Jumat, 06 September 2019

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

“HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN

(Ulangan 22: 13-30)

Jumat, 6 September 2019 Pukul 19.30 WIB
















1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 24: 1-2 Lawatlah Tuhan BL. 59 As=Do

Lawatlah Tuhan, kami umatmu.
Kami mau memuji Tuhan, kar’na kasih dan rahmat-Mu.
Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu.

            Kasihanilah, kami yang sesat,
            Kaulah Yesus pertolongan, yang memb’ri keselamatan
Kasihanilah, kami yang sesat.

2.  AGENDA

3.  Bernyanyi BN. HKBP No. 18: 2 Bukalah pintu gerbang-Nya BL.84  C=Do

2. Aku datang ya Tuhanku, lihat akau hamba-Mu
Dalam rumah-Mu Tuhanku, kami t’rima berkat-Mu
Tinggallah di hatiku, jadi rumah bagimu

4. Pembacaan Nats: Ulangan 22: 13-30 (P: Pemimpin – R: Remaja)

P:      "Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya,
R:      menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya dengan berkata: Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan
P:      maka haruslah ayah dan ibu gadis itu memperlihatkan tanda-tanda keperawanan gadis itu kepada para tua-tua kota di pintu gerbang.
R:      Dan ayah si gadis haruslah berkata kepada para tua-tua itu: Aku telah memberikan anakku kepada laki-laki ini menjadi isterinya, lalu ia menjadi benci kepadanya,
P:      dan ketahuilah, ia menuduhkan perbuatan yang kurang senonoh dengan berkata: Tidak ada kudapati tanda-tanda keperawanan pada anakmu. Tetapi inilah tanda-tanda keperawanan anakku itu. Lalu haruslah mereka membentangkan kain itu di depan para tua-tua kota.
R:      Maka haruslah para tua-tua kota itu mengambil laki-laki itu, menghajar dia,
P:      mendenda dia seratus syikal perak dan memberikan perak itu kepada ayah si gadis -- karena laki-laki itu telah membusukkan nama seorang perawan Israel. Perempuan itu haruslah tetap menjadi isterinya; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.
R:      Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis,
P:      maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati -- sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
R:      Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.
P:      Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,
R:      maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
P:      Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati,
R:      tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya.
P:      Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya.
R:      Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan
P:      maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi. Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya."

