Kamis, 13 Desember 2018

RENUNGAN MINGGU ADVENT KETIGA, 16 DESEMBER 2018

ALLAH MEMULIHKAN

UMAT YANG DIKASIHI-NYA

(Hosea 14: 2-9)



Orang-orang sakit tentu sangat mengharapkan adanya pemulihan kesehatannya, untuk dapat menikmati hari-harinya dengan sukacita. Tentu sangat dibutuhkan dokter atau para medis serta seluruh peralatannya, dibutuhkan makanan dan obat-obatan, serta disiplin diri seorang yang sakit seperti mengubah kebiasaan dan pola hidup atau pola makan untuk lebih baik. Tentu saja penyakit seseorang bukan hanya terjadi karena pola hidup yang kurang disiplin ataupun lingkungan yang kurang bersih, tetapi boleh jadi faktor kekebalan tubuh itu sendiri. Tanpa disiplin diri, kita akan mudah digoda oleh kenikmatan duniawi ini, akan mudah melupakan segala bentuk larangan yang telah diberitahukan kepada si sakit. Keluarga tentu, maupun sahabatnya atau team medis akan selalu mengingatkannya untuk mengubah diri.

Bangsa Israel yang sakit, yang menderita dalam penghukuman Tuhan akibat pelanggaran mereka akan hukum Tuhan, mereka meninggalkan Tuhan dengan beralih menyembah dewa-dewa baal, melakukan segala bentuk kekejian di mata Tuhan, penindasan, kekerasan, penipuan. Bahkan kehidupan moralitas mereka disamakan dengan persundalan, yang digambarkan kehidupan kekeluargaan Hosea sendiri. Dia mengawinii seorang perempuan sundal dan menamai anak-anaknya: “Lo Ami (bukan umatKu); Lo Rukhama (yang tidak dikasihi). Nabi Hosea menyerukan agar kiranya mereka mau mengubah diri dan bertobat, kembali ke jalan atau aturan hidup yang telah ditetapkan Tuhan sebelumnya kepada mereka melalui nenek moyang mereka, sebab hanya dengan perubahan hidup dan pertobatan mereka akan beroleh hidup. Bertobat (Ibr: ”Suv; kembali, berubah; Yunani; ”Metanoia; berobat, berubah, kembali ke jalan semula). Bertobat; berubah dengan sungguh-sungguh untuk lebih baik, dalam kesetiaan, dalam iman dan ketaatan; bukan hanya sebagai kemunafikan atau kepura-puraan saja. Kesungguhan hidup akan melahirkan sukacita, kesungguhan iman akan melahirkan kehidupan baru bersama Tuhan Yesus.

Kasih Allah lebih besar dari murka-Nya, sebab walaupun Tuhan menghukum umat-Nya, bukanlah untuk kebinasaan tetapi adalah merupakan suatu proses pembentukan jati diri sebagai umat yang diberkati Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah menghendaki kematian orang orang fasik, tetapi adalah  keselamatan mereka, dan untuk itulah Tuhan datang melawat umat-Nya, melalui kelahiran-Nya di Betlehem yang kita rayakan setiap tahunnya.


Tuhan memulihkan hubungan kita kembali dengan Sang Bapa, memulihkan kehidupan kita dari yang sebelumnya terkutuk dan terhukum akibat dosa dan pelanggaran kita akan Firman-Nya, kini beroleh pengasihan dan pembenaran, beroleh penebusan sehingga kita beroleh hidup kembali bersamanya. Anugerah keselamatan yang dibawa oleh Yesus, yang senantiasa disuarakan dalam setiap kehidupan kita melalui Firman-Nya, yang kita terima melalui dan hanya dengan pertobatan yang sungguh; dengan pertobatan kita akan dimampukan menerima Kristus pada hari kedatangan-Nya yang kedua kalinya; Dengan pertobatan yang sunguh, kita didapati-Nya tidak bercacat cela dan layak menerima kehidupan bersama-Nya kelak. Selamat Advent. Selamat menyambut hari Natal. (HS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...