Jumat, 21 Desember 2018

PEMBERKATAN PERKAWINAN ANDRE PRIADI TAMBUNAN-LIDYA RIBKA M. BR. SITORUS

M O D E L    E

TATA KEBAKTIAN

PEMBERKATAN PERKAWINAN

(Bahasa Indonesia)

Jumat, 21 Desember 2018 Pukul 09.00 WIB









I.   Pra Ibadah

1. Calon Pengantin dan keluarga serta Majelis Gereja berdoa bersama di konsistori.

2. Calon Mempelai dan keluarga memasuki gereja, jemaat diundang berdiri. (diiringi musik)

II.   I b a d a h (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.     Bernyanyi KJ No. 287b1-2  Sekarang bersyukur F= Do

1.     Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan!
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Dib’ri-Nya kita pun anug’rah dan berkat
Yang tak terbilang t’rus, semula dan tetap.

(Jemaat berdiri)

2.     Yang Mahamulia memb’rikan sukacita,
Damai sejahtera di dalam hidup kita.
Kasih-Nya tak terp’ri mengasuh anak-Nya;
Tolongan-Nya besar seluas dunia!


2.     Votum - Introitus - Doa

(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:     Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. AminDan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

J:   Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

L:     Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  Haleluya! (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah kami yang di surga, Engkaulah yang menetapkan perkawinan itu. Engkau melihat kedua saudara kami ini, yang bermaksud melangsungkan perkawinan mereka. Mereka datang memohon berkat-Mu. Sertai dan berkatilah mereka dengan kasih sayang-Mu. Isilah hidup mereka dengan Roh Kudus, agar perkawinan mereka ini senantiasa penuh damai dari permulaan hingga akhirnya. Dengarlah doa dan permohonan kami ini karena kasih sayang-Mu kepada kami. Amin.                  (Jemaat Duduk)

3.     Koor/VG/Solo:

4.     Bernyanyi KJNo. 388: 1-2  S’lamat di tangan Yesus  G= Do

1.     S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia: damai sejahtera.
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

2.     S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh;
Dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.
Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap;
Goda dan air mata akan seg’ra lenyap.
S’lamat di tangan Yesus, Aman pelukan-Nya; Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

5.     Khotbah: Amsal 3: 3


     Memimpikan perkawinan dan menjalani perkawinan adalah dua hal yang sangat berbeda. Hidup bersama dengan orang yang mempunyai latar belakang berbeda akan memunculkan masalah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Masalah sekecil apapun dapat menjadi masalah besar. Masalah tersebut dapat muncul dari kebiasaan yang berbeda antar pasangan, mulai dari cara menyimpan baju, cara menaruh handuk, cara menggosok gigi, cara mendidik anak, hingga masalah yang lebih rumit lagi seperti masalah keuangan dan lain sebagainya. Tidak ada yang pernah tahu masalah apa yang akan muncul ketika kita menjalani suatu perkawinan. Semuanya akan terjadi dengan begitu saja tanpa pernah kita sadari.

     Tidak sedikit perkawinan yang terancam gagal karena mereka tidak menemukan jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi. Pada akhirnya mereka menyerah dan memutuskan sesuatu yang melawan komitmen dan hakikat perkawinan Kristen itu sendiri. Dengan alas an tidak ada lagi kecocokan.

Keputusan untuk berpisah/bercerai tentunya bertentangan dengan Firman Tuhan. Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.

    Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu. Sai unang ma tallushon sian roham habasaon dohot hasintongan, horunghorungkon tagonan angka i tu rungkungmu, jala surathon angka i bahen parningotan ni roham. Let not mercy (chesed) and truth (we amed) forsake thee: bind them about thy neck; write them upon the table of thine heart:  (Amsal 3:3)


·      Perkawinan di Kana ini adalah terjadinya tanda yang pertama, dan masih akan ada banyak tanda-tanda lain menyusul yang menyatakan tentang pribadi Yesus, menunjuk kepada karya-Nya yaitu pekerjaan Bapa yang dinyatakan dalam kehidupan Yesus Kristus.

·      Orang yang ke rumah pesta biasanya mendapatkan sesuatu, dijamu; sedangkan ke rumah duka biasanya mengeluarkan sesuatu, mau menghibur, berkorban. Tapi di bagian ini, Yesus datang ke perkawinan, pesta dan Dia berkorban. Memang Dia membiarkan diri-Nya untuk dijamu, Yesus pastinya juga tertawa dan makan, dan bersukacita bersama kedua mempelai, tapi Yesus datang untuk membereskan apa yang kurang di sana.

·     Banyak orang berteman dengan yang kaya untuk mendapatkan sesuatu; tapi siapa yang berteman dengan pikiran mau berbagi dalam kekurangan yang ada dalam kehidupan orang kaya? Orang kaya, bagaimanapun juga punya kebutuhan untuk dikasihi. Orang kaya, bagaimanapun juga punya kekurangan dan kelemahan yang kita bisa berbagi di dalamnya.

