Minggu, 28 Desember 2014

RENUNGAN MINGGU ADVENT IV, 21 DESEMBER 2014


MINGGU ADVENT IV, 21 DESEMBER 2014
Tak ada yang mustahil bagi Allah (Lukas 1:26-38)



B
agaimana jika peristiwa ribuan tahun yang lalu itu terjadi pada masa kini? Belum menikah, masih bertunangan, namun calon pengantin perempuannya mendadak hamil. Bagaimana respon keluarga, gereja dan masyarakat? Wah, wah, wah, bagaimana tuh. Padahal gedung sudah dipesan, sinamot sudah ok, souvenir, mobil pengantin, catering, penyanyi dan pemusik, baju dan cincin pengantin sudah di-DP, undangan pernikahan sudah tersebar hingga ke media online. Tapi tiba-tiba  terdengar kabar “calon pengantin perempuannya telah hamil”. Bias rame tuh di sosmed dan renacana pernikahan terancam batal. Belum lagi saksi dari gereja dan masyarakat. Berat sekali! Dapatkah anda bayangkan mungkin beban seperti itulah yang dialami Maria +/- 2000 tahun yang lalu? Saat itu belum ada sosmed sehingga Maria tidak memiliki teman curhat dan klarifikasi peristiwa itu selain kepada Elisabet (ay.40 dyb). Beban psikologis dan sosiologis yang tidak mudah itu ditaklukkan Maria dalam doa : “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu (a.38).
Perasaan Maria bercampur aduk. Ada rasa senang, ada pula yang membingungkannya ; ada bahagia, ada pula kekagetan dan ketakutannya. Senang menjadi yang terpilih, tetapi bigung dengan misi yang harus dijalani. Maria dipilih dari sekian banyak perempuan di dunia pada saat itu. Padahal, Maria tidak pernah mendaftar dan melamar dengan mengirimkan CV-nya untuk ikut dalam misi Allah tersebut. Tetapi Allah, melalui utusannya melalui Gabriel, langsung memilih dan menetapkan Maria tanpa proses fit and proper test terlebih dahulu. Pemilihan Maria bukan berdasarkan studi kepatutan dan kelayakan versi pansel (panitia seleksi) lembaga dunia. Maria dipilih Allah karena dia beroleh kasih karunia di ahadapan Allah (ay.30). Peristiwa itu mestinya menyegarkan ingatan orang percaya yang merasa dan mengaku dirinya sebagai orang pilihan agar menghindari keangkuhan. Pemilihan itu bukan karena kasih karunia-Nya yang tidak memandang rupa.
Ketidakmustahilan bagi Allah setidaknya menyegarkan kembali ingatan angkatan kita akan 2 hal : Pertama : Rencana Allah pasti terjadi. Ketika Allah berencana maka tidak ada yang dapat menggagalkannya. Firaun dan Herodes pernah berupaya menggagalkan rencana Allah, tetapi gagal. Rencana Allah juga tidak pernah dapat dibatasi oleh keterbatasan manusia. Ketika Allah menjanjikan bahwa Sara dan Elisabet yang mandul itu akan hamil, sekalipun usianya telah tua, Allah pun menepatinya. Kedua : Allah selalu menyertai (ay.28) Ada kecenderungan manusia menolak atau menghindari sesuatu yang tidak disukai apalagi yang mengancam masa depannya. Mengandung sebelum menikah juga bisa menjadi ancaman bagi masa depan Maria dan Yusuf. Namun Allah tidak membiarkan Maria. Itulah sebabnya Roh Kudus menaungi dan menyertai Maria dalam mewujudkan misi Allah. Allah pun mengetahui perasaan Yusuf. Dia juga berbicara kepada Yusuf di dalam mimpinya.

Saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus. Inilah kabar sukacita di Advent IV ini: Allah memahami. Ketika belakangan ini, semakin banyak orang (suami, istrik, anak, orangtua, pimpinan, atau bawahan) korban DTM (Dia Tidak memahamiku) tetapi Allah memahami engkau. “Allah mengerti, Allah perduli segala persoalan yang kita hadapi…” demikian petikan sebuah lirik lagu. Pengertian dan keperdulian Allah semestinya sudah cukup menjadi bekal dalam kehidupan kita. Apakah kita merasakannya? Kita adalah manusia, sama seperti Maria, ciptaan Allah yang beroleh kasih karunia-Nya. Apakah kita pernah mendengar dan menggumuli suara dan rencana Allah dalam setiap rencana kita? Semestinya kita berseru “kehendak-Mu jadilah” bukan “kehendakku jadilah”. Apa yang disampaikan Maria juga disampaikan Yesus kepada Allah, 33 tahun kemudian, dalam doa-Nya di taman Getsemane “Ya Bapa…bukan kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”. Ketaatan yang mengagumkan dan menggetarkan. Selamat beribadah dan menaati-Nya. 
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...