Rabu, 22 Januari 2020

RENUNGAN MINGGU III SETELAH EPIPHANIAS, 26 JANUARI 2020

AMAN 

DALAM PERLINDUNGAN ALLAH


(Mazmur 27: 1-6)






Pada tanggal 4 Agustus 2019 sekitar pukul 11.50 WIB tahun lalu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah listrik padam. Kejadian itu diduga disebabkan pohon yang terlalu tinggi hingga mengganggu jaringan listrik pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Gangguan tersebut mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat gagal. Hampir separuh Pulau Jawa mengalami dampaknya. Masyarakat dibuat kelimpungan dengan padamnya listrik. Para pengusaha, baik besar atau kecil hingga moda transportasi merugi. Mereka yang sehari-hari bergantung pada listrik terpaksa menghentikan kegiatannya. Berikut 5 dampak yang dirasakan akibat mati lampu di Jakarta dihimpun Liputan6.com: (1) Ketakutan hingga Sinyal Susah (2) Pedagang Ikan Hias Merugi (3) Polri Jaga Objek Vital (4) Banyak Kebakaran (5) Penumpang KRL Begadang di Stasiun. Arus Listrik yang adalah buatan manusia, yang digunakan mengaliri kabel dan menghasilkan energi salah satunya energi cahaya. Ketika pasokan arus listriknya terputus, mengakibatkan kepanikan ancaman dan kerugian yang luar biasa.

Bagaimana dan apa yang terjadi,  jika terang dan keselamatan Tuhan padam atau terputus?

M
enurut Alkitab Daud adalah orang yang sangat kuat, mampu, dan sukses. Kecakapan fisiknya dibanding saudara-saudaranya, ia anggap berasal dari Tuhan (1 Sam. 16). Dengan bantuan Tuhan dia membunuh singa dan beruang, dan berani membunuh Goliat. Tuhanlah yang membuat kakinya seperti kaki kuda, dan memungkinkannya untuk melompati tembok benteng gunung. Dia mengaku bahwa sumber kebaikan dalam jiwanya dari Tuhan.  Daud adalah orang yang beriman, bernyanyi dan berdoa. Dan inilah yang menopangnya dalam setiap masalah, dan memberikan semangat, antusiasme dan kemenangan. Dia memiliki keyakinan kuat bahwa Allah adalah pembebas dari semua yang percaya kepada-Nya. Dan iman yang sama inilah yang memberi penyesalannya akan dosa yang dilakukannya terhadap Uria. (2 Sam. 11). Dia percaya Tuhan Maha pengampun, meskipun dia tahu dia harus mendapat hukuman. Tetapi ia benar-benar mempercayai Tuhan, dan yakin bahwa Tuhan akan memulihkannya untuk kebaikan sehingga mengembalikannya untuk berguna. Tertuang dalam Mazmurnya: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (ay.1). Sungguh, Daud dengan kecakapan yang sedemikian mengandalkan Tuhan, bagaimana dengan Anda?

Terang bola lampu karena aliran listrik sangat kita butuhkan, terang sinar Matahari juga sangat kita butuhkan. Terang Tuhan jauh melebihi semua itu, Dialah keselamatan melalui Yesus Kristus yang adalah terang dunia. Sebagaimana Daud, kita juga aman dalam perlindungan-Nya.


Doa:

Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, Yesus Kristus adalah Terang dunia yang menuntun menyelamatkan orang yang berdosa! Amin. Selamat hari Minggu!(NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...