Jumat, 16 November 2018

PEMBERKATAN PERKAWINAN ALFRED NOBEL PAKPAHAN, S.T - TRIANY MEI HANDAYANI SITANGGANG, A.Md

M O D E L    E

TATA KEBAKTIAN

PEMBERKATAN PERKAWINAN

(Bahasa Indonesia)

Sabtu, 17 November 2018 Pukul 09.00 WIB








I.   Pra Ibadah

1. Calon Pengantin dan keluarga serta Majelis Gereja berdoa bersama di konsistori.

2. Calon Mempelai dan keluarga memasuki gereja, jemaat diundang berdiri. (diiringi musik)

II.   I b a d a h (Pdt. Nikson Simangunsong, S.Th)

1.     Bernyanyi KJ No. 287b1-2  Sekarang bersyukur F= Do

1.     Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan!
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Dib’ri-Nya kita pun anug’rah dan berkat
Yang tak terbilang t’rus, semula dan tetap.

(Jemaat berdiri)

2.     Yang Mahamulia memb’rikan sukacita,
Damai sejahtera di dalam hidup kita.
Kasih-Nya tak terp’ri mengasuh anak-Nya;
Tolongan-Nya besar seluas dunia!


2.     Votum - Introitus - Doa

(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:     Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. AminDan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

J:   Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

L:     Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  Haleluya! (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah kami yang di surga, Engkaulah yang menetapkan perkawinan itu. Engkau melihat kedua saudara kami ini, yang bermaksud melangsungkan perkawinan mereka. Mereka datang memohon berkat-Mu. Sertai dan berkatilah mereka dengan kasih sayang-Mu. Isilah hidup mereka dengan Roh Kudus, agar perkawinan mereka ini senantiasa penuh damai dari permulaan hingga akhirnya. Dengarlah doa dan permohonan kami ini karena kasih sayang-Mu kepada kami. Amin.                  (Jemaat Duduk)

3.     Koor/VG/Solo:

4.     Bernyanyi KJNo. 388: 1-2  S’lamat di tangan Yesus  G= Do

1.     S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia: damai sejahtera.
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

2.     S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh;
Dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.
Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap;
Goda dan air mata akan seg’ra lenyap.
S’lamat di tangan Yesus, Aman pelukan-Nya; Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

5.     Khotbah: Ibrani 10: 23


Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Hendaklah kita berpegang teguh pada pengharapan kita tanpa kebimbangan, sebab Dia yang memberi janji sungguh setia.
Momos ma tatiop pangkirimon na taparhatopot i, ai haposan do na marbagabagahonsa! (Ibrani 10:23)

Prestasi laki-laki yang paling cemerlang adalah kemampuan membujuk perempuan untuk kawin dengannya. Dan,
Prestasi perempuan yang paling cemerlang adalah kemampuan mengatakan ya kepada laki-kai yang mengajaknya kawin.

Tahun-tahun perkawinan paling sulit dalam perkawinan adalah ketika sepasang suami-istri terus berusaha menjaga kemesraannya agar seperti hari pertama perkawinan mereka.

"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." (Yoh 2:9-10)

Makna Anggur dalam Pernikahan

Sebagai Guru Sekolah Minggu Anda berdua pasti pernah menceritakan kepada Sekolah Minggu tentang mujizat pertama yang dilakukan Yesus pada perjamuan kawin/pesta perkawinan di Kana. Dalam peristiwa tersebut, Yesus membuat mujizat yaitu mengubah air menjadi anggur. Yesus pada awalnya meminta pelayan untuk mengisi tempayan penuh dengan air (ay. 7) dan memerintahkan para pelayan untuk mencedok air (yang telah berubah menjadi anggur) kepada pemimpin pesta (ay. 8). Ketika pemimpin pesta mencicipinya, ia bersukacita karena anggur yang ia cicipi adalah anggur yang terbaik (ay. 9-10).

Memang secara umum, anggur adalah minuman yang sangat umum diminum di daerah Israel pada masa itu. Bahkan hingga saat ini, di budaya barat, anggur adalah minuman yang cukup umum dikonsumsi, karena menghangatkan (dan juga sebenarnya memabukkan). Pada masa itu, anggur merupakan suatu minuman yang wajib dihidangkan dalam pesta, termasuk pesta perkawinan. Tingkat kemewahan suatu pesta tergantung pada mutu atau kualitas anggur yang dihidangkan. Tingkat sosial dari pihak yang mengadakan pesta juga dapat terlihat dari anggur yang dihidangkan.

Anggur melambangkan sukacita, prestige, dan juga berkat Tuhan. Anggur juga bisa berbicara tentang urapan Roh Kudus. Banyak hal yang dapat dilambangkan dengan anggur. Akan tetapi, khususnya terkait perkawinan, kita akan melihat apa saja makna anggur, yang sesungguhnya penting untuk dapat dimengerti oleh setiap pasangan. Kita akan melihat dalam kitab paling romantis di Alkitab, yaitu Kidung Agung.

