Jumat, 03 Juni 2016

RENUNGAN MINGGU II Setelah TRINITATIS 5 JUNI 2016

“Pertunjukan yang Meneguhkan”

 (Wahyu 22:1-5)




        Barangkali bukan tontonan gratis, akan tetapi penglihatan yang ditunjukkan kepada Yohanes menjadi pemicu dan pemacu semangatnya menapaki kehidupan di Patmos. Sebagai tempat pembuangan, Patmos seringkali menjadi tempat “terakhir.” Semangat dan harapan hidup seakan berakhir bila seseorang dibuang ke Patmos. Impian seakan berakhir dengan sia-sia. Hari demi hari siksaan, penderitaan dan bayang-bayang kematian datang silih berganti. Orang yang dibuang ke pulau Patmos cepat atau lambat menanti ajal datang menjemputnya. Di Patmos, bila harapan berubah menjadi putus asa, impian berubah menjadi sia-sia, namun tidak demikian halnya dengan Yohanes, murid Kristus yang setia.

          Di tempat itulah Yohanes mendapatkan penglihatan yang meneguhkan imannya. Kristus yang menyingkapkan berbagai penglihatan tersebut, sehingga apa yang sebelumnya rahasia/misteri yang tersembunyi dan tidak diketahui sekarang diungkapkan dan menjadi jelas/terbuka bagi semua orang. Apakah itu? Yohanes melihat bahwa Allah hidup dan berkarya. Allah tidak berpangku tangan tetapi turun tangan. Dia merancang karya keselamatan bagi orang yang berjuang dalam imannya.

          Di tengah pergulatan iman yang sungguh mendahagakan, Yohanes menerima penglihatan sungai air kehidupan yang datang dari takhta Allah dan takhta Anak Domba (ay.1). Ada pula pohon-pohon kehidupan yang senantiasa berbuah dan daunnya dapat menyembuhkan bangsa-bangsa (ay.2). Tak ada kejahatan, tak ada larangan melihat wajah Tuhan karena Tuhan sendiri yang akan menunjukkan wajah-Nya kepada banyak orang (ay.3,4). Tak ada malam dan cahaya matahari tak lagi diperlukan. Mengapa? Karena Tuhan menjadi Terang dan menerangi segalanya (ay.5).

          Penglihatan demi penglihatan itu pula yang dituliskannya dan dikirimkan kepada jemaat-jemaat yang juga bergumul karena imannya. Dengan demikian terjadi transferisasi peneguhan iman. Peneguhan iman seperti itu sangat dibutuhkan di tengah-tengah pergulatan iman yang sering kali tidak semakin ringan. Di situlah Roh Kudus hadir dan berkarya menempah iman sehingga teguh dan tangguh.

      Jemaat Kristus terkasih, yang senantiasa tekun beribadah dan yang terpanggil menjadikan profesinya sebagai ibadahnya, sesungguhnya pergulatan iman seseorang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Ada kemiskinan, korban PHK, ketertindasan di tempat bekerja, broken home, broken heart, sakit menahun, usaha yang belum berbuah, dan pergulatan iman lainnya. Sekalipun pergulatan iman yang berbeda, namun Allah yang kita sembah tidak pernah berbeda. Dia adalah Allah yang sama, yang menyingkapkan karya-karya keselamatan sepanjang sejarah. Dia tetap setia dengan janji-Nya memberikan kelegaan bagi yang dahaga dan yang datang kepada-Nya (Mat. 11:28). “… Datang saja pada Yesus; kini saatnya! Datang saja pada Yesus, t’rima rahmat-Nya” (KJ. 358). Selamat hari minggu. Pegang teguh janji Tuhan.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...