Sabtu, 31 Maret 2018

RENUNGAN MINGGU PASKAH PERTAMA 1 APRIL 2018

Saksikanlah 
Kebenaran itu Sebuah Kebenaran

(Kisah Para Rasul 10: 39 – 43)



Untuk menjadi saksi terhadap sebuah perkara atau kejadian perlu ada tanggung jawab moral dan pemahaman akan apa yang akan kita saksikan. Artinya dalam sebuah kesaksian dituntut sebuah pertanggung jawaban, sebab jikalau kita bersaksi palsu misalnya dalam sebuah perkara di pengadilan, maka kita juga akan dituntut dan di hukum sesuai dengan undang undang yag berlaku, itu sebabnya setiap saksi akan lebih dahulu diangkat sumpahnya dengan tujuan untuk melahirkan kehati hatian, tanggung jawab dan kejujuran. Kesaksian kita dapat mempengaruhi banyak hal; seperti membantu penegakan hukum kebenaran dan keadilan, membawa pemahaman banyak orang tentang perkara yang sedang berlangsung, membawa nilai moral dan kehidupan. 

Kebangkitan Yesus bukanlah dongeng atau cerita belakang, akan tetapi adalah fakta dan kebenaran, yang nyata dalam sejarah yang disaksikan oleh para murid dan menjadi milik semua bangsa. Itulah yang diberitahukan Petrus kepada Kornelius. Petrus menyampaikan kesaksiannya, bukan hanya apa yang dia percayai  tetapi yang ada dialaminya. Dalam hal ini kita  belajar dalam beberap hal tentang kepercayaan kepada Yesus, pertama: Iman kepercayaan itu didasarkan kepada kebenaran dan fakta bukan ilusi atau dongeng / khayalan (10: 37-38 ); Kedua; kepercayaan akan Kristus mendapat dukungan dari para saksi mata atas peristiwa tersebut (ay.39); Ketiga; sikap penerimaan atau respon terhadap Yesus yang diberitakan akan memnerikan dampak akan status kita di hadapan Allah, sebab barang siapa yang percaya dan menerimanya, dia akan memperoleh pengampunan dan hidup baru dan sebaliknya  mereka akan tetap merasa dalam dosa dosanya, sehingga dia tidak akan pernah memiliki hidup dan kehidupan baru.

Patrus dalam tugas kesaksiannya berani menerobos kebiasaan yang berlaku di mana saat itu bagi orang Yahudi bergaul  dengan non Yahudi adalah merupakan larangan. Petrus mendobrak ketertutupan dan sifat rasis mereka, sebab Allah tidak pernah menghendaki adanya perbedaan dan ketertutupan. Allah tidak pernah memandang muka atau membeda-bedakan, tetapi, di hadapan Tuhan kita semua orang berdosa, dan orang yang layak menerima pengampunan, dan itu telah dilakukan Yesus melalui dan di dalam salib. Petrus juga menyampaikan bahwa  kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus adalah milik semua bangsa.

Firman Tuhan, kebenaran kebangkitan Yesus telah mempersatukan semua orang percaya dari segala bangsa, suku, bahasa, merobohkan adat dan tradisi yang membentengi diri dalam pemahaman yang salah. Yesus membawa perubahan dan persekutuan baru.  Sama halnya Petrus, hendaknya seruluh umat percaya menjadi saksi Kristus di lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...