Jumat, 20 Maret 2015

RENUNGAN MINGGU JUDIKA, 22 MARET 2015



Bersukacita Menaati Firman Tuhan (Mazmur 119: 9-16)





Pemuda merupakan generasi penerus pelayanan gereja, bangsa dan negara. Kalimat ini tentunya tidak asing lagi bagi telinga kita. Masa muda adalah masa emas untuk memaksimalkan potensi diri memacu setiap sumber daya kita untuk “do our best” “go to the next level” dalam segala hal, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, ketekunan dan juga kesucian.
Teringat kutipan pidato Bung Karno berjudul penyambung lidah masyarakat yaitu "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia." “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya… Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Sejarah Indonesia mencatat bahwa peran pemuda dalam mempertahankan sekaligus menyuarakan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Idealisme yang tinggi, potensi yang besar, semangat yang berapi-api, oleh pemuda pemudi telah banyak memberikan sumbangsih dan kontribusi kepada kemajuan bangsa. Sangat kita sayangkan, belakangan ini kita mendengar sekelompok pemuda pelaku Begal Motor dan pemuda terlibat Narkoba. Moral bobrok mereka membuat hidup menjadi kacau, kejam, sadis dan mengerikan.
Dalam perikop minggu hari ini, pemazmur menceritakan betapa firman Tuhan merupakan pedoman penting untuk menjaga agar perilaku orang percaya (baca:Pemuda), agar mereka tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Firman Tuhan merupakan penjaga dan pemandu hidupnya. Pemazmur tidak hanya bersukacita di dalam firman Tuhan, tetapi juga memakai firman itu sebagai pertahanan diri melawan dosa. Ia berkata kepada Allah, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau" (ayat 11).
Pemazmur mengungkapkan kecintaannya kepada Taurat dan syukurnya kepada Sumber Taurat tersebut (12-16). Respons pemazmur terhadap firman Tuhan adalah mempelajari (119:12,15), mengingat dan menyimpan dalam hati (119:9,11,16), serta menceritakan firman Tuhan (119:13). Dia juga memohon penjagaan Tuhan agar bisa menaati firman-Nya (119:10). Pemazmur berkata, "Firman-Mu tidak akan kulupakan" (ayat 16), karena kita tidak mudah melupakan sesuatu yang kita simpan di dalam hati. Respons di atas penting karena menunjukkan bahwa firman Tuhan merupakan perlengkapan penting dalam peperangan rohani orang percaya, firman Allah sebagai pelita bagi kaki dan terang bagi jalan orang percaya (Mzm 119:105).
Dalam Perjanjian Baru, firman Allah ditegaskan sebagai perlengkapan untuk melakukan setiap perbuatan baik (2Tim.3:16-17). Rasul Paulus juga menasihati jemaat Efesus untuk mengenakan pedang roh dalam peperangan rohani di dunia (Ef.6:17). Dari uraian di atas, jelas bahwa firman Allah merupakan alat untuk menjalankan tugas sebagai prajurit Tuhan dalam peperangan rohani di dunia ini.
Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk memakai firman Allah sebagai senjata dalam peperangan rohani? Apakah Anda sungguh-sungguh bersandar kepada Allah dan mengandalkan firman-Nya dalam kehidupan Anda? Bila Anda hendak mengandalkan firman Tuhan, Anda harus sungguh-sungguh mempelajari firman Tuhan. Amin.

                      Selamat Hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...