Jumat, 06 Oktober 2017

PEMBERKATAN PERKAWINAN MAURIZT LEONARDO DANINCI SIREGAR, SE.,Ak DENGAN CORRY FELITA BR.SINAMBELA,SE.,Ak

M O D E L    G

TATA KEBAKTIAN

PEMBERKATAN PERKAWINAN

(Bahasa Indonesia)

Sabtu, 7 Oktober 2017 Pukul 09.00 WIB















I.   Pra Ibadah

1.      Calon Pengantin dan keluarga serta Majelis Gereja berdoa bersama di konsistori.

2.      Calon Mempelai dan keluarga memasuki gereja, jemaat diundang berdiri. (diiringi musik)

II.   I b a d a h (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.      Bernyanyi KJ. No. 3921-2 Ku berbahagia  D= Do

1.      “Ku berbahagia, yakin teguh:
Yesus abadi kepunyaanku!
Aku waris-Nya, ‘ku ditebus,
Ciptaan baru Rohulkudus.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
                       
(Jemaat Berdiri)


2.      Pasrah sempurna, nikmat penuh;
Suka sorgawi melimpahiku.
Lagu malaikat amat merdu;
Kasih dan rahmat besertaku.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.

2.      Votum - Introitus - Doa

(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:        Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

J:     Aku hendak mengangungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya,

L:      Aku hendak mengangungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Haleluya! (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah kami yang di surga, Engkaulah yang menetapkan perkawinan itu. Engkau melihat kedua saudara kami ini, yang bermaksud melangsungkan perkawinan mereka. Mereka datang memohon berkat-Mu. Sertai dan berkatilah mereka dengan kasih sayang-Mu. Isilah hidup mereka dengan Roh Kudus, agar perkawinan mereka ini senantiasa penuh damai dari permulaan hingga akhirnya. Dengarlah doa dan permohonan kami ini karena kasih sayang-Mu kepada kami. Amin.                 
(Jemaat Duduk)

3.      Koor/VG/Solo:

4.      Bernyanyi KJ. No. 57: 1+3 Yesus lihat umat-Mu   G= Do

1.      Yesus, lihat umat-Mu
Yang mendamba Kau berfirman,
Dan arahkan pada-Mu
Hati dan seluruh ind’ra,
Hingga kami yang di dunia
Kau dekatkan pada sorga.

2.      Sinar mahamulia
Lahir dari Allah Bapa,
Buka dan siapkanlah hati,
Mulut, pendengaran:
Biar doa dan nyanyian
Berkenan pada-Mu, Tuhan!

5.      Khotbah:  Ibrani 12:14


 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan

 kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak 

 seorang pun akan melihat Tuhan.


Usahahon hamu ma anso mardame-dame hamu 

tu sude halak jana manggogo ma hamu 

anso hum di Tuhan ngolumunu, harana sahalak pe 

nada adong na tarbaen mida Tuhan anggo inda songon i 

pardalan ni ngoluna.






Dalam memasuki kekudusan Tuhan melalui perkawinan Mauritz dan Coory hendaknya memiliki perubahan-perubahan mendasar yang dapat terjadi, jika Kristus bekerja dalam perkawinan. Sebagaimana dikatakan melalui Firman-Nya:

1. Dari ke-egoisan ke pelayanan

Sebuah dosa pasti berasal dari gudang egois. Seringkali kita menempatkan Tuhan dan hal-hal lain hanya karena kita suka. Semua itu sangat salah dan mengacaukan. Dalam hal ini tidak ada yang lebih menyakitkan jika ini terjadi dalam sebuah pasangan rumah tangga. Akan tetapi ketika kebenaran Tuhan datang dan dipraktikkan dalam rumah tangga maka terjadilah perubahan.
Sebagai contoh: Istri yang tadinya sangat mengganggu dan cerewet akan menjadi sabar dan baik kepada suaminya karena Yesus juga sabar dan baik kepada sang istri. Suami yang tadinya egois akan menemukan sukacita waktu mempelajari kesukaan-kesukaan sang istri dari pada membicarakan soal binatang kesayangannya. Ini karena sang suami menyadari bahwa istrinya diciptakan oleh Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan, juga kebenaran Firman Tuhan secara terus menerus memancar dari istrinya. Hal demikian adalah sangat menarik dan merangsang pertumbuhan rohani sebuah rumah tangga. Firman Tuhan datang ke dalam sebuah rumah tangga dan dapat membuat hati suami-istri berbalik dan menjauhi keegoisan dan mengutamakan pelayanan.

2. Dari Kemalasan ke berpartisipasi

Kemalasan, sama seperti keegoisan mengarah kepada kenyamanan diri sendiri. Kita mengingini kenyamanan dan menolak untuk melakukan hal-hal yang sulit karena kesulitan sangat mengurangi kenyamanan.
Kemalasan adalah sebuah pemilikiran yang memelihara dan mempromosikan sifat-sifat yang mengutamakan kenyamanan diri sendiri dan kemalasan juga banyak membohongi diri-sendiri. Kita tau bahwa pasti ada masalah dalam sebuah pernikahan tetapi kita juga tau bahwa perlu ada perubahan yang tidak mudah untuk mengatasi masalah rumah tangga. Jadi apa yang terjadi? Kemalasan akan berkata “Oh, mari kita bicarakan lain kali saja” atau “Ok, itu tidak apa-apa, itu akan baik-baik saja”. Dan ini sama sekali bukan yang Yesus harapkan dari pasangan rumah tangga yang sedang menjalani perubahan untuk menyelesaikan masalah rumah tangga.
Pada waktu Firman Tuhan berbicara dalam rumah tangga kita, kita seharusnya lebih terlibat dalam penyelesaian masalah rumah tangga atau perkawinan kita. Kita sudah tidak lagi pasif dan mengumpulkan semua jenis kesenangan dan kenyamanan dan menganggap masalah rumah tangga adalah hal yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, kita harus menjadi apa yang Yesus perintahkan: lebih turut serta/berpartisipasi dan menjadi seperti Yesus yang artinya meletakan dan menjauhkan segala macam dosa termasuk kemalasan.

