Jumat, 10 Februari 2017

IKAT JANJI PERKAWINAN BRILLIANT AVIANTO PUTRAHAYU DAN INFIRANI TIURMA ESTEFINA BR. SIANIPAR

M O D E L     E


ACARA KEBAKTIAN


PERJANJIAN PERKAWINAN/MENIKAH


Sabtu, 11 Februari 2017








Ucapan Selamat Dan Terimakasih dari Keluarga Brilliant oleh Ibu: 

Yunanto Soegiarto - Haryati Abelam


I.   Pra Ibadah

1.      Persiapan di ruang konsistori (Kedua Calon Pengantin, Orangtua dan Majelis gereja berdoa bersama)

2.      Calon Pengantin dan keluarga memasuki gedung gereja

II.   I b a d a h: Pdt. Nikson Simangunsong

1.      Bernyanyi KJ. No. 3: 1-2  Kami puji dengan riang  G= Do

1.     Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
     Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
     Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
     Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.
           
(Jemaat Berdiri)

2.    Kau memb’ri, Kau mengampuni, 
     Kau limpahkan rahmatMu
     Sumber air hidup ria, lautan kasih dan restu.
     Yang mau hidup dalam kasih Kau jadikan milikMu
     Agar kami menyayangi, meneladan kasihMu.



2.      Votum - Introitus - Doa
(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:        Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-Mu

J:         Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.

L:        Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Marilah kita berdoa)Tuhan Allah, Bapa kami yang bertakhta di sorga. Terima kasih Tuhan, karena Engkau membimbing Calon Pengantin hendak berjanji di hadapan-Mu. Mereka berdua akan berjanji untuk menerima pemberkatan perkawinan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami memohon agar Tuhan berdiam dalam hati mereka, sehingga janji yang hendak mereka ikrarkan diikat oleh kasih dan kehendak-Mu. Berkatilah mereka agar perkawinan mereka kelak membawa sukacita dan kebahagiaan bagi mereka berdua, keluarga, dan juga menjadi berkat bagi masyarakat serta jemaat-Mu. Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

(Jemaat Duduk)

3.      Koor/VG/Solo:


4.      Bernyanyi KJ. No. 457: 1+4  Ya Tuhan, tiap jam Do=Do

1.    Ya Tuhan, tiap jam ‘ku memerlukan-Mu.
     Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh.
     Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan.
     Ku datang, Jurus’lamat berkatilah.

(Calon Pengantin maju ke depan dan orangtua berdiri di tempat)

2.    Ya Tuhan tiap jam ajarkan maksud-Mu.
     B’ri janjiMu genap di dalam hidupku
     Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘ku perlukan. 
     Ku datang, Jurus’lamat berkatilah

5.      Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan

6.      Klarifikasi dan Penegasan kepada:

6.1. Kedua Calon Pengantin

6.2.  Orangtua Calon Pengantin

7.      Penandatanganan Berita Acara Ikat Janji Perkawinan

7.1. Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.2. Orangtua Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.3. Saksi dari pihak Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan      
  
7.4. Majelis Gereja Calon Pengantin Laki-laki dan Perempuan

7.5. Pelayan Ikat Janji Perkawinan

7.6. Pemberitahuan

8.      Koor/VG/Solo: Gabungan Wijk IV HKBP Pondok Gede

9.      Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 Ya Yesus ‘ku berjanji  F= Do

(Calon Pengantin menuju Altar)

1.    Ya Yesus, ‘ku berjanji setia pada-Mu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat        

10.  Tukar Cincin

Calon Pengantin Laki-laki:      Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak             akan berubah kepadamu.
Calon Pengantin Perempuan: Terimalah cincin ini sebagai simbol kasih setiaku yang tidak            akan berubah kepadamu.

(Calon Pengantin kembali ke tempat duduk)

11.  Koor/VG/Solo: Mannen Ebenezer

12.  Bernyanyi  PKJ. No. 285: 1 Bila badai hidup menerpamu Es= Do

1.    Bila hidup menerpamu 
Dan cobaan pun datang mengganggu.
Hanya satu janji harapanmu; 
Ya janji Tuhanmu, pegang teguh.
Biar gunung-gunung pun beranjak, 
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan 
‘kan melindungi tetap teguh
Pegang selalu janji Tuhan, 
Jangan lepaskan walau siang atau malam
Enyahlah takut atau bimbang: 
Tuhanlah pemilik hidupmu, hidupmu.
Biar gunung-gunung pun beranjak, 
Serta bukit-bukit pun bergoncang,
Kasih dan setia dari Tuhan 
‘kan melindungi tetap teguh
‘Kan melindungi tetap teguh, ‘
kan melindungi tetap teguh.

13.  Khotbah: Kolose 2: 6-7


      Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
      
   Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.




