Jumat, 31 Oktober 2014

RENUNGAN MINGGU XX SETELAH TRINITATIS 02 NOPEMBER 2014

RENUNGAN MINGGU XX SETELAH TRINITATIS 02 NOPEMBER 2014
(MINGGU REFORMASI)
MAZMUR 43: 1 – 5



Pemazmur hidup berkabung di bawah impitan musuh memakai tudung perkabungan seperti orang kemalangan. Gelisah, tertekan, karena begitu beratnya penderitaannya. Dia merasa Allah telah meninggalkan dia.Siapapun bisa mengalami hal seperti ini, tertekan karena penderitaan dan beban hidup yang berat. Walau “Masimaloi hita manangkui sahitna” (kita pintar-pintar menutupi masalah kita). Sehingga banyak orang yang “mengkel di sihapataran alai tangis di sihabunian” (tertawa di depan umum tetapi menjerit di kala sendirian). Orang yang miskin menjerit mengapa hidupku seperti ini? Orang kaya juga merasa susah dan gelisah, takut bangkrut, takut dirampok, dan takut kehilangan hartanya. Sehingga membangun tembok rumah dengan tinggi-tinggi, pagar besi dan jeruji besi yang kokoh, serta dijagai Satpam dan pembantu yang terlatih. Sebelum seseorang mendapat jodoh, kuatir akan menjadi perawan atau jejaka tua. Namun setelah mendapat jodoh dan berumah tangga banyak persoalan rumah tangga yang membebani pikiran. Keluarga yang tidak punya anak merasa hidupnya tidak sempurna, tetapi keluarga yang memiliki banyak anak berbeban berat karena perilaku anak-anaknya. Itulah kehidupan.Mengapa pemazmur ini begitu menderita? Apa sumber penderitaannya? Yaitu FITNAH. Ada orang yang tidak setia kepada Allah, memfitnah pemazmur.Tuhan kita Yesus Kristus juga mengalami penderitaan karena fitnah dari Saduki, Farisi dan para tua-tua Israel. Yesus disalibkan sebagai korban persekongkolan orang-orang licik, dan pendusta.Bila fitnah dari orang-orang yang tidak saleh menyerang kita, apa yang harus kita lakukan?Berharap Kepada TUHAN!1.     Jangan membalas, namun menyerahkan persoalannya kepada Allah (ayat 1) “Berilah keadilan kepadaku, ya Allah” (“Badahon ma badangku, ale Debata!”). Epistel (1Tes.2:9-13) Rasul Paulus  meminta dengan sangat, supaya jemaat Tesalonika hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil mereka ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, itulah keadilan. Pemazmur tahu benar, hanya Allah yang punya hak untuk membalas, dan mempunyai kemampuan besar untuk itu. Dia tahu pembalasan hanyalah hak Allah (Ulangan 32: 35, Roma12: 19, Ibr.10: 30). Siapa yang ingin membalas, dia ingin menandingi Allah. Sama seperti Yeremia dalam Yer. 11: 20, dia berkata: “Belalah aku (Tu Debata ma hugiling badangku)”. Dia membuat Allah menjadi Pembelanya yang Agung, membiarkan Allah mengurus perkaranya.
2.     Engkau tempat Pengasinganku. Tidak melarikan diri kepada dunia dan kuasa kegelapan. Pengungsian bukan “tempat-tempat hiburan”, tempat kemaksiatan. Entertaiment bukan tempat mengungsi yang baik. Obat-obatan, alkohol dan judi, hobby pun bukanlah tempat pengungsian yang baik. Mungkin ada perasaan “terselamatkan”, tetapi sifatnya sementara saja, sering berakhir destruktif. Ke mana pengungsianmu? Saat ada krisis dalam keluarga, ke mana engkau mengungsi. Ke tetangga? Hati-hati, sering pihak ke tiga menjadi perusak keluarga. Pengungsian yang benar adalah TUHAN. Dia akan memberi terang dalam hidup dan jalan. Mazmur 119:105, firmannya pelita kakiku dan terang dalam jalan.
3.     Menuntun/membawa ke gunung dan tempat kudus, tempat kediaman dan Mezbah TUHAN. Kita menjadi kudus, menjadi milikNya karena kita sudah dibawa dalam tempat kudusNya. Inilah yang memberi semangat, memberi kegembiraan, yang tentunya menjadi keberanian menghadapi segala tantangan.
Bila orang-orang yang tidak saleh, pendusta dan pembohong memfitnahmu, ingin menyusahkan engkau. Teladanilah Tuhan kita Yesus Kristus. Serahkan perkaraMu kepada Allah, Dialah yang berhak membalas. Dia akan memberimu keadilan. Dengan demikian, walau di tengah serangan para pemfitnah yang jahat, kita akan dapat hidup tenang dan penuh sukacita. Amin. ?  Selamat Hari Minggu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...