Sabtu, 07 September 2019

PARTUMPOLON/IKAT JANJI PERKAWINAN SAHALA LEONARDO HUTAJULU DAN MOPO MEILIN BORU SILAEN


ACARA PARTUMPOLON / PARPADANAN
DI NA NAENG MARBAGAS

Sahala Leonardo Hutajulu
Dohot
Mopo Meilin boru Sialen

HKBP Pondok Gede Resort Pondok Gede
Sabtu, 7 September 2019 Pukul 11.30 WIB



I.   Pra Ibadah 

1.  Mangarade di Bilut Parhobasan (Calon Pangoli, Oroan, Natoras, Parhalado rap martangiang)

2.       Calon Pangoli, Oroan dohot Keluarga udur masuk tu gereja (diiringi musik angonangon)

I.     Ibadah (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.          Marende BE. No. 9: 1+6 Hupuji Holong ni  C=Do BL. 110

            1.      Hupuji holong ni roha-Mu, o Tuhan Jesus, Rajangki.
     Tu Ho hulehon ma tondingku, ai i do pinangido-Mi.
     Huhalupahon ma diringku, mamingkir holong ni roha-Mu.

                     --- jongjong ---

           2.         O Jesus, uhir ma goar-Mu, torang, bagas tu rohangkon.
     Asa tarsurat di jolongku,  holong ni roha-Mi tongtong.
     Hatangku ro di parangengku, ingkon dipuji do goar-Mu.

             2.       Votum – Introitus - Tangiang (L= Liturgis; R= Ruas)

L:    Marhitehite Goar ni Debata Ama dohot Goar ni Anak-Na Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia. Amen. Nunga pola Jahowa Debatanta i mambahen padan tu hita di Horeb,

R:    Hasudungan ni Jahowa angka na manghabiari Ibana, jala dipabotohon tu nasida padan-Na,

L:    On pe molo ditangihon hamu soarang-Hu, jala diradoti hamu padan na Hubahen i, jadi hasian-Hu ma hamu sian nasa bangso, ai gok di Ahu do liat portibi on. Haleluya! (Martangiang ma hita:) Ale Tuhan Debata Amanami na di banua ginjang. Mauliate dipasahat rohanami tu Ho, ala dipaborhat Ho anak dohot boruni huriaM dison naeng marpadan di joloM marsangkap laho pajongjong pardongansaripeon. Ho ma na mangarajai rohanasida asa marsihohot di padan na naeng undukhonon nasida. Sondangi rohanasida asa sintong padannasida i nirahutan ni holong-Mu dohot lomo ni rohaM. Dibagasan Jesus Kristus, jalo ma tangiangnami on. Amen.
--- hundul ---

  1. Koor/VG/Solo:

            4.       Marende BE. No. 212: 1+6 Haholongon na badia Bes=Do BL. 24

1.       Haholongon na badia sian Tuhan Jesus i,
Sai songopi sai bongoti roha dohot tondingki.
           
(jongjong calon Pangoli, Oroan dohot Natoras)

2.       Haholongon sian Jesus sai paias rohangkon,
Sai pabali nasa tihas asa ias tondingkon.

  1. Manjaha Surat Parpadanan

  1. Panangkasion tu:        Calon Pangoli dohot  Oroan
Natoras calon Pangoli dohot  Oroan

  1. Manandatangani Surat Parpadanan
      
a. Calon Pangoli dohot Oroan                        
b. Orang tua calon Pangoli dohot Oroan
c. Saksi dari calon Pangoli dohot Oroan          
d. Sintua calon Pangoli dohot Oroan
e. Napatumpolhon
f. Boaboa

  1. Koor/VG/Solo:

  1. Marende BE. No. 701: 1 Tu Ho do au marpadan Es=Do
(Pangoli dohot Oroan ro tu Langgatan)

1.       Tu Ho do au marpadan, o Jesus Tuhanki,
Asa burju haposan au di adopan-Mi,
Sai Ho ma mandongani au di ulaonki,
Ajari, pargogoi ma au di dalanki.

              10.   Tanda kasih (Tukar Cincin):

         Calon Pangoli :          Jalo ma cincin on,
Songon tanda holongku na so muba tu ho.

         Calon Oroan :             Jalo ma cincin on,
Songon tanda holongku na so muba tu ho.

(dung sidung tukar cincing, Pangoli dohot Oroan hundul)

             11.   Koor/VG/Solo:



12. Marende BE. No. 766: 1 Padan na Uli As=Do

Padan na uli “Ho ndang hulupahon”
Ndang pola mabiar au di ngolungki.
Nang pe holom do dalan siboluson ro do hatiuron sian langit i.
“Ho tung so huhalupahon,  Au do manogihon, Au do mangondihon.
Ho tung so huhalupahon, Au do margogoihon pos ma rohami

13. Jamita :


Asa na umbege hatangki jala diulahon, sipatudoson ma i tu halak na marroha, na paulihon bagasna diatas batu mamak. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7: 24).

Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena kita melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna. Dan Martumpol adalah mengatakan aku bisa bersamamu, dan betapa aku tak bisa tanpamu. Maka inilah janjiku padamu!
Jika kita perhatikan sebuah bangunan, maka bagian-bagian yang terpenting dari bangunan itu sendiri pada umumnya tidak terlihat oleh mata kita. Karena tidak terlihat maka sering kali kita tidak atau kurang memperhatikannya.
Tetapi seorang perancang dan pembangunan sebuah bangunan, sang arsitek bangunan, pasti sangat memperhatikan dan memperhitungkan apa yang menjadi bagian yang tak terlihat oleh mata dan yang umumnya tidak diperhatikan oleh banyak orang.
Di sini saya berbicara mengenai fondasi bangunan. Fondasi bangunan itu haruslah dalam, kokoh dan solid. Untuk mendapatkan sebuah fondasi bangunan yang kokoh dan solid itu diperlukan waktu dan perencanaan yang matang, dan kerja keras yang tidak biasa-biasa saja.
Seorang pembangun yang bijaksana akan berpikiran jauh ke depan. Ia menyediakan waktu untuk merencanakan segala sesuatunya dengan tepat, bahkan sebelum bangunan itu selesai bangunan ia sudah dapat melihat dalam pikirannya akan seperti apa bangunan yang sedang dibangun itu.
Di dalam pikiran seorang pembangun yang bijaksana, ia tidak hanya berpikir tentang rumah yang akan dibangunnya tetapi juga berpikir mengenai orang-orang yang akan tinggal dalam rumah tersebut.
Ia juga melihat pentingnya rumah tersebut kokoh dari terpaan angin dan hujan yang lebat. Sehingga rumah itu menjadi tempat berteduh yang nyaman dan aman bagi mereka yang tinggal di dalamnya.
Selain itu, seorang yang bijaksana akan menggunakan bahan-bahan yang terbaik supaya hasilnya optimal sesuai dengan apa yang dicita-citakan.
Tetapi sebaliknya, seorang pembangun yang bodoh, ia tidak peduli atau menaruh perhatian penting pada kualitas bahan-bahan yang dipergunakannya. Ia tidak mengarahkan pandangannya ke masa depan. Sehingga kualitas bangunan yang dibangunnya juga jelek. Ia juga tidak peduli dengan orang-orang yang akan tinggal di dalam rumah itu apakah mereka dapat berteduh dari terpaan angin atau hujan.
Yang ada dalam pikirannya ialah bagaimana bangunan itu dibangun semurah mungkin dan secepat mungkin. Tidak peduli apakah rumah itu nantinya kokoh atau rapuh.
MEMBANGUN HIDUP PERKAWINAN SAMA HALNYA DENGAN MEMBANGUN SEBUAH RUMAH
Tidak selesai dibangun dalam satu malam. Tidak ada kehidupan perkawinan yang selesai dibangun dalam satu malam. Bangunan perkawinan kalian tidak selesai dibangun hanya pada hari MARTUMPOL DAN PADA PAMASUMASUON ATAU MANJALO MANGALEHON ADAT MARGA HUTAJULU DENGAN MARHGA SILAEN MARHULA BORU MARDONGAN SAHUTA.
Harus jauh memandang ke depan sebab perkawinan harus tetap dipelihara sepanjang kehidupan bersama. Setiap pasangan memasuki hidup perkawinannya dengan harapan yang besar dan mimpi-mimpi yang indah, tetapi banyak dari pasangan tersebut yang menempatkan dan meletakkan dasar harapan dan impiannya itu pada dasar atau fondasi yang lemah. Sehingga banyak pernikahan yang kandas di tengah jalan. Oleh sebab itu, setiap keluarga membutuhkan fondasi yang kokoh dari hidup perkawinan yang dimasuki dan dijalaninya.
“BATU-BATU KARANG” APA SAJA YANG PERLU ADA DALAM SEBUAH PERNIKAHAN YANG UTUH?
1.         Kesetiaan. Kesetiaan kita pada pasangan hidup kita tidak hanya secara fisik tetapi juga secara hati kita. Sebab jika tidak demikian perkawinan akan berada di jurang kehancuran. Perselingkuhan salah satu faktornya ialah karena tidak adanya kesetiaan pada pasangan hidup yang telah Tuhan berikan kepada kita.
2.         Saling percaya. Sikap saling percaya merupakan hal penting bagi sebuah perkawinan yang kokoh. Kita mempercayai pasangan hidup kita sepanjang perjalanan hidup perkawinan yang kita jalani bersama. Tanpa adanya sikap saling percaya pada pasangan hidup kita akan sangat sulit bagi kita untuk membangun sebuah keluarga yang kokoh. Jika semua saling curiga satu terhadap yang lain akan sulit bagi pasangan hidup kita untuk mengembangkan dirinya. Rasa tidak dipercayai akan menyakitkan dan melukai perasaan pasangan hidup kita. Oleh sebab itu, kembangkan rasa percaya di antara kalian dan jaga kepercayan pasangan kalian jangan mengecewakannya.
