Kamis, 12 Mei 2016

RENUNGAN MINGGU PENTAKOSTA I 15 MEI 2016

Selamat Mewarisi
(Roma 8:14-17)



K
ita semua sudah terbiasa dengan kerjasama kontrak. Kita kerap kali harus menandatanganinya; saat mencapai kesepakatan bisnis, mengambil pinjaman bank, membeli mobil, menyewa rumah, menyewa apartemen, mendapat pekerjaan atau membeli peralatan besar. Kontrak, baik formal maupun tidak, memerinci apa yang akan terjadi jika salah satu pihak gagal memenuhi perjanjian. Kontrak yang disepakati dapat dibatalkan, jika salah satu pihak gagal memenuhi janji.
Percaya kepada Yesus Kristus sebagai jalan, kebenaran dan hidup, lebih dari sekadar menandatangani sebuah kontrak. Pada saat kita percaya, berarti kita masuk dalam hubungan yang mengikat dengan Allah, di mana Dia menjadikan kita anak-Nya (1 Pet 1:23; Ef 1:5). Kita diangkat jadi anak Allah, dan memanggil Allah dengan panggilan yang akrab, "ya Abba, ya Bapa" (ay 15), dan menjadi pewaris tetap dari warisan kekal yang disediakan Allah bagi kita di surga (1 Pet 1:4).
Dalam kitab Perjanjian Lama warisan sering kali diartikan tanah, harta, kuasa, dan sejenisnya.  (bdn. Am 19:14). Dalam Perjanjian Baru warisan indentik dengan suatu hubungan ayah dan anak. Warisan Tuhan itu berupa:
·     Kerajaan Allah (Mat 21:43, 25: 34, 1Kor 6: 9, 1 Kor 15: 50). Kerajaan di sini bukan berarti suatu tempat, negara, atau teritorial. Tetapi suatu nuansa di mana Yesus adalah Raja dan kita sebagai rakyat-Nya.
·     Hidup yang kekal (Mat 19:29, Luk 10: 25, 1 Tim 6: 18-19). Hidup yang kekal tidak hanya berbicara tentang lamanya jangka waktu, tetapi juga berbicara tentang kualitas hidup yang sebenarnya, kehendak Allah terjadi dalam hidup kita, yaitu hidup di bawah pimpinan Tuhan. Ketika kita sudah mendapatkan warisan Tuhan, Roh Kudus sebagai jaminan-Nya (Rom 8: 23, Ef 1: 14, 2 Kor 1: 21-22, 2 Kor 5: 5).
    Saudara-saudara, apakah kita lebih baik dari Abraham? Apakah kita lebih perkasa dari Daud? Apakah kita lebih bijaksana dari Salomo? Sehingga kita layak menerima warisan itu? Kita ini orang-orang yang berdosa yang sebenarnya tidak pantas mendapatkan kasih karunia yang begitu besar, tapi Allah berkenan memberikannya kepada kita. Tanpa jasa dan tanpa usaha, kita dipilih-Nya dan ditetapkan-Nya dari semula. Marthin Luther bapa gereja Lutheran mengatakan kita orang yang benar karena dibenarkan oleh Tuhan di dalam Yesus Kristus. "Orang benar akan hidup oleh iman." (Rom 1:17). 
   Mari, jangan kita kecewakan Bapa yang telah memilih kita sebagai anak dan ahli waris-Nya!  Sebagai anak Allah, kita harus berpikir, berhati, bertingkah laku sebagai anak Allah! Karena Bapa kita sempurna, kita juga harus sempurna. Itu konsekwensi sebagai anak Allah. Kita terpanggil menjadi terang dunia, garam dunia, maka jadilah seperti yang dikehendaki Allah Bapa. Upahmu besar di surga! Selamat hari Minggu.
AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...