Jumat, 05 Desember 2014

RENUNGAN MINGGU ADVENT II, 07 DESEMBER 2014 ; 2 Petrus 3 : 6 – 15



PERSIAPAN MENYAMBUT HARI TUHAN

(2 Petrus 3 : 6 – 15)




S
alah satu pekerjaan yang paling membosankan adalah “menunggu”. Bukan hanya membosankan, tapi malah menumbuhkan amarah/jengkel/kecewa karena yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Dalam nas ini ada satu hal yang ditunggu jemaat, yaitu: ‘Hari Tuhan’. Kapan datangnya? Rasul Petrus mengingatkan serta membekali jemaat mula-mula supaya mereka tidak berpatokan ke pikiran mereka, apalagi pemberitaan nabi-nabi palsu yang sangat menyesatkan.  Sebab ‘Hari Tuhan’ itu hanya rahasia Tuhan sendiri, tidak seorangpun yang tahu. Dikatakan: dihadapan Tuhan, satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Itu berarti bahwa Tuhan tidak dibatasi waktu.
Dalam Alkitab, perkataan "Hari Tuhan" dipakai dalam bermacam-macam arti, tergantung dari konteks. Dari sisi waktu, Hari Tuhan bisa berarti waktu yang tertentu dalam sejarah masa lampau atau masa depan, tetapi bisa pula menunjuk kepada masa akhir zaman.
Tahun 2009 terbit salah satu film berjudul: ‘2012’, tentang hari kiamat versi kristen. Banyak tanggapan, ada yang menuding dengan fatwa haram, tapi ada juga yang ketakutan. Sebenarnya sederhana saja, untuk setiap orang percaya perlu bertanya: ‘jika Hari Tuhan (kalaupun itu disebut hari kiamat) itu datang, bagaimana nasib kita? Seharusnya ini pertanyaan yang harus terus menerus terngiang di hati setiap orang percaya. Mengapa? Karena sasaran hidup kita adalah Sorga (Hidup Kekal).
Hindarkan sikap ‘aji mumpung’. Mumpung Hari Tuhan belum datang, mari kita nikmati hidup ini. Istilah “Carpe Diem” (Latin): “petiklah hari ini, nikmati, kecap sepuas-puasnya, karena besok kita akan mati, akan datang kiamat”. Akibatnya banyak manusia, bahkan orang percaya, jatuh dalam paham ‘Hedonisme’ (pemuasan segala keinginan).
Hari Tuhan memiliki dua sisi, yaitu penghukuman dan pemulihan. Kita harus senantiasa melakukan introspeksi diri dalam menantikan datangnya Hari Tuhan. Introspeksi ini diperlukan agar kita dapat mempersiapkan diri menghadapi Hari Tuhan dengan meninggalkan semua perbuatan yang berdosa dan berjuang melaksanakan kehendak Tuhan dalam kehidupan saat ini. Ingatlah betapa mengerikannya Hari Tuhan itu bagi manusia yang hidup di dalam dosa dan betapa menyenangkannya Hari Tuhan itu bagi kita yang telah menerima anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Masa Advent merupakan masa penantian dan persiapan akan hadirnya Pemulihan (Hari Tuhan), dituntut untuk memekarkan hati dan budi dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Yesus menghendaki agar kita tidak lalai menyambut kedatangan-Nya. Itulah sebabnya Yesus bersabda, “Berjaga-jagalah dan waspadalah!” (lih. Matius 16:6 dan Lukas 12:15). Kita menatap ke masa depan. Kita menyambut kedatangan-Nya dengan penuh pengharapan dan iman yang penuh sukacita akan kehadiran-Nya. Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru (ay.13).

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda dihadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia” (ay.14). Amin. Selamat Minggu Advent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...