3.         Kelemahlembutan. Sikap lemah-lembuh bukanlah sikap yang lemah. Tetapi justru sebaliknya, sebuah sikap yang memperlihatkan kepribadian dan kematangan diri yang dewasa. Orang yang lemah lembuh adalah orang yang dapat mengontrol dan menguasai dirinya dengan baik, ketika mengungkapkan segala hal yang menjadi perasaan dalam dirinya. Orang yang lemah lembut tidak akan menyakiti pasangan hidupnya. Orang yang lemah lembuh menjaga penuh kepercayaan pasangan hidupnya kepada dirinya. Orang yang lemah lembut adalah orang yang dapat memaafkan kesalahan yang dibuat pasangan hidupnya. Oleh sebab itulah, Yesus pernah berkata bahwa orang yang lemah lembut akan menguasai bumi.
4.         Komunikasi. Perkawinan yang baik menuntut adanya kedalaman hubungan yang hangat antara suami dan istri.  Setiap kali kita tidak menaruh perhatian pada apa yang dikatakan pasangan hidup kita, kita mengirimkan pesan kepada mereka bahwa kita tidak menghargai pasangan hidup kita. Orang bijak memonopoli mendengarkan sedangkan orang bodoh menguasai percakapan.
5.         Penerimaan. Penerimaan yang utuh dan sungguh-sungguh pada pasangan hidup kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya merupakan bentuk cinta yang sejati. Semakin lama kita bersama orang yang kita cintai semakin kita mengenal kelebihan dan kekurangannya. Di sini kemampuan kita menerima pasangan kita apa adanya dan menolongnya untuk semakin mengurangi kelemahannya merupakan prasyarat bagi sebuah perkawinan yang sehat dan membahagiakan.
6.         Iman kepada Allah. Sebuah keluarga kristen belum dapat dikatakan sebagai keluarga kristen yang seutuhnya apabila belum menyediakan tempat dalam kehidupan mereka kehadiran Allah yang menuntun kehidupan mereka dan pertumbuhan rohani yang baik bagi setiap anggota keluarga yang ada di dalamnya.
7.         Kasih. Kasih adalah semen/lem yang merekatkan keenam batu karang tersebut di atas. Kasih merupakan dasar pengikat bagi kita untuk hidup bersama, berjalan bersama dan menikmati bersama kehidupan dengan pasangan hidup yang Tuhan berikan. Kita mengasihi pasangan kita tidak hanya dengan kata-kata tetapi yang terutama ialah dengan perbuatan nyata kita sehari-hari. Satu perbuatan yang penuh kasih jauh bernilai dibandingkan seribu kata cinta yang kita ucapkan pada pasangan hidup kita.
Hari ini, SAHALA HUTAJULU DAN MOPO BORU SILAEN memulai upaya mereka untuk membangun sebuah rumah perkawinan yang baik dan membahagiakan mereka. Tetapi perlu diingat bahwa perkawinan yang baik dan membahagiakan tidak dapat dibangun dalam satu malam. Itu membutuhkan pergumulan bersama, komitmen bersama untuk meraih masa depan bersama. Sebab CINTA BUKAN BERARTI CUMA SALING MEMANDANG, TETAPI TERUTAMA MENATAP KE TUJUAN YANG SAMA.

Bagi calon pengantin, pengantin  suami dan istri perkawinan adalah komitmen yang utuh dari pribadi yang utuh bagi kehidupan bersama yang utuh. Amin.


14. Marende BE. No. 706: 1... Godang ni pasupasu i  F=Do
(Pelean tu Huria dohot Sosial Huria)

1.       Godang ni pasupasu i dilehon Tuhanki
Tarlobi asiasi-Mi marhite Anak-Mi
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

2.       Tondong nang aleale i palashon rohangki
Alai na ummuli i boi au anak-Mi.
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

------- musik -------

3.       Ndang dung mansohot basa-Mi saleleng ngolungki
Ho ma tongtong pujionki sangap di goar-Mi.
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

15. Tangiang Panutup (jongjong)
      
III. Mandok Hata:

             1.       Sian Paranak
  1.    Sian Parboru

IV.  Masijalangan (Calon Pangoli Oroan jongjong di jolo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...