Jumat, 17 April 2015

RENUNGAN MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI, 19 APRIL 2015

Percayakan pada Ahlinya, bukan yang lain
(Mazmur 4:1-9)


“Bumi penuh dengan kasih setia TUHAN,” demikian seruan minggu Misericordias Domini (Mz 33:5b). Itu sebuah pernyataan. Tak perlu diragukan lagi. Betul! Setuju 100% bahwa bumi penuh kasih setia Tuhan. Dia berkarya karena kasih-Nya. Dia menebus, menyelamatkan karena kasih-Nya. Tapi persoalannya bukankah banyak orang yang tidak perduli dengan kasih setia Tuhan? Bukankah kita membaca dan melihat berita-berita yang menyakitkan? Ada yang meninggal karena aksi kekerasan pembegalan, minum-minuman oplosan,  mengkonsumsi narkoba sampai kepada kenekatan mengakhiri hidup keluarga dan diri sendiri. Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang penuh dengan kasih setia Tuhan?
Sesaat pikiran ini kembali merenung, “Jika bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, mengapa permasalahan, kesusahan tak kunjung selesai?” Bahkan orang-orang terdekat sekalipun menjadi korban. Anak menyusahkan orangtuanya, orangtua juga menyusahkan anaknya, suami menyusahkan istri, istri juga menyusahkan suami. Anggota keluarga yang semestinya berfungsi sebagai penyemangat justru berubah menjadi penyengat.
Hari ini kita memetik pembelajaran berharga dari pemazmur. Pemazmur juga pernah mengalami hal yang sama. Dia mengalami bahwa bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, tetapi juga merasakan orang-orang di sekitarnya justru melukai hatinya. Dia bergumul “Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? (ay.3)” Jika ini merupakan seruan batin Daud maka sedikitnya ada 2 pribadi yang melukai hatinya, yaitu Saul yang cemburu kepada Daud, penggantinya dan Absalom, anak Daud, yang ingin merampas kerajaan Israel dari tangan ayahnya sendiri (hukuman Allah). Kejahatan yang dirancang oleh Saul dan Absalom, sempat membuat Daud mengungsi untuk menyelamatkan diri. Di tengah keadaan yang sangat sulit tersebut Daud yakin: Tuhan mendengarkannya, memberinya suka cita, dan ketentraman (ay. 4,8,9). Tuhan Allah akan membenarkan dan melegakannya (ay.2).
Lalu, bagaimana dengan kehidupan orang Kristen masa kini? Pertama, Selaku pengikut Kristus, kita tidak perlu terus-menerus menggugat Allah dalam pertanyaan “Mengapa, mengapa, dan mengapa?” Orang percaya harus memastikan bahwa dirinya bukan bagian atau penyebab masalah (trouble maker), bukan penyengat, melainkan pembawa damai (peace maker), penyemangat. Itulah persembahan korban yang benar di hadapan Allah. Kedua, bersegeralah berserah kepada-Nya. Mengapa? Sebab Allah yang menciptakan kita. Dialah Ahlinya. Percayakan kepada-Nya (Mz 37:5, Ams 3:5-7). Hanya di dalam Yesus ada kelegaan (Mat. 11:28-30). Karena itu, serahkanlah kepada Ahlinya, Yesus Kristus dan Roh Kudus, bukan yang lain (uang, jabatan, pangkat, gelar, kuasa, atau donganta/tondongta)! Betul bahwa uang dapat membeli springbed dan makanan yang enak, tapi uang tidak dapat memberi tidur yang nyenyak. Uang tidak dapat memberi ketenangan batin, perasaan bahagia. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar lagu yang menenangkan jiwa “Sonang di lambung Jesus, sonang na ro tusi… Selamat hari minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memampukanmu dalam suka dan derita.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...