Jumat, 02 Maret 2018

RENUNGAN MINGGU OKULI 4 MARET 2018

SAMBUTLAH MASA DEPAN
BERSAMA YESUS

Yesaya 43: 16-21



Kisah perjalanan kehidupan masa lalu kita boleh saja akan mempengaruhi kehidupan kita baik secara psikologi maupun keimanan kita, boleh jadi kita merasa trauma jikalau kita mengalami sesuatu yang sangat menyakitkan, seperti kegagalan dan ketakutan lainnya, tetapi boleh juga menjadi motivasi baru untuk berjuang melangkah ke depan. Memang sejarah masa lalu terkadang harus kita ingat, sebagaimana yang pernah disuarakan Bapak Presiden I RI, Ir. Soekarno dengan istilah: ”JAS MERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) dalam artian bagaimana kita tidak akan pernah melupakan sejarah perjuangan bangsa untuk sebuah kemerdekaan, dalam artian supaya bangsa ini bersama-sama berusaha mengisi kemerdekaan itu dengan tidak akan pernah mengkhianati nilai perjuangan para pendahulu kita.

Berbeda dengan apa yang disuarakan dalam Nats ini, jikalau kita tidak ajak untuk tidak mengingat masa lalu, bukannya berarti kita melupakan setiap perkara yang telah Tuhan buat, bukan berarti melupakan bagaimana Tuhan telah membebaskan kita dari perbudakan dosa, akan tetapi Tuhan mau katakan bahwa kita jangan dibebani masa lalu kita yang suram, masa lalu kita yang sulit dan juga pemberontakan kita, sebab itu akan dapat menghambat langkah kita menuju hidup baru yang telah Tuhan persiapkan. Tuhan telah melupakan semua itu, Tuhan telah mengampuni kita dan Tuhan telah memberikan kita hidup dan kehidupan baru (Yes. 43:25). Tuhan telah membebaskan bangsa Iarel dari perbudakan Mesir dengan kekuatan yang mengherankan seluruh dunia, berbagai mukjizat di padang gurun. Tuhan membebaskan Israel dari Babel dengan melibatkan campur tangan raja Nebukadnezar, artinya Tuhan juga melibatkan seluruh isi dunia untuk menyatakan kemuliaan, kebesaran dan keagungan Tuhan.


Bahkan untuk pertumbuhan kedewasaan iman dan kesetiaan kita akan Tuhan, bagaimana kita harus berpegang teguh pada apa yang telah Tuhan perbuat bagi kita, mengenang segala mukjizat kasih Tuhan supaya kita semakin teguh, kokoh dan pasti datang kepadaNya. Berpegang pada kasih penyelamatan dari Yesus yang mengampuni kita, akan membawa kita kepada kedewasaan iman, mengingat Tuhan dengan segala anugerahNya, anugerah pengampunan yang menjadikan kita lahir kembali (Yes. 43:26 ingatlah akan aku... marilah kita berperkara...) Mengingat segala kebaikan anugerahNya, membawa kita kepada kesetiaan hidup, mengingat segala kebaikan Tuhan, akan membawa kita kepada kehatihatian untuk tidak lagi mau terpeleset oleh godaan dunia ini.  Mari kita melangkah dengan pasti menuju suatu kemenangan iman di dalam Yesus. Filipi 3:13-14 ”Aku melupakan yang di belakangku, mengarahkan diri pada apa yang ada di hadapanku, berlari pada tujuan memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus“ melangkah dengan sebuah kepastian, memiliki hidup baru bersama Yesus. (HS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...