu dan mengeluarkan buah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

6.        Marende BE./BN. HKBP No. 178: 1-2 Ro Ma Tu Jesus (BL 196) Bes=Do 4/4

 

1.     Ro ma tu Jesus, ro ma tibu; bege hata-Na, jangkon burju.

Na ro do Jesus pangolu ho, asal porsea ho.

Reff.:   Mansai las rohanta i muse, molo ias sian dosa pe.

Sai ro ma hita tu surgo i, laos sonang ma disi.

 

2.     Ro ma tu Jesus undukhon ma pambahenanmu na so tama.

Naeng sesaon-Na do dosami dibaen mudar-Na i.

Reff.:   Mansai las rohanta i muse, molo ias sian dosa pe.

                 Sai ro ma hita tu surgo i, laos sonang ma disi.

 

Buku Nyanyian HKBP

 

1.     Yesus memanggil, mari seg’ra. Dengar firman-Nya, hayatilah.

Yesus t’lah datang, meny’lamatkan. Mari percayalah.

Reff.:   Sungguh nanti kita bahagia. Dosa kita t’lah dihapus-Nya.

Bersama Yesus kita senang, di Surga yang baka.

 

2.     Yesus memanggil, akuilah, kesalahanmu, dosa semua

Hutang dosamu dihapuskan, dibasuh darah-Nya.

Reff.:   Sungguh nanti kita bahagia. Dosa kita t’lah dihapus-Nya.

Bersama Yesus kita senang, di Surga yang baka.

 

7.        Tangiang Sian Sada Halak Anakhon

 

8.        Marende BE./BN. HKBP No. 228: 1-2  Jesus    Haposanhu BL 246 A=Do 4/4 (Pelean 1-2)

 

1.     Jesus haposanhu unang ma pasombu

Au di hapunjungan, di na so mardongan.

Ho tongtong donganhu, di pardalananhu.      

Jesus haposanhu unang au pasombu.

 

2.     Ho sambing Rajangku, Ho do oloanhu.

NaposoM do ahu di harajaon-Mu.

Sonang ma rohangku, dung tangkas di ahu

Ho sambing Rajangku jala oloanhu.

 

Buku Nyanyian HKBP

 

1.     Yesus Jurus’lamat yang tetap setia

Jangan Kau biarkan aku sendirian

Engkaulah sahabat dalam perjalanan

Janganlah ya Tuhan, aku Kau tinggalkan

 

2.     Yesus Kau Rajaku, ‘ku taat pada-Mu

Akulah hamba-Mu dalam kerajaan-Mu

Bahagia hatiku karena aku tahu

Yesus Kau Rajaku, ‘ku taat pada-Mu

 

9.        Tangiang Sian Natoras

 

 

10.    Marende BE. HKBP No. 730: 1-3 Sai Patau Ma Au Tuhan Des=Do 6/8 (Pelean 3)

 

1.     Sai patau ma diringku ale Tuhan,

Papatarhon hinauliMi Tuhan.

Suru ma TondiM i saor tu rohangki,

Lao papatar holong-Mu tu donganhi.

 

2.     Sai patau ma diringku ale Tuhan,

Papatarhon hinauliM i Tuhan.

Suru ma TondiM i saor tu rohangki

Patariparhon basaM tu donganhi.

 

3.     Sai patau ma diringku ale Tuhan,

Papatarhon hinauliM i Tuhan.

Suru ma TondiM i saor tu rohangki,

Lao patandahon diriM i tu donganhi.

 

Buku Nyanyian HKBP

 

1.     Berdayakan diriku ya Tuhanku

Memancarkan keindahan kasih-Mu.

Bagi sesamaku, oleh Roh Kudus-Mu

Dari hatiku terpancar kasih-Mu.

 

2.     Berdayakan diriku ya Tuhanku

Memancarkan keindahan rahmat-Mu

Oleh Roh Kudus-Mu, nyatalah rahmat-Mu

Dari hatiku terpancar rahmat-Mu

3.     Berdayakan diriku ya Tuhanku

Memancarkan keindahan diri-Mu

Oleh Roh Kudus-Mu, nyatalah diri-Mu

Oleh kesaksianku kepada-Mu

 

11.    Doa Persembahan – Bapa Kami – Berkat

 

P:     Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umat-Mu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepada-Mu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

 

Marilah kita bersama-sama mengucapkan Doa Bapa Kami:

 

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

12.    Berkat

 

(Jika Majelis Tahbisan yang memimpin Ibadah baiklah ia memberi berkat ini. Jika tidak, langsung menyanyikan: Amin, amin, amin!)

 

P:     Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus kiranya beserta dengan kita sekalian. Amin.

 

13.     (Menyanyikan BE./BN. HKBP No. 845 Amen (3x) Es=Do 4/4)

Amin, amin, amin!

 

 

Persembahan boleh dikirimkan ke:

 

1. Rekening Britama Cab. Pd Gede No. (002) 038501000630566

2. Tabungan BNI No. (009) 1919667770

 

WhatsApp Image 2020-09-08 at 12Atau dapat scan bar code di aplikasi LinkAja, Gopay, Ovo, Dana dan Shopee:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...