Selasa, 06 Maret 2018

RENUNGAN MINGGU LETARE 11 MARET 2018

SUKACITA 

ORANG KRISTEN

(Yohanes 15: 9-17)





A



da empat sikap, sifat atau perilaku hidup manusia yang harus dibuang, yaitu: HOSOM, TEAL, ELAT, LATE.  Orang Batak menyebutnya “HOTEL.” Dua huruf “HO” dari kata HOSOM, huruf “T” dari kata TEAL, huruf “E” dari kata ELAT, dan huruf “L” dari kata LATE. HOSOM adalah sikap memendam perasaan bermusuhan, rasa dendam, mendendam, iri hati, cemburu yang negatif. TEAL  artinya miring, timpang, berat sebelah, oleng, berlagak pandai, berlagak kaya, munafik. Jika dikatakan patealtealhon artinya seseorang yang berbuat seolah-olah pembesar, seolah-olah orang kaya, sebenarnya justru orang terjepit. Teal bias timbul karena elat, perasaan ingin atau lebih dari orang lain. ELAT adalah memendam perasaan iri, dengki, mencela kebaikan, cemburu yang negatif. LATE artinya rasa iri yang jahat, dengki, cemburu, marah. disertai tindakan atau upaya-upaya untuk merusak dan menghancurkan pihak yang dicemburui. Perilaku “HOTEL” merusak totalitas kehidupan seseorang. Membuat seseorang tidak mendapatkan sukacita sejati. 

Dalam Injil Yohanes 15:9-17, Yesus memberi perintah untuk saling mengasihi. Karena Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita. Setiap orang yang hidup dalam kasih Allah, haruslah mensyukuri kasih Allah yang telah diterimanya. Maka, kita diperintah untuk meneladani kasih Allah tersebut dengan mengasihi sesama. Melakukan kasih memang tidaklah semudah mengatakannya, kasih membutuhkan hati yang tulus dan pengorbanan. Yesus mengajarkan kasih yang sesungguhnya yaitu kasih agape, kasih yang tak bersyarat. Kasih agape adalah sifat Allah, karena Allah adalah kasih. (1Yoh.4:7-12; 1Kor.13:1-13). Kasih tersebut bersumber dari hubungan Allah dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus tinggal di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Keakraban hubungan antara Bapa dengan Anak, maka mengalirlah kasih Bapa kepada Anak-Nya. Dalam hubungan kasih yang demikian itulah Allah mengutus Yesus ke dalam dunia. Yesus membagi kasih dengan menderita, dan taat sampai mati. Kesetiaan Anak, yang menerima kasih dari Allah Bapa itulah yang kemudian memberikan keselamatan bagi umat manusia. (Yoh.14:10b). 

Itulah kasih agape bukan sekedar sebuah gerakan hati yang lahir dari perasaan, melainkan gerakan kehendak, pilihan yang sengaja di lakukan. Sumber sukacita (chara) yang penuh adalah Kristus, melakukan perintah-Nya mengasihi sesama. Sikap inilah yang harus kita miliki, orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Buang perilaku “HOTEL”mu!  Selamat hari Minggu. Amin. (NS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...