Jumat, 15 Mei 2015

RENUNGAN MINGGU EXAUDI, 17 MEI 2015

Pilih AKU, bukan yang Lain  

(Mazmur 76:2-12)




Meski musim kampanye telah berlalu, namun kita selalu ingat kebiasaan yang terjadi pada masa itu. Mulai dari pengenalan partai, program kerja, janji-janji caleg,  capres-cawapres, hingga ajakan untuk memilih: “Jangan sampai salah pilih. Jangan pilih yang suka janji-janji. Pilihlah yang sudah teruji dan terbukti!” 
Saudara, siapakah yang layak menyandang sebutan “Yang sudah teruji dan terbukti?” Kita pasti setuju bahwa yang layak menyandang sebutan itu hanyalah Allah Pencipta alam semesta. Mulai kisah penciptaan dalam kitab Kejadian hingga bumi baru dalam kitab Wahyu, para penulis ke-66 kitab dalam Alkitab selalu menyaksikan bahwa Allah mengasihi dan memelihara umat dan ciptaan-Nya.
Hari ini, di tempat ini, penulis kitab Mazmur 76 mengingatkan orang Kristen tentang Allah yang setia, yang terkenal akan keperkasaan dan keagungan-Nya. Nyanyian Asaf berasal dari racikan pengalaman umat Allah yang sepertinya, meminjam judul sebuah film, Impossible Mission, namun akhirnya terbebas dari penjajahan Mesir, Babilonia, dan masih banyak kesulitan-kesulitan besar lainnya.
Ketika pemazmur merenungkan betapa baiknya Tuhan itu: Dia adalah Allah yang mendengar; Dia adalah Allah yang berpihak pada yang lemah, pertanyaannya: apa dampaknya bagiku dan bagimu? Istilah anak muda sekarang “So what gitu loh?”  Bukankah tidak sedikit yang masih bertanya-tanya “Mengapa keadaanku tak berubah menjadi lebih baik, bahkan semakin resah dan gelisah, susah dan sengsara?” “Mengapa ayah dan ibuku selalu ribut, tak kunjung rukun?” “Mengapa orangtuaku pilih bulu dan tak mengerti aku?” “Mengapa anak-anakku tak mengerti, tak peduli kami orangtuanya?” “Mengapa kekerasan, penindasan, ketidakadilan, kemiskinan, kesewenang-wenangan tak kunjung berakhir?” Namun pepatah lama yang tetap bermakna, menyapa “Dari pada mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan sebatang lilin.” Jika Allah mendengar dan berpihak pada yang lemah bukan berarti hidup tanpa masalah melainkan orang percaya dimampukan menyikapi masalah dengan arif.
  Gerakan Impossible Mission masa kini tidaklah harus selalu revolusi. Terkadang evolusi, perlahan-lahan namun menuju kepastian. Salah satunya tampak pada hari ini, di gereja ini, berlangsung peneguhan sidi. Pembelajaran yang berlangsung mulai awal Agustus 2014 yang lalu (bertemu 2 kali seminggu, setiap Jumat dan Minggu dengan durasi setiap tatap muka 90-120 menit)  dan puncaknya dalam retreat di Ciloto, pada 30 April - 2 Mei lalu, bersama Bapak Drs. Firman Tambunan dan Prof. Dr. Sanggam Manalu serta didampingi oleh 3 pendeta, beberapa majelis, dan panitia retreat dari orang tua pelajar sidi. Doa dan harapan semoga mereka menjadi putra-putri HKBP yang bertumbuh, berbuah, dan berdampak dalam iman, ilmu, dan budaya. Tekun dalam proses pembentukan ibarat kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang indah.

Selamat hari minggu. Selamat beribadah. Selamat menerima peneguhan Sidi. Selamat juga atas keputusanmu memilih Yesus, bukan yang lain. “…Ho tongtong ihuthononku… ala nii martua au” (BE No. 697). Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...