Senin, 10 September 2018

RENUNGAN MINGGU XVI SETELAH TRINITATIS, 16 SEPTEMBER 2018

SOLIDARITAS
  
KEPADA SESAMA
 
(Rut 2: 8-16)





Dikisahkan, pada zaman Hakim-hakim ada kelaparan di negeri Yehuda. Seorang lelaki bersama istrinya, Naomi, membawa dua putra mereka meninggalkan Betlehem dan pergi ke negeri penyembah berhala di Moab. Dua putranya itu menikahi gadis penyembah berhala. Elimelekh suami Naomi akhirnya mati di sana. Kemudian dua putranya juga mati di sana. Naomi ditinggalkan bersama dengan dua menantunya, Orpa dan Rut. Kedua menantunya itu juga tidak memiliki anak.
 Ketika Naomi mendengar bahwa kelaparan di Yehuda telah berakhir, ia memutuskan untuk kembali ke Betlehem. Naomi meminta dua menantunya untuk kembali kepada orangtua mereka, dan ia akan kembali ke Yehuda sendirian. Kedua perempuan muda itu berkata, “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu” (Rut 1:10). Namun Naomi menasehatkan agar lebih baik mereka kembali kepada bangsa mereka sendiri. Mereka berdua mengatakan bahwa mereka mengasihi Naomi. Mereka berdua menangis. Namun Orpa mencium Naomi, dan “pulang kepada bangsanya dan kepada para allahnya” (Rut 1:15). Namun Rut menolak untuk meninggalkan mertuanya, bahkan setelah Naomi mendesaknya lagi untuk kembali kepada bangsanya. Dan kembalilah Naomi dan Rut ke Betlehem dan di sanalah Rut mendapat belas kasihan dari Boas.
Kisah ini gambaran tentang hubungan antara Yesus dan gereja.   Naomi adalah gambaran Israel, yang, meskipun dia mengembara dari Tuhan, Tuhan menggunakan dia untuk membimbing Rut ke pengetahuan tentang Dia. Rut adalah gambaran gereja, seorang non Yahudi yang datang kepada Allah dengan iman yang benar. Boas, yang berasal dari Betlehem, gambaran Yesus, karena Boas menikahi Rut dan menjadikannya bagian dari umat Allah. Begitu kita melihat kesejajaran antara kitab Rut dan kehidupan Kristen, kita dapat mengumpulkan wawasan baru yang besar ke dalam perjalanan kita bersama Tuhan.


Orang Kristen dewasa ini harus mengakui bahwa pekerjaan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Membawa manfaat bagi orang lain. Melayani dunia di tempat di mana kita hidup. Sebagai orang Kristen kita mengenali tangan Allah dalam pekerjaan para pendeta, misionaris, dan penginjil, tetapi pekerjaan mereka bukanlah satu-satunya pekerjaan yang sah di dalam kerajaan Allah. Kitab Rut mengingatkan kita bahwa pekerjaan seperti petani, apakah itu dilakukan oleh pemilik tanah kaya atau orang asing yang dilanda kemiskinan. Memberi makan keluarga kita adalah pekerjaan suci, dan siapa pun yang memiliki sarana untuk membantu orang lain memberi makan keluarga mereka menjadi berkat dari Tuhan. Setiap pekerjaan yang sah adalah pekerjaan Tuhan. Melalui kita, Tuhan membuat, merancang, mengatur, memperindah, membantu, memimpin, memupuk, peduli, menyembuhkan, memberdayakan, memberi informasi, menghias, mengajar, dan mencintai. Orang percaya adalah sayap Tuhan (ay.12). Selamat hari Minggu! Amin. (NS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...