5.  Penjelasan
HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN

62,7% Remaja Indonesia Sudah Tidak Perawan (Versi KPAI). Kabag Evaluasi dan Monitoring Kesejahteraan Keluarga (Kesra) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Falahi mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 62,7 persen remaja tidak perawan lagi. Hal ini disampaikan Falahi pada acara Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja, Senin (12/11/12) di Hotel Bumi Asih, Palembang. Menurutnya, hasil penelitian tahun 2008 tersebut menyebutkan bahwa dari 4.726 responden siswa SMP/SMA di 17 kota besar menunjukkan bahwa 62,7 persen tidak perawan, 21,2 persen mengaku pernah melakukan aborsi. "Perilaku seks bebas pada remaja tersebut tersebar terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.” Untuk mengantisipasi kenyataan tersebut agar tidak menjadi lebih parah maka perlu adanya penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja. Kesehatan reproduksi lanjutnya, sering kali dikaitkan dengan isu gender dan kesehatan perempuan karena, perempuan mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi khusus sehubungan dengan kodratnya. "Perempuan sering ditempatkan dalam posisi yang terpinggirkan, karena didominasi laki-laki bahkan seringkali  tidak memperoleh haknya untuk mencapai derajat yang ideal." Karena sifat kodrati dalam diri perempuan itu tambahnya seperti hamil, melahirkan dan menyusui. Ini udah hasil survey lembaga negara yaitu KPAI jadi menurut kita survei ini sudah benar-benar kredibel.
(https://www.kaskus.co.id/thread/5aa60f5ad675d46d798b4573/627-remaja-indonesia-sudah-tidak-perawan-versi-kpai/)
Hasil survei ini memberi gambaran betapa rusak moral generasi muda kita karena sudah tidak lagi menghargai kesakralan lembaga perkawinan dan diri mereka sendiri. Kaum muda tidak lagi menyadari dampak buruk yang akan dialami jika melakukan seks diluar perkawinan. Misalnya, yang wanita bisa hamil, aborsi, lalu dikeluarkan dari sekolah atau kampus, dan akhirya menjadi  Pekerja Seks Komersial (PSK), tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau penyakit kelamin, dan yang lebih parah adalah hilangnya kepercayaan diri yang akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau hilangnya kepercayaan terhadap lawan jenis.
Masalah hubungan seks pra perkawinan yang semakin hari semakin marak ini sudah menjadi masalah kita bersama. Untuk menekan penigkatan dosa seks pra perkawinan ini kita harus tahu kenapa kaum muda menjadi begitu gampang terjerumus  ke masalah ini, sehingga kita bisa membantu mereka agar tetap menghargai dan menjaga kekudusan hidup mereka.
Generasi sekarang ini lebih cepat mengalami pubertas.  Dulu remaja putri mendapatkan menstruasi pertama kali di usia 15-16 tahun, tapi kini rata-rata pada usia 10-11 tahun. Hal ini terjadi karena faktor gizi.
Ada trend melakukan perkawinan di usia matang. Mereka yang tinggal di kota banyak yang memegang filosofi, akan kawin, jika perekomonian mereka sudah sangat mapan. Ini bisa menjadi jebakan, karena sebelum sampai ke tahap ini, mereka sudah terjerumus ke seks pra perkawinan.
Semakin marak dan mudahnya mendapatkan informasi seputar hubungan seks.  Kaum muda bisa dengan mudahnya mendapatkan informasi seputar seks melalui novel, majalah, VCD porno, internet, games dan berbagai sumber lainya.  Informasi dan iklan yang disajikan oleh berbagai media cetak dan elektronika pun berpotensi  membuat kaum muda jatuh ke dalam dosa seks pra perkawinan. Karena itu setiap orang harus mengawasi bacaan atau tontonan yang dikosumsi, dan menjaga diri dari pengaruh obat-obat terlarang. Membekali mereka dengan pendidikan seks dari rumah, dari gereja, yang tentu lebih sehat. Ajak mereka berbicara tentang cara pacaran yang sehat, memilih teman, paparkan resiko dari seks pra perkawinan, harus diberi penjelasan bahwa perkawinan adalah recana Allah yang mulia. (Band. Kej.2:24).
Nilai-nilai moral agama mulai digeser dan digantikan dengan hal-hal lainnya, misalnya trend dan tekhologi. Jika mereka sejak dini dididik di dalam terang firman TUHAN, maka firman itu akan menjadi pagar yang kuat bagi hidup mereka.
Kurangnya pengawasan dan kasih sayang dari orang tua juga alasan membuat kaum muda terjerumus ke dalam pergaulan yang rusak. Kesibukan pekerjaan dan pelayanan menyita waktu orang tua sehingga tidak lagi sempat memperhatikan dengan siapa, anak-anak mereka bergaul. Berilah perhatian yang cukup karena itu adalah kebutuhan dasar orang muda. "Zaman tidak semakin baik, harus membentengi diri kita dengan iman dan penguasaan diri yang baik".

6. Diskusi

6.1. Bagaimana Pendapatmu dengan topik bahasan kita bulan ini?

6.2. Apa yang harus kamu lakukan sekarang untuk membentengi dirimu?


7.  Bernyanyi BN. HKBP No. 25: 1 Firman-Mu Tuhan Allahku BL.181 Es=Do

Firman-Mu Tuhan Allahku, tak ternilai bagiku.
Kujadikan peganganku, di tiap langkah hidupku.
Kalau bukan Firman Tuhan, dasar iman umat-Mu.
Apakah dasar yang kuat, selain firman Tuhanku.

8. Doa Syafaat

9. Bernyanyi BN. HKBP No. 15: 1-2 Andai ‘ku punya suara indah BL.103 F=Do (Persembahan)

Andai ‘ku punya suara indah, seribukali suaraku.
Aku bermazmur sangat indah, dari seluruh jiwaku.
Hatiku sangat bergemar, memuji karya cipta-Mu.

            Andaikan suaraku menjangkau semua alam ciptaan-Mu.
            Akan ‘ku ajak semua makhluk nyanyikan kidung bagi-Mu.
            Hendaklah jiwa ragaku, memuji Tuhan Allahku.

10. Doa Bapa Kami - Berkat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...