Selasa, 10 Juli 2018

RENUNGAN MINGGU VI SETELAH TRINITATIS, 08 JULI 2018

Bersyukur Atas Hidup 

dan 

Kehidupan


(Pengkotbah 5:9-16)






Suatu hal yang sulit dalam kehidupan manusia adalah bersyukur dan berkata sudah cukup dengan apa yang dia miliki saat ini. Sehingga dia akan selalu hidup dalam kekuatiran akan segala hal. Kuatir orang lain memiliki lebih dari dia, kuatir kehilangan pamor dan kuasa, sehingga berusaha dengan segala cara untuk memilikinya. Misalnya untuk memiliki harta kekayaan banyak orang melakukan tindakan kejahatan seperti merampok, menipu, korupsi dll. Untuk sebuah kekuasaan mereka akan menghalalkan berbagai cara. Padahal semuanya hanyalah bersifat sementara. Kekuasaan ada masa periodenya, kekayaan atau harta juga tidak akan dapat kita bawa jilakau kita sudah meninggal. 

Hidup adalah sebuah kesiasiaan, kata Pengkhotbah, akan sia-sia jikalau Tuhan tidak kita libatkan dalam setiap aras kehidupan kita. Banyak orang tidak dapat menikmati kekayaannya, sebab ada kekuatiran dalam dirinya, jangan jangan ada orang yang mencuri, jatuh sakit karena terlalu berorientasi pada kekayaan/harta dunia ini. Dan orang-orang seperti ini akan sulit baginya untuk bersyukur, sehingga gagal untuk menikmati kesempatan hidup yang Tuhan percayakan kepadanya. Terkadang kekayaan bagaikan ilah yang menjajikan hidup masa depan, padahal hanyalah sebuah bayangan yang hanya bersifat sementara, boleh jadi mereka lihat kekayaan dapat menjawab segala persoalan kehidupannya, padahal hanya sebuah benalu yang akan mendatangkan baginya penderitaan. 

Kemalangan yang sangat luar biasa, jikalaupun kita mengumpulkan banyak harta, toh juga akan kita tinggalkan di dunia ini, dan yang menikmatinya justru orang lain (ay. 12: Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari; kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri; ay. 15: “Inipun kemalangan yang menyedihkan, sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi, dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin“). Jikalau seseorang berorientasi kepada kekayaan dunia ini akan manjadikannya menjadi manusia egois dan hanya berorientasi pada diri kita sendiri, tidak akan ada kepuasan, dan kepuasan baginya adalah memiliki lebih dari apa yang telah dia miliki saat ini. Itulah sebabnya Tuhan mengarahkan iman kita untuk mengumpulkan harta yang tidak akan pernah dicuri, dimakan ngegat atau karat, yaitu iman yang benar akan Yesus Kristus, sebab di dalam DIA kita memiliki hidup dan kekayaan yang sesungguhnya. Kaya dalam kasih dan kepedulian sosial kepada sesama dan ungkapan rasa syukur dalam segala hal. Selamat hari Minggu. Amin. (HS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...