Rabu, 11 September 2019

RENUNGAN MINGGU XIII SETELAH TRINITATIS, 15 SEPTEMBER 2019

HIDUP

DENGAN RENDAH HATI

 (Lukas 14: 7-11)




Sejauh mana, setinggi mana, sedalam mana engkau mau Tuhan campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh, setinggi, sedalam itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu!

Suatu kali Nasrudin mendapat undangan menghadiri pesta. Maka dia pergi dengan hanya memakai baju tua dan sudah jelek. Tak seorang pun menyambutnya. Ia kecewa dan pulang. Tak lama ia datang kembali dengan memakai baju baru, berperhiasan yang mewah. Tuan rumah menyambutnya dengan ramah. Mata hadirin tertuju padanya. Kemudian dia diberi tempat terhormat dan mewah. Penerima tamu mengantarnya menuju tempat duduk terhormat. Namun dia memilih bukan di tempat terhormat. Kemudian melepas baju mewahnya. Dan berkata, “hei baju mewah makanlah sepuas-puasmu! Dia memberi alasan, waktu aku datang dengan memakai baju tua jelek, tak seorang pun menyambut dan memberi aku makan. Tetapi waktu aku kembali dengan baju mewah ini, aku mendapat tempat yang bagus dan makanan lezat, tentu saja ini hak bajuku, bukan untukku.” 

Yesus diundang ke jamuan makan malam Sabat di rumah seorang Farisi; ada banyak orang penting di sana dan mereka semua memperhatikan Yesus untuk melihat apa yang akan dia lakukan. Orang-orang Farisi sedang mengumpulkan informasi yang akan digunakan kemudian dalam pengadilan Yesus di Yerusalem. Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan. Orang-orang yang berusaha mendapatkan kursi terbaik merasa mereka pantas mendapatkannya karena posisi/reputasi mereka. Atau orang-orang ingin dipandang penting meski pun mereka tidak penting.

Peringatan Yesus kepada mereka adalah untuk mempertimbangkan rasa malu jika tuan rumah menginginkan kursi-kursi itu untuk orang lain yang dianggap lebih cocok di kursi itu dan meminta mereka untuk pindah. Bisakah Anda bayangkan bagaimana perasaan Anda jika Anda duduk di tempat yang bisa dilihat semua orang dan kemudian disuruh pindah ke meja yang lebih rendah? Perumpamaan ini berbicara tentang kerendahan hati anak-anak Allah. Yesus mengingatkan, agar saat pesta perjamuan supaya kita merendahkan diri. Bukan untuk cari muka dengan memaksakan diri duduk di tempat terhormat, tetapi untuk tulus melakukannya. “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (ay.11) Kebaikan seseorang bukanlah penampilannya, statusnya, jabatannya, tetapi dari sikapnya yang tulus menghargai orang lain.

Doa:     

Bapa, saya mengaku bahwa saya kadang-kadang merasa diabaikan dan kurang dihargai. Sungguh aku merindukan penghormatan. Namun, Bapa terkasih, saya tahu bahwa itu adalah kesombongan. Saya tahu iblis sangat ingin menggunakan kesombongan itu untuk membangkitkan kecemburuan dan sejumlah sifat tidak baik lainnya dalam diri saya. Tolonglah saya untuk hidup rendah hati, lemah lembut seperti yang Tuhan inginkan. Dalam Nama Yesus, saya berdoa. Amin. 

Selamat hari Minggu! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...