Jumat, 21 September 2018

RENUNGAN MINGGU XVII SETELAH TRINITATIS, 23 SEPTEMBER 2018

JADILAH
PEMBAWA PEMBAHARUAN
Efesus 5: 1 – 10



Mengucapkan lebih gampang dari pada melakukannya, antara khayal, angan dengan realita. Akan tetapi semuanya dapat diubah oleh sebuah pembaharuan moral yaitu kesungguhan untuk berbuat yang terbaik bagi kehidupan sehari hari, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Perubahan yang dapat dinikmati/diikuti banyak orang, seperti dengan mengubah kebiasaan/karakter lama menjadi baru, dengan demikian pola hidup lama juga akan berubah dari hidup yang sembrono kepada hidup yang hati hati.

Perubahan karakter moral oleh penebusan Tuhan, artinya memiliki kemampuan untuk membedakan apa yang baik dan apa yang tidak baik, mampu memisahkan diri dari kecenderungan dunia ini seperti, kejahatan, kemunafikan dan kepalsuan, perkataan kotor dan kosong, kehinaan, serta berbagai perilaku yang tergolong pada dunia kegelapan. Dan bahkan disebutkan orang yang telah menerima pembaharuan iman, akan dimampukan untuk membedakan apa yang baik dan yang salah, apa yang patut dan yang tidak patut. Papatah  mengatakan, buah jatuh tidak akan jaug dari pohonnya; yang menggambarkan karakter seseorang anak tidak berbeda jauh dari karakter orang tuanya.  Dalam ay 1; Paulus mengingatkan aagar kiranya jemaat Efesus yang disebut sebagai anak anak Allah, hendaknya harus meniru Allah dengan menunjukkan kasihnya kepada Bapa dan kepada sesama.  Yesus yang rela mengurbankan diri-Nya bagi keselamatan umatNya, adalah merupakan perwujudan kasi Anugerah Alah akan manusia. Wujud kasih yang dinyatakan dalam tindakan pengurbanan baik terhadap Allah juga terhadap manusia. Kasih pengurbanan orang percaya tidak pernah dinyatakan dalam tindakan amoral, seperti percabulan, kecemaran, keserakahan dan perkataan kotor, sebab tindakan/perbuatan amoral bukanlah karya Roh Kudus dan mereka yang hidupnya dalam kecemaran, kenajisan tidak mendapat bagian /tempat dalam kerajaan Allah.

Sebagai anak-anak terang yang terpanggil untuk membawa dan menyatakan pembaharuan karakter moral yang lebih dewasa hingga meniru karakter Tuhan Yesus, baik dalam kasih, kesetiaan, kejujuran dan kebenaran dan kebaikan.  Terang menghasilkan kebajikan atau semangat kemurahan hati, kebenaran  moral. Terang yang dibawa oleh Kristus menjadikan kita berguna, menjadikan kita orang yang tidak pernah gagal dalam kehidupan kita. Terang juga akan membuat kita kuat dalam melaksanakan/membedakan apa yang baik dan yang jahat; yang benar dan yang salah, meninggalkan segala yang termasuk kegelapan, kecemaran. Sebab di dalam terang semuanya jelas dan nyata tidak ada yang dapat disembunyikan; terang itu memiliki daya pembersih.


Oleh sebab itu sebagai anak-anak terang kita harus memiliki komitmen untuk melakukan segala perkara yang baik, membawa seberkas cahaya kasih, keadilan, kebenaran, dan kebaikan, kejujuran serta kedamaian ke sekitar kita dimana kita tinggal, dan menajdi pelopor pelopor pembaharuan yang diberkati Tuhan. (HS)

1 komentar:

  1. Tata ibadah pada hari Minggu sebaiknya di utampilkan di blog. Bilamana tata ibadah kurang, jadi bisa di lihat di blog. Terima kasih

    BalasHapus

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...