Jumat, 28 Desember 2018

RENUNGAN MINGGU SETELAH NATAL 30 DESEMBER 2018




BERNYANYI DAN

 BERMAZMURLAH

BAGI TUHAN

(Mazmur 149: 1-9)




N
yanyian adalah merupakan ekspresi jiwa/pengalaman dari orang yang menyanyikannya, dengan bernyanyi seseorang akan dapat mengeluarkan apa isi hatinya, perasaannya juga harapannya. Banyak hal yang menjadikan alasan seseorang bernyanyi, terkadang oleh sukacita, juga oleh penderitaan yang dialaminya, ataupun juga untuk menghibur orang yang mendengarnya, terlebih orang yang percaya akan Yesus, akan senantiasa bernyanyi, menyanyikan kebesaran kasih karunia Allah dalam kehidupannya. 

Pemazmur mengajak orang Israel untuk bernyanyi, ay. 1: Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan“, dengan alasan sebab Tuhan telah memberikan mereka kemenangan. Menyanyikan lagu pujian atas penyertaan Tuhan yang memberikan mereka kemenangan atas musuhnya (ay.4: ...”Ia memberi kemenangan kepada orang yang rendah hati...) Itu sebabnya dikatakan bahwasanya nyanyian baru yang diserukan dalam nats ini adalah merupakan sebuah kesaksian iman setiap orang yang telah melihat, mengalami dan merasakan anugerah penyertaan Tuhan, sehingga ia mengaguminya dengan sungguh. Pdt. Dr. Eka Darma Putra mengatakan: Bahwa nyanyian baru adalah merupakan ekspresi pengalaman iman seseorang akan penyertaan kasih Tuhan dalam hidupnya; artinya hanya ”orang yang beriman yang dapat menyanyikan kebesaran kasih Tuhan“. Sebab tanpa pengalaman dan penghayatan iman akan perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita, kita tidak akan mungkin dapat menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan; Nyanyian baru yang dimaksudkan adalah bagaimana kehidupan kita baru dalam hal kejujuran, sukacita, iman pengharapan serta perbuatan dalam kebenaran dan kejujuran, bagaikan sebuah tarian baru yang lahir dari pribadi yang mengalami pembaharuan dari Allah; tanpa itu dan jikalaupun kita tetap bernyanyi, semuanya hanyalah lagu lama saja dan kebiasaan belaka. 

Bernyanyi memuliakan Tuhan, bermazmur untuk kebesaran nama-Nya, Dia Kristus yang lahir yang memberikan kita kehidupan baru, motivasi baru serta pemahaman yang baru akan makna sebuah kehidupan. Sebagaimana Israel bermazmur, bersorak-sorai atas penyelamatan Tuhan atas mereka, dibebaskan dari perbudakan Mesir. Bernyanyi karena keadilan Allah ditegakkan, dimana Allah telah mengalahkan musuh-musuh-Nya. Dan seruan bernyanyi pada akhir ini, mengajak kita melihat jauh pada masa eskatologis. Ada saatnya dimana umat Tuhan harus jatuh bangun, oleh penderitaan karena salib Kristus, karena kesetiaan melayani-Nya. Akan tetapi oleh Kristus yang datang memberikan kita kemenangan atas kuasa dosa, membangkitkan kembali iman pengharapan kita untuk melihat masa depan Bersama-Nya. Dosa telah dihapus, maut telah dikalahkan, Dia yang datang yang harus kita sambut dengan nyanyian pemenang. Sukacita dan pujian akan berlangsung terus yang adalah merupakan ciri kehidupan baru yang senantiasa memenuhi seluruh kehidupan orang percaya. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. (HS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...