·      Pertama, anggur berbicara tentang kenikmatan cinta dalam perkawinan (Kid 1:1). Bagi para pecinta minuman anggur, maka anggur adalah minuman yang sangat nikmat. Kenikmatan dalam minum anggur diibaratkan sama dengan kenikmatan cinta. Oleh karena itu, dalam perkawinan harus ada suatu kenikmatan cinta yang dinikmati bersama antara suami dengan isteri. Jika cinta tersebut sudah tidak dapat dinikmati oleh salah satu pihak, berarti ada sesuatu yang salah atau keliru dalam perkawinan tersebut.
·      Kedua, anggur berbicara tentang gairah hidup dalam perkawinan (Kid 2:13). Bahkan dalam ayat ini dikatakan bahwa hanya dengan mencium bunga pohon anggur yang berbau semerbak (belum menjadi minuman anggur), ada suatu gairah dan semangat untuk segera bangun. Ini berbicara tentang suatu semangat dan gairah hidup yang harus ada dalam perkawinan. Perkawinan adalah suatu komitmen yang seharusnya membuat kedua belah pihak menjadi lebih baik lagi dan lebih bersemangat menjalani hidup. Jika perkawinan justru membuat kita semakin sering murung bahkan menangis sedih, maka kita perlu instrospeksi tentang apakah ada hal yang salah dalam perkawinan kita.
·      Keempat, anggur berbicara tentang komunikasi yang indah dalam perkawinan (Kid 7:9). Seks memang penting dalam perkawinan, tetapi seiring bertambahnya usia, seks akan semakin terganti dengan komunikasi dalam perkawinan. Semakin tua usia pasangan suami isteri, maka komunikasi akan memegang peranan yang lebih penting dalam perkawinan tersebut. Seks mungkin hanya dilakukan beberapa kali dalam satu minggu, tetapi komunikasi dilakukan berkali-kali dalam satu hari. Oleh karena itu, sangatlah penting ada komunikasi yang indah dan keterbukaan antara suami dan isteri, sehingga perkawinan mereka menjadi suatu perkawinan yang hidup, dan bukan perkawinan yang mati karena tidak ada komunikasi di antara suami isteri.
·      Kelima, anggur berbicara tentang hal-hal yang intim dan pribadi dalam perkawinan (Kid 8:12). Ayat ini berbicara tentang kebun anggur yang merupakan kepunyaan sendiri. Tentu kebun anggur milik sendiri tidak boleh dinikmati oleh orang lain. Jika perlu kita harus memagari kebun anggur kita sehingga hanya kita sendiri yang boleh menikmatinya. Ini tidak bicara tentang keegoisan, tetapi dalam perkawinan memang ada hal-hal yang intim dan pribadi, yang seharusnya hanya untuk konsumsi diri sendiri dan pasangan kita. Sayangnya belakangan ini ada kecenderungan bagi orang-orang untuk mengekspose hal-hal yang pribadi ke ranah publik. Melalui ayat ini kita diingatkan bahwa khusus untuk hal-hal pribadi, biarkan hanya kita dan pasangan yang tahu, dan tidak perlu diketahui oleh orang lain.



Arah pikiran anda menentukan arah perkawinan anda.

6.     Koor/VG/Solo:

7.     Bernyanyi KJ. No 318: 1 Berbahagia tiap rumah tangga C= Do
(Calon Pengantin maju ke Altar gereja)

1.     Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kaulah Tamu yang tetap.
Dan merasakan tiap suka cita,
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap.
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri.
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau b’ri.

8.     Pemberkatan

9.     Koor/VG/Solo:

10. Pemberian Tanda Kasih gereja

11. Koor/VG/Solo:

12. Bernyanyi KJ. No. 419: 1…  Yesus, pimpinlah       G= Do 

(Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.   Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
    Hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
    Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

2.   B’rilah kami pun  iman yang teguh,
    Agar jangan ditaklukkan oleh susah dan keluhan,
    Tapi bertekun ikut jalan-Mu.

..... (Musik) .....

3.   Bila ditekan duka dan beban,
    Bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
    Dan tunjukkanlah akhir yang cerah.
    (Jemaat Berdiri)

13. Doa Persembahan - Berkat

14.   (Manyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan:

1.     Mewakili keluarga Pengantin Laki-laki

2.     Mewakili keluarga Pengantin Perempuan

IV.  Poto Bersama

1.     Kedua Pengantin

2.     Kedua Pengantin dan Pendeta

1.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Laki-laki

2.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Perempuan

3.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin

V. Bersalaman  

(Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat sambil bernyanyi BE. No. 141 Sai tiur ma langkamuna BL. 222 C= Do)

Sai tiur ma langkamuna,
sai Debata ma donganmuna,
nang surusuruanNa pe.
Molo diramoti Jesus,
hamuna ndang tarbaen so bulus,
do langkamuna sasude.
Antong Tuhanta i, ma donganmuna i ganup ari,
hamu sude sai ingot be, tumangiangkon hami pe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...