Kamis, 17 November 2016

RENUNGAN MINGGU PENGHUJUNG TAHUN GEREJA - MINGGU PERINGATAN ORANG MATI 20 NOVEMBER 2016

Lebih Utama
Dalam
Segala Sesuatu
  
(Kolose 1: 11-20)




Claudius Ptolemy seorang tokoh Astronomi memperkenalkan teori Geosentrisme bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Empat ratus tahun kemudian, Nicolaus Copernicus seorang tokoh Astronomi menggagas pengetahuan tentang Heliosentrisme, bahwa bukan Bumi yang menjadi pusat alam semesta melainkan Matahari. Apa yang terjadi? Ketika Copernicus mulai menyatakan sebuah pengetahuan yang baru dan sangat asing, bertentangan dengan kepercayaan umum yang dunia percayai waktu itu, Copernicus dibenci, dihujat oleh semua orang hingga di juluki “si orang sesat”. Pada 24 Mei 1543 ketika Copernicus meninggal dunia, kalimat ini yang kemudian ditulis di atas nisannya yang ada di Gereja St. Yohanes di Thorn, Polandia.

“Tuhan, aku tidak berani meminta anugerah yang telah Engkau berikan kepada rasul Paulus. Akan tetapi anugerah pengampunan yang telah Engkau nyatakan dan berikan kepada penjahat yang ada di sebelah salib-Mu itu, anugerah pengampunan seperti itulah ... tunjukkan kepadaku.”

Copernicus meminta Tuhan menunjukkan hal yang paling tepat untuk dirinya. Dia menemukan pegampunan Kristus.

 B
erdasarkan Kelender Gerejawi, hari ini kita memasuki Minggu Akhir Tahun Gerejawi. Sesuai tradisi gereja kita, bahwa pada hari ini kita akan membacakan nama-nama warga jemaat kita yang telah meninggal kurun waktu satu tahun kalender gerejawi. Kita akan mengenang saudara-saudara kita yang telah mendahului kita menghadap ke hadirat Allah. Mereka yang meninggal dalam kurun waktu satu tahun gerejawi, dari 22 November 2015 – 20 November 2016, dan nama-nama mereka dibacakan sebagai pertanda bagi kita semua, bahwa kita pun akan mengalami hal yang sama dengan mereka. Tidak seorang pun dari antara manusia yang dapat mengetahui kapan dan di mana dia akan mengakhiri hidupnya. Yang pasti hanya satu, semua makhluk hidup akan mengalami kematian. “Memento Mori – Ingat Hari Kematianmu” dan hiduplah dalam pengharapan. Berpengharapan bahwa di balik kematian, di balik perpisahan kita ada pertemuan dengan mereka yang sudah mendahului kita. Jangan putus asa tetapi tabah menghadapi penderitaan, tabah melanjutkan perjuangan iman. Saling menghibur dengan firman Tuhan. Perikop Kolose 1:11-20 ditulis oleh Paulus untuk menangkal ajaran sesat yaitu gnostik yang dipengaruhi filsafat Plato menolak kemanusiaan dan keilahian Kristus. Mereka menyatakan bahwa Yesus itu tidak real sebagai manusia sejati dan Allah sejati. Melalui pemberitaan firman pada Minggu ini, kita diberi pemahaman yang benar tentang keutamaan Kristus. Keunggulan dan supremasi Kristus, bahwa Yesus Tuhan tidak ada yang lebih unggul selain Kristus. Yesus Kristus lebih utama dalam segala sesuatu. Hidup dan berharaplah kepada Kristus.  Selamat hari Minggu. 
                                                                        Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...