Ikat Janji Perkawinan

Brilliant Avianto Putrahayu

Dan

Infirani Tiurma Estefina br. Sianipar


Ciri kehidupan adalah pertumbuhan. Lihatlah anak kita, karena hidup ia bertumbuh. Pertumbuhannya ada 2 jenis: fisik (tubuh) dan non fisik (pengetahuan atau spiritualistas). Keduanya harus berjalan seimbang. Pertumbuhan fisik tanpa diiringi pertumbuhan non fisik menghasilkan orang yang terbelakang. Dan sebaliknya. Non fisik bertumbuh, fisik tidak akan dianggap tidak wajar.

Gereja yang hidup adalah gereja yang bertumbuh. Pertumbuhan gereja juga terdiri dari dua jenis: fisik dan non fisik. Mana yang lebih diutamakan? Harus seimbang!

Orang kristen yang hidup adalah orang kristen yang bertumbuh. Nah justru di sinilah letak persoalan kita. sudahkan kita menjadi orang kristen yang bertumbuh? Sudahkah kita menjadi gereja yang bertumbuh? Secara fisik gambang diukur. Tinggi badan, gedung gereja, rajin beribadah. Tetapi yang non fisik? Adakah ukurannya?

Tidak mudah. Tetapi pasti ada ciri-ciri pertumbuhan. Apa saja. Mari kita belajar. Ada 4 pelajaran yang ditandai dengan kata “Hendaklah”

·    Yang pertama: “Kamu telah menerima Kristus, hendaklah hidupmu tetap di dalam di dalam dia” (gambarannya, air dan batu atau air dan kapas!). Ini hendaknya yang pertama. Kita memang sudah menerima Kristus, tapi apakah hidup kita di dalam Dia? Apa artinya hidup di dalam Dia? Teks Yunani: peripateo (berjalan di belakang). Itu gambaran guru dan murid saat itu. Dengan kata lain, menjadi bayang-bayang Tuhan. Ini ciri pertumbuhan iman, hidupnya mencerminkan Tuhan. Hidup tetap di dalam Dia tidak mudah. Mengapa? Manusia kerap menilai diri dengan amat rendah. Wah kalo gak ikut dunia hancur, kalau gak korupsi bisnis rusak. Sebelum bergerak kita sudah dikangkangi dengan pikiran yang dimulai dengan kata tidak. Tidak mungkin, tidak bisa, tidak sesuai, dan tidak mau!  Sebenarnya, benarkah kita tidak bisa? Benarkah tidak mungkin?

·         Yang kedua: “kamu telah menerima Kristus, hendaklah kamu berakar di dalam Dia” Gambaran Paulus adalah pohon. Akar memberi energi bagi pohon. Berakar dalam Kristus. Kristus memberi energi buat hidup kita. Tetapi apakah pohon pasif? Tidak! Daunnya turut bekerja. Hingga makanan menjadi energi buat pohon itu. Menerima Kristus, tidak berarti manusianya pasif! Pohon yang baik dan berbuah harus bertumbuh dalam 2 sisi (ke atas [pohon duren berakar toge; berbuat, aktif saja, tapi tidak ada fondasinya, gampang gambek] dan ke bawah [bonsai, akarnya saja yang panjang. Orang hanya berdoa saja, tidak perbuatannya nol). Kelemahan kita dalam hal ini adalah kita mementingkan kemasan., ”Bergereja Di Tengah Pasar Kebebasan”. Agama dikomersialisasikan. Jatuh pada kemunafikan agama. Segi yang kelihatan ditonjolkan, segi yang tidak terlihat dibiarkan.

·    Yang ketiga: “kamu telah menerima Kristus, hendaklah kamu bertambah teguh…” Bertambah terus dalam kekuatan iman. Jangan cuma segitu-gitu saja [dari dulu cuma hafal Doa Bapa Kami!]. Kelemahan kita, kita mengalami kemalasan intelektual!


·     Yang keempat: “kamu telah menerima Kristus, hendaklah hatimu melimpah dengan syukur!” Syukur yang dari hati itu pasti terlihat.




14.  Bernyanyi KJ. No. 393: 1-3 Tuhan, betapa banyaknya  G= Do

(Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.         Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi

Ref.:   T’rima kasih ya Tuhanku,
Atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

2.         Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
       Berkat terindah ialah:’ku jadi anak-Mu

       Ref.: T’rima kasih ya Tuhanku, 
                Atas keselamatanku!
                Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

..... Musik .....

3.         Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya
       Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya

       Ref.:   T’rima kasih ya Tuhanku, 
                Atas keselamatanku!
                Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

                (Jemaat Berdiri)

15.  Doa Persembahan – Berkat

16.  (Menyanyikan): Amin, amin, amin. 

III.  Kata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Pengantin

IV. Bersalaman 
      (Calon Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...