Jumat, 14 Juni 2019

RENUNGAN MINGGU TRINITATIS, 16 JUNI 2019

MENGGAPAI HARAPAN

(Kejadian 22:1-12)

Hidup adalah perjuangan yang harus dihadapi dengan kesungguhan, keteguhan hati serta memiliki pengharapan untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Ada banyak hal yang harus kita hadapi, terutama persoalan ”mungkinkah atau tidak”. Bagi setiap orang yang mengatakan dan bertanya: ”Apakah mungkin“ akan membawanya kepada keragu-raguan dan kepada ketidakpastian dan bahkan hingga kehilangan harapan dan motivasi. Tetapi bagi mereka yang mampu melihat masa depannya, akan senantiasa berjuang dengan sebuah pengharapan: ”Pasti bisa, semuanya mungkin bisa terjadi“, akan mendorongnya untuk bersungguh dan bertekun. Akan mau belajar, mau mendengar arahan dan tuntunan dari orang yang memberinya tuntunan/arahan. Melihat masa depan yang pasti lebih baik dari hari ini, menghantar seseorang untuk bersungguh-sungguh, meletakkan dasar hidupnya kepada sebuah pengharapan, terutama menguatkan imannya akan campur tangan Tuhan.

Abraham diperhadapkan Tuhan dengan 3 persoalan kehidupan di luar nalar/logika berfikir manusia, pertama: Tuhan menyuruh Abraham harus meninggalkan tanah kelahiran, orang tuanya dan juga segala apa yang dia miliki ke sebuah tempat yang dia sendiri tidak tahu di mana, hanya berbekal tuntunan Tuhan;..” ke tanah yang akan Kuberikan/Kutunjukkan kepadamu“ kedua: Tuhan berjanji akan memberikan keturunan yang banyak (termasuk kekayaan dan kekuasaan), sementara saat itu dia belum memiliki anak, ketiga: Harus mempersembahkan anaknya Ishak kepada Allah sebagai kurban persembahan. Dia diminta Tuhan untuk mengurbankan anaknya yang telah 25 tahun dia nantikan sejak Tuhan mengikatkan janjiNya kepada Abraham. Adalah suatu persoalan yang sangat sulit dipahami logika berfikir manusia akan jalan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita dengan apa yang harus kita lakukan.

Abraham memilih kata “Setia, taat, percaya“ yang dia perlihatkan dari ketulusan hatinya untuk senantiasa percaya akan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya demi sebuah kehidupan yang lebih bermakna di hadapan keluarganya, di hadapan bangsa-bangsa, terutama di hadapan Tuhan. Menggapai nilai sebuah hidup yang penuh harapan. Abraham melakukan setiap apa yang harus dia lakukan yang berkenan dengan firman Tuhan, melakukannya dengan segala ketulusan dan kesetiaan, dengan meletakkan segala persoalannya kepada Tuhan.

Satu jawaban yang sangat indah dari Tuhan: Abraham diberikan keturunan yang banyak, kekayaan dan namanya terkenal karena kesetiaannya, yang kemudian digelari dengan sebutan: ”bapa orang percaya/bapa segala bangsa”. Tuhan memberkatinya, Tuhan menjawab segala pergumulannya dengan berkat penyertaan Tuhan dalam segala aspek kehidupannya, Tuhan memberikan jalan keluar dari setiap persoalannya, yaitu jalan hidup yang penuh degan sukacita dan berkat. Setialah kepada Tuhan, engkau akan diberkati dalam hidup dan sukacita. Selamat hari Minggu. Amin. (HS)

1 komentar:

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...