Selasa, 07 Januari 2020

RENUNGAN MINGGU I SETELAH EPIPHANIAS, 12 JANUARI 2020

HAMBA TUHAN 

MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA


(Yesaya 42: 1-9)





Yesaya pasal 40-55 dikenal sebagai kitab Deutero Yesaya berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel (kira-kira tahun 540 sM).

Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. TUHAN ingin memulihkan hubungan-Nya dengan bangsa Israel tersebut melalui hamba-Nya. Ia mengutus hamba-Nya untuk menghibur dan mewujudkan keselamatan bagi Israel. Dia yang akan memulihkan Israel yang telah hancur dengan tujuan: (1) Agar Israel dan bangsa-bangsa lain merasakan damai sejahtera yang daripada Allah. (2) Yahweh dipahami sebagai yang satu-satunya pencipta, penyelamat dan yang berkuasa atas ciptaan-Nya.

Hamba TUHAN merupakan suatu dasar hubungan yang baru antara TUHAN dengan manusia seperti hubungan antara TUHAN dengan bangsa Israel. Hamba TUHAN itu mirip dengan Musa, yaitu pengantar perjanjian antara TUHAN dan bangsa Israel (Kel.19:34), dengan hakim sebagai pemberi hukum (Kel.18:16,20; Kel.21:1; Ul.5:2). Orang Yahudi sendiri menyamakan hamba itu dengan Israel di mana Israel adalah umat pilihan Allah yang akan mengagungkan nama TUHAN di depan segenap manusia. Hanya Israellah umat yang setia menjadi saksi-saksi Allah di depan bangsa-bangsa, seperti penggenapan janji Allah kepada Abraham bahwa olehnya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kej.12:3). Namun dalam nas ini, hamba itu ternyata melebihi Musa di mana jabatannya ditujukan kepada segala bangsa dan di dalam dirinya TUHAN dapat dikenal oleh manusia.

Dalam Perjanjian Baru Yesus Kristuslah hamba TUHAN yang digambarkan dalam Yesaya 42 ini. Seluruh tindakan Yesus sesuai dengan Yesaya 42. Pada saat Yesus dibaptis, Allah melengkapi-Nya dengan Roh Kudus (sesuai dengan Yes.42:1c) dan berfirman: “Anak-Ku Engkau” (sesuai dengan Mzm 2:7), “kepada-Mu Aku berkenan” (sesuai dengan Yes 42:1). Selain itu Yesus juga menyebutkan diri-Nya terang dunia (Yoh.8:12). Tuhan Yesuslah perwujudan yang sebenarnya dari Hamba TUHAN itu.

Di gereja masa kini hamba TUHAN bukan saja tugas seorang nabi, bukan saja tugas seorang pendeta, atau pun tugas para majelis-majelis jemaat gereja saja, tetapi tugas hamba TUHAN itu juga ditujukan kepada seluruh umat manusia. Baiklah kita semua umat manusia mau dan sadar akan tugas hamba TUHAN itu merupakan tanggungjawab kita yaitu melakukannya dengan tidak ada rasa terpaksa, penuh kesabaran, setia, rela menderita demi kemuliaan TUHAN, dan taat dalam panggilan kita masing-masing. Orang seperti inilah yang sedang dibutuhkan oleh gereja masa kini.


Doa:    

Kami bersyukur ya Tuhan Allah Bapa, karena pengasihan-Mu di dalam Yesus Kristus kami disebut sebagai hamba-Mu untuk melayani-Mu! Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...