Sabtu, 02 Maret 2019

SERMON SEKSI PEMUDA

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI PEMUDA
HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

  “THE LORD BE WITH YOU ALL”
(2 Tesalonika 2: 13-17)

Sabtu, 2 Maret 2019

















1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 24: 1-2 Lawatlah Tuhan BL. 59 As=Do

Lawatlah Tuhan, kami umatmu.
Kami mau memuji Tuhan, kar’na kasih dan rahmat-Mu.
Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu.

                Kasihanilah, kami yang sesat,
                Kaulah Yesus pertolongan, yang memb’ri keselamatan
Kasihanilah, kami yang sesat.

2.  AGENDA  (St. P. A. Samosir, S.H)

3.  Bernyanyi BN. HKBP No. 18: 2 Bukalah pintu gerbang-Nya BL.84  C=Do


2.   Aku datang ya Tuhanku, lihat akau hamba-Mu
Dalam rumah-Mu Tuhanku, kami t’rima berkat-Mu
Tinggallah di hatiku, jadi rumah bagimu

4. Pembacaan Nats: 2 Tesalonika 2: 13-17 (P: Pemimpin – Pm: Pemuda)

P:      Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Pm:  Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,

P:      tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Pm:  Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.

P:      Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.

5.  Penjelasan (Pdt. Nikson Simangunsong)

Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang percaya harus bekerja. Tidak boleh berdiam diri saja. Mereka yang menganggur, bermalas-malasan, pemalas adalah salah. Paulus menyerukan, "supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.” (ay.6). Mereka yang malas yang tidak menjalani kehidupan mereka dengan cara yang telah diajarkan. Dianggap pengacau dan orang yang sulit diatur. Orang-orang ini memberi alasan bahwa Yesus akan segera kembali, dan jika Yesus kembali untuk apa bekerja. "Mereka berpendapat bahwa mereka berpikiran surgawi sehingga mereka tidak memiliki kebaikan duniawi." Begitulah beberapa orang Kristen Tesalonika pada zaman gereja mula-mula, dan pada zaman ini boleh juga kita temukan orang yang berpikiran sama. Maka perintahnya? Orang percaya harus menarik diri atau memisahkan diri dari orang-orang yang berpikir seperti itu. Orang-orang percaya harus memberikan contoh bagaimana kehidupan harus dijalani. Bekerja tentu saja merupakan salah satu tanggung jawab baik (orang muda) laki-laki dan perempuan. Kata "menarik diri" berarti menjauh dari hidup yang menganggur tidak produktif. Dan kita tidak boleh bergaul dengan orang yang tidak mau bekerja.
Berikut Gereja Tesalonika bermula dan berkembang di tengah panasnya penganiayaan (Kis.17:1-9; 1 Tes.1:6-8 ; 2:13-16). Penganiayaan yang dialami oleh orang-orang percaya ini tidak hanya pada periode permulaan gereja, tetapi berlanjut juga saat kunjungan Paulus. Sehingga dalam surat keduanya ini membicarakan tentang, "penganiayaan dan kesengsaraan yang dialami gereja Tesalonika" (2 Tes.1: 4). Maka firman Tuhan menyapa mereka, tetaplah setia untuk hidup baik, walau menghadapi penganiayaan. Rasul Paulus memuji kelompok orang percaya yang setia ini dengan mengatakan, “Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu” (1 Tes.1: 3).
Orang Tesalonika terus berbuat baik karena fokus mereka bukan pada kenyamanan pribadi, atau pemenuhan kebutuhan pribadi, atau kebahagiaan pribadi, tetapi pada kemuliaan Allah dan pemenuhan tujuan mereka untuk menyebarkan pesan Injil yang menyelamatkan. Inilah sebabnya mengapa iman mereka kepada Tuhan dan cinta satu sama lain terus tumbuh.
Penganiayaan akan terus terjadi kepada semua orang percaya. Paulus memberi tahu orang Tesalonika bahwa orang Kristen “ditakdirkan” (ditunjuk) untuk menderita penganiayaan (1 Tes.3:3b-4). Mungkin kita lebih akrab dengan kata-kata dari 2 Timotius 3:12 , “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” Orang percaya yang setia menderita penganiayaan dan penderitaan dari berbagai jenis dari dunia yang menolak Kristus. Dan Setan, para pengacau dan orang-orang jahat, menggoda kita melalui penganiayaan? (1 Tes.3:1-5). Dia menggoda kita untuk menyerah, menjadi lelah dan kalah. 
Namun, ingatlah kata-kata Yakobus dan Petrus, bahwa melalui pencobaan penganiayaan, iman kita menjadi lebih kuat dan lebih murni melalui penganiayaan (Yak.1:2-3; 1 Pet.1:6-8). Itulah yang kita lihat dengan jemaat Tesalonika, dan itulah yang akan kita lihat dalam hidup kita jika kita tidak lelah dalam berbuat baik, walau ketika kita dianiaya karena iman kita. Jangan lelah dalam berbuat baik bahkan saat dunia di sekitar anda jahat.
Hai pemuda! Anda harus terus berkarya untuk menyenangkan Allah, bahwa Anda harus melakukan hal itu semakin intens. Jangan lelah dalam berbuat baik bahkan saat anda teraniaya. Janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. Dan kamu harus tahu “Dan Ia, Tuhan damai sejahtera (eirene), kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya (eirene) terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.” “The Lord be with you all” (ay.16).

6. Diskusi

5.1. Setelah membaca keterangan singkat di atas, kepada orang yang bagaimakah selogan “Tuhan menyertai kamu sekalian (The Lord be with you all) dialamatkan?

5.2. Apakah Anda termasuk orang yang produktif di dalam studimu atau pekerjaanmu?

7.  Bernyanyi BN. HKBP No. 25:1 Firman-Mu Tuhan Allahku BL.181 Es=Do

Firman-Mu Tuhan Allahku, tak ternilai bagiku.
Kujadikan peganganku, di tiap langkah hidupku.
Kalau bukan Firman Tuhan, dasar iman umat-Mu.
Apakah dasar yang kuat, selain firman Tuhanku.

8.  Doa Syafaat (Andreas Manik)

9.  Bernyanyi BN. HKBP No. 15:1-2 Andai ‘ku punya suara indah BL.103 F=Do
 (Persembahan)

Andai ‘ku punya suara indah, seribukali suaraku.
Aku bermazmur sangat indah, dari seluruh jiwaku.
Hatiku sangat bergemar, memuji karya cipta-Mu.

                Andaikan suaraku menjangkau semua alam ciptaan-Mu.
                Akan ‘ku ajak semua makhluk nyanyikan kidung bagi-Mu.
                Hendaklah jiwa ragaku, memuji Tuhan Allahku.

10. Doa Bapa Kami - Berkat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...