·      Orang yang pesta juga punya kekurangannya sendiri. Di sini anggurnya kurang, lalu Yesus datang bukan hanya untuk menikmati jamuan mereka, tapi juga untuk melayani mereka. Ada yang tidak lengkap dalam suasana pesta itu, ada yang kosong dalam diri orang-orang yang kita anggap sudah mapan itu, yang bisa kita isi.
Demikian juga sebaliknya, kadang kita datang mengunjungi orang sakit atau miskin untuk menghibur, tapi malah kita yang dihibur. Kita datang kepada orang miskin dengan pikiran untuk menolong, tapi malah kita yang belajar sesuatu dari dia. Kita datang kepada orang kaya untuk dijamu, tapi ternyata orang kaya banyak bolongnya juga. Bukan berarti kita tidak boleh menikmati jamuan mereka, Yesus pun menikmatinya tapi Dia peka akan apa yang kurang dalam perkawinan ini.
   Kita akan mendapati bahwa gambaran perkawinan adalah gambaran Kerajaan Allah. Yesus betul-betul datang ke perkawinan, tapi bukan sekedar urusan perkawinan melainkan juga mewakili datangnya Kerajaan Allah. Gambaran pesta ini juga ada di dalam Matius maupun bagian-bagian yang lain, dan Yesus-lah Mempelai Laki-lakinya.
   Yoh.2: 3 Ibu Yesus berkata kepada-Nya:  "Mereka kehabisan anggur." Ini memang kepekaan wanita. Tapi kepekaan ini lalu dijawab oleh Yesus: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?"  (ay.4). Terjemahan bahasa Indonesia di sini sangat timur, pakai kata “ibu”. Tapi kalau bandingkan dengan terjemahan lain misalnya bahasa Inggris, tidak pakai istilah “ibu” melainkan “woman”. Yesus memposisikan diri-Nya bukan hanya sebagai anak Maria, tapi Dia adalah Tuhan, Tuhannya Maria, “Mau apa engkau dari pada-Ku, hai perempuan (wanita)?” (Mau apakah engkau daripadaku LIDYA?)(Mau apakah engkau daripadaku ANDRE?). Dalam terjemahan bahasa Inggris sedikit berbeda: “Woman, what does this have to do with me?” Ini apa urusannya dengan Saya.
      Kemudian perkataan Yesus tadi disambung dengan: “... saat-Ku belum tiba.”
     Maria bicara kepada Yesus, “mereka kehabisan anggur”. Maka Yesus menjawab seperti itu (ay.4). Yesus itu Tuhan, bukan bawahan Maria. Tapi setelah Yesus menegur, di ayat 5 kita membaca ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" 
·      Apa perbedaan pernikahan Kristen dengan non Kristen? Bukan soal pernikahan Kristen harusnya lebih setia, karena yang tidak percaya pun bisa setia. Yang membedakan adalah bahwa perkawinan Kristen merupakan ‘sekolah’ untuk mempelajari hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Sekolah ketaatan kepada Kristus. Orang tua menggembalakan anak seperti Tuhan menggembalakan anak-anak-Nya. Anak-anak mau menaati orangtuanya seperti bangsa Israel belajar menaati Yahweh. Suami berkorban bagi istri dan anak-anaknya seperti Kristus berkorban bagi jemaat-Nya.
-->
  Amsal 3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu. Sai unang ma tallushon sian roham habasaon dohot hasintongan, horunghorungkon tagonan angka i tu rungkungmu, jala surathon angka i bahen parningotan ni roham.
6.     Koor/VG/Solo:

7.     Bernyanyi KJ. No 318: 1 Berbahagia tiap rumah tangga C= Do

(Calon Pengantin maju ke Altar gereja)

1.     Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kaulah Tamu yang tetap.
Dan merasakan tiap suka cita,
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap.
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri.
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau b’ri.

8.     Pemberkatan

9.     Koor/VG/Solo:

10. Pemberian Tanda Kasih gereja

11. Koor/VG/Solo:

12. Bernyanyi KJ. No. 419: 1…  Yesus, pimpinlah       G= Do 

(Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.   Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
    Hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
    Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

2.   B’rilah kami pun  iman yang teguh,
    Agar jangan ditaklukkan oleh susah dan keluhan,
    Tapi bertekun ikut jalan-Mu.

..... (Musik) .....

3.   Bila ditekan duka dan beban,
    Bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
    Dan tunjukkanlah akhir yang cerah.

    (Jemaat Berdiri)

13. Doa Persembahan - Berkat

14.   (Manyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan:

1.     Mewakili keluarga Pengantin Laki-laki

2.     Mewakili keluarga Pengantin Perempuan

IV.  Poto Bersama

1.     Kedua Pengantin

2.     Kedua Pengantin dan Pendeta

1.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Laki-laki

2.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Perempuan

3.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin

V. Bersalaman  

(Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat sambil bernyanyi BE. No. 141 Sai tiur ma langkamuna BL. 222 C= Do)

Sai tiur ma langkamuna,
sai Debata ma donganmuna,
nang surusuruan-Na pe.
Molo diramoti Jesus,
hamuna ndang tarbaen so bulus,
do langkamuna sasude.
Antong Tuhanta i, ma donganmuna i ganup ari,
hamu sude sai ingot be, tumangiangkon hami pe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...