3. Dari Kemunafikan ke kerendahan hati

Kemunafikan adalah cara berpikir iblis yang paling disukai manusia. Di mana keegoisan sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kenikmatan diri sendiri, kemunafikan sangat menyukai hal-hal yang menyombongkan diri sendiri. Pada intinya, kemunafikan sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa pusat kebutuhan dan perhatian kita adalah Kebenaran Pengajaran Yesus Kristus. Kemunafikan dalam sebuah pernikahan biasanya tidak terlalu terlihat nyata dibandingkan dengan kerendahan hati yang biasanya sangat kelihatan seperti luapan emosi. Dalam pertengkaran, seorang istri mungkin mengemukakan suatu masalah tentang dirinya yang tidak disukai suaminya.
Jika suaminya seorang yang munafik, mungkin ia akan membawa hal ini sebagai suatu pendukung positif dengan bukti nyata akan ketidaksukaannya terhadap tingkah laku istrinya. Jika ini berlanjut lebih kacau dan sampai ke pengadilian, pengacara sang suami mungkin akan menekankan peristiwa ini sebagai bukti bahwa sang suami tidak bersalah dan menuntut sang istri untuk membayar semua kerugian baik uang maupun nama baik. Kemunafikan dalam sebuah pernikahan selalu bersifat melindungi diri karena kita selalu merasa bahwa kita sedang diawasi orang lain. Ini sangat bertentangan dengan Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa kita akan selalu mendapat serangan, kritik dan penghakiman yang tidak adil dari dunia ini.

Salib Kristus adalah bukti nyata bahwa kita orang bersalah dan berdosa. Tetapi keindahan injil keselamatan adalah bahwa kita jelas seorang pendosa yang juga tanpa kondisi sedang dikasihi sang pencipta. Ini seharusnya membuat kita merendahkan hati dan selalu bersyukur. Jika Firman Tuhan hadir ditengah sebuah pernikahan, kita akan lebih cepat diam dan meredam rasa emosi dan lebih mengandalkan kebenaran Firman Tuhan. Ini hanya bisa terjadi jika kerendahan hati kita bertumbuh terus untuk membuat kita menjadi seperti Kristus. Jika Firman Tuhan hadir dalam sebuah pernikahan, pasti akan ada perubahan aturan, nada/suara, hati, dan tingkah laku. Pernikahan itu sendiri akan mengikuti contoh sifat-sifat pemimpinnya, yaitu Kristus. Tidak mungkin ada pimpinan yang lebih baik atau perubahan yang lebih baik dari pada pimpinan Firman Tuhan dalam perkawinan kita. 
Keluarga ini terpanggil menjadi rumahtangga pelaku Syalom, pelaku Eirene, pelaku damai sejahtera Tuhan di setiap lini kehidupannya. Tuhanlah yang menjadi kekuatan Anda dalam melakukan semua itu. Amin.


6.      Koor/VG/Solo: Wanita Betel Indonesia - Cimahi

7.      Bernyanyi KJ. No. 318: 1 Berbahagia tiap rumah tangga C= Do
(Calon Pengantin maju ke Altar gereja)

1.  Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kaulah Tamu yang tetap.
Dan merasakan tiap suka cita,
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap.
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri.
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau b’ri.

8.      Pemberkatan

9.      Koor/VG/Solo: Keluarga Siregar

10.  Pemberian Tanda Kasih gereja

11.  Koor/VG/Solo:

12.  Bernyanyi KJ. No. 419: 1…  Yesus, pimpinlah       G= Do (Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.   Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
     Hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
     Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

2.   B’rilah kami pun  iman yang teguh,
     Agar jangan ditaklukkan oleh susah dan keluhan,
     Tapi bertekun ikut jalan-Mu.

..... (Musik) .....

3.    Bila ditekan duka dan beban,
     Bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
     Dan tunjukkanlah akhir yang cerah.
     (Jemaat Berdiri)


13.  Doa Persembahan - Berkat

14.  (Manyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan:

1.      Mewakili keluarga Pengantin Laki-laki

2.      Mewakili keluarga Pengantin Perempuan

IV.  Poto Bersama

1.      Kedua Pengantin

2.      Kedua Pengantin dan Pendeta

1.      Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Laki-laki

2.      Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Perempuan

3.      Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin

V. Bersalaman  

   (Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat sambil bernyanyi BE. No. 141 Sai tiur ma langkamuna BL. 222 C= Do)

Sai tiur ma langkamuna,
sai Debata ma donganmuna,
nang surusuruanNa pe.
Molo diramoti Jesus,
hamuna ndang tarbaen so bulus,
do langkamuna sasude.
Antong Tuhanta i, ma donganmuna i ganup ari,
     hamu sude sai ingot be, tumangiangkon hami pe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...