Senin, 03 Desember 2018

RENUNGAN MINGGU ADVENT KEDUA, 9 DESEMBER 2018




MENYAMBUT TUHAN
DENGAN CARA HIDUP YANG BAIK

(1 Petrus 2, 11-12)





“Ribuan pendatang baru di Jakarta pasca lebaran lalu dipastikan bisa menetap untuk sementara waktu di Ibu Kota. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menyebutkan telah melayani ribuan warga dalam Operasi Bina Kependudukan (Binduk) 2018. Operasi Binduk bagi warga pendatang baru tersebut telah dilaksanakan sejak H-14 Lebaran hingga 31 Agustus 2018 lalu. Selama pelaksanaan Operasi Binduk, Disdukcapil telah membuatkan sebanyak 4.599 Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) untuk warga pendatang baru.” (SINDONEWS.com Selasa, 4 September 2018). 

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di lingkungan masing-masing. Kenali tetangga hingga pendatang di sekitar lingkungan tempat tinggal. Jika tidak waspada, tidak menutup kemungkinan mereka bisa memanfaatkan situasi untuk berbuat kejahatan.” Begitu tulisan Pikiran Rakyat, Kamis 25 Oktober 2018.

Menjadi seorang pendatang tidaklah selalu enak. Seorang pendatang biasanya tidak begitu bebas dan tidak bisa berbuat sesuka hati. Kita harus menjaga diri sebaik mungkin. Apa lagi kalau kita membawa sebuah nama almamater, profesi atau nama golongan, kita harus bermawas diri, agar nama almamater, profesi atau nama golongan yang kita sandang tidak tercoreng karena sikap kita yang tidak baik. 

Melalui suratnya, rasul Petrus mengingatkan orang Kristen Yahudi perantau di daerah Asia Kecil, agar tetap berbuat baik dan menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging, di tengah-tengah bangsa lain bukan Yahudi. Mengapa? Karena mereka umat Allah, bangsa pilihan yang harus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Orang-orang perantau tersebut oleh Petrus juga disebut sebagai “saudara-saudaraku yang kekasih.” Mereka diingatkan: Jangan pernah lekat dengan apapun yang ada di dunia ini. Karena kelekatan dengan dunia, akan membuat hidup kita menderita saat kehilangannya. Karena tidak ada yang kekal di dunia ini. Sebagaimana perantau, suatu saat kita akan beranjak dan pergi dari dunia ini. Apa yang berharga dan paling berharga sekalipun dari yang kita miliki saat ini, tak mungkin menjadi milik kita selama-lamanya. Selagi masih musafir di dunia ini, mari memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa (bnd.ay.12). 

Sebagai perantau di dunia ini, orang percaya akan menjadi pusat perhatian. “Waspadalah!” kata Petrus.  Orang percaya haruslah yang bersedia menyerahkan dirinya dalam pimpinan Tuhan dan melayani kepentingan Tuhan. Melakukan perbuatan-perbuatan baik kepada semua orang. Itulah cara orang percaya “menyambut Tuhannya.” Apakah Anda orang yang seperti ini? Selamat Advent! Amin. (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...