Kamis, 22 November 2018

RENUNGAN MINGGU AKHIR TAHUN GEREJA, 25 NOVEMBER 2018


KUASA TUHAN YANG KEKAL

(Daniel 7: 9-14)





TUHAN memberi penglihatan masa depan kepada Daniel demi umat-Nya yang sedang mengalami penderitaan. Saat itu, ada bangkit empat kerajaan besar (Babel, Media, Persia, Yunani) yang angkuh, mereka melawan TUHAN, dan menindas umat TUHAN.

Dua penglihatan Daniel. Penglihatan pertama tentang ”Yang Lanjut Usia”; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba... ”Yang Lanjut Usia" adalah cara lain untuk mengakui Allah sebagai Yang Kekal (Yes.57:15), Yang oleh Abraham diakui sebagai "Hakim segenap bumi” (Kej.18:25). Ia dilukiskan sebagai menghakimi semua orang dan semua kerajaan pada akhir zaman. Penglihatan kedua, Anak Manusia. Ia merupakan penjelmaan dari Kristus. (Mat. 24; Wahyu 1:7) dikenali dalam kedatangan-Nya yang agung pada akhir zaman. Ia datang di dalam kemuliaan TUHAN. Dia adalah Yesus Kristus.

Secara kalender gereja, hari ini disebut Minggu Akhir Tahun Gereja. Moment untuk mengingat akan adanya kematian. Peringatan ini sesungguhnya bukan sekedar menangisi saudara kita yang telah lebih dahulu meninggal dunia, tetapi menyadarkan manusia akan adanya akhir hidup di dunia ini. Firman TUHAN mengingatkan, bahwa kelak kita juga akan menghadapi kematian dan hari penghakiman. Memento Mori adalah sebuah frasa yang "bertugas" mengingatkan kita kepada kematian. Secara harafiah, dia memiliki arti: "Ingat, kau harus mati" atu "Ingat, kau akan mati" atau "Ingat kematianmu!" Demikian frasa Memento Mori  menjadi pengingat agar apapun yang terjadi, apapun jalan yang kita pilih, kita selalu bertahan dan tidak melupakan siapa diri kita sebenarnya.

Acara peringatan orang yang meninggal dunia terus dilanjutkan gereja HKBP agar warganya tetap ingat dan peduli akan saat-saat kematiannya kelak. Dan apabila hal itu sungguh terjadi, tidak putus asa, tidak mengutuki Tuhan. Tentu keluarga yang ditinggal oleh orang mati itu pasti akan menangis dan bersedih; rasa pilu akan “memukul” juga, tetapi bukan lagi seperti dukacita seorang yang tidak percaya, tetapi duka cita seorang yang punya pengharapan bahwa kelak orang yang mati dalam nama Tuhan Yesus itu akan berkumpul di surga bersama sekalian orang-orang tebusan-Nya.

Konfesi (Pengakuan Iman) HKBP 1996 pasal 15 mengenai “Peringatan Terhadap Orang yang Meninggal” merumuskan: Bahwa Gereja menyelenggarakan peringatan bagi orang-orang yang meninggal untuk memantapkan penghayatan iman kita supaya kita mengingat akan akhir hidup kita sendiri serta meneguhkan pengharapan akan kemenangan Kristus yang mengalahkan maut; demikian juga pengharapan akan surga sebagai asal dan tujuan roh dan jiwa kita dan pengharapan akan persekutuan orang percaya dengan TUHAN Allah hingga kedatangan Kristus kedua kali. Allah setia memerhatikan umat-Nya. Bila kita merasa teraniaya dan disingkirkan karena iman kepada Kristus, jangan pernah mundur! Tetaplah tegak berdiri dalam iman, TUHAN yang kekal berkuasa mengokohkan kerajaan-Nya dan menghakimi mereka yang melawan Dia! Selamat hari Minggu! Amin! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...