Senin, 01 Agustus 2016

DASA TITAH DAN MAKSUDNYA








DASA TITAH

DAN

MAKSUDNYA




Titah Pertama:

Akulah Tuhan Allahmu! Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.

Maksudnya adalah:

Kita harus lebih takut, lebih kasih dan lebih yakin dan percaya terhadap Allah, dari pada terhadap segala-galanya.

Titah Kedua:

Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, untuk disembah atau dituruti.

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan bersembah sujud kepada allah lain atau meminta kehidupan dari padanya, dan jangan memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin kepada benda-benda bermana (sakti).

Titah Ketiga:

Jangan menyebut Nama Tuhan AllahMu dengan sembarangan, sebab Tuhan akan menghukum orang yang menyia-nyiakan nama-Nya.

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah.

Titah Keempat:

Ingat dan kuduskan hari Sabat: Enam hari lamanya engkau bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ke tujuh adalah Sabat Tuhan, Allahmu maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu, atau orang asing yang berada di tempat kediamanmu. Sebab pada enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari yang ke tujuh, itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap rendah akan ajaran dan Firman Allah; hendaklah kita menganggap itu kudus, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan gembira.

Titah Kelima:

Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orangtua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka.

Titah Keenam:

Jangan membunuh!

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mengancam kehidupan tetangga kita maupun mendatangkan bahaya kepadanya, melainkan kita harus bersahabat dan membantu kebutuhan hidup mereka.

Titah Ketujuh:

Jangan berzinah!

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap sopan dalam kata dan perbuatan. Orang yang telah berumahtangga harus setia dan saling mencintai.

Titah Kedelapan:

Jangan mencuri!

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mencuri uang atau harta sesama manusia, atau mempergunakan tipu daya menjatuhkan usaha dan niaga sesama manusia untuk kepentingan kita. Kita harus membantu memajukan usaha mereka serta memeliharanya.

Titah Kesembilan:

Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu manusia!

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mendustai, mengkhianati, menfitnah, maupun bersaksi palsu serta merendahkan martabat sesama manusia. Kita harus saling melindungi dan menyatakan hal-hal yang baik saja mengenai sesama manusia apabila belum nyata dan jelas diketahui kesalahannya.

Titah Kesepuluh:

Jangan mengingini rumah sesamamu: Jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dimiliki sesamamu.

Maksudnya adalah:

Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mempergunakan tipu daya untuk memiliki harta sesama manusia serta harta warisannya. Kita harus membantu mereka memelihara hartanya. Dan jangan kita menghasut, baik istri maupun pembantunya dan menipu ternaknya. Kita patut menasehati mereka serta membujuknya agar tetap cinta dan setia kepada tugasnya.

Bagaimana Firman Tuhan tentang kesepuluh Hukum itu?

Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada keturunannya yang ketiga dan keempat dari orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan Kasih Setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Maksudnya adalah:

Allah mengancam akan menghukum segala orang yang melanggar titah atau Firman-Nya. Oleh karena itu kita harus takut akan murka-Nya dan jangan melanggar titah atau Firman-Nya. Ia menjanjikan anugerah kasih-Nya dan segala yang baik bagi semua orang yang memelihara serta menaati titah atau Firman-Nya. Dengan demikian kita harus kasih dan percaya akan Dia dan dengan ikhlas serta gembira melaksanakannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...