Selasa, 26 Juli 2016

RENUNGAN MINGGU X Setelah TRINITATIS 31 JULI 2016

Tanggalkan dan Kenakan
                                                               (Kolose 3:1-11)






M
inggu ini renungan bagi kita tentang menanggalkan hal duniawi dan mengenakan hal surgawi. Dalam hidup ada kalanya kita berlaku baik, namun sayangnya, sekaligus juga melakukan hal-hal yang buruk. Di dalam diri kita, semua potensi ada. Mau yang marah, bersungut, menggosip. Dan juga tidak ketinggalan: sabar, rendah hati, pengendalian diri, tidak berlaku curang, setia. Sewaktu kita mampu berkata bahwa “aku akan bertobat dan berlaku baik”, bukan berarti segala yang buruk itu akan menjadi hilang musnah begitu saja. Salah! Bibit itu selalu ada dan tak akan pernah hilang. Itulah sebabnya mengapa kita kemarin bisa sabar dan dengan begitu baiknya mengendalikan diri, sehingga kita tetap damai; Akan tetapi kenapa kita hari ini bisa menjadi seorang yang meledak-ledak dengan luapan amarah? Karena bibitnya akan selalu ada dalam diri kita, dan mereka siap muncul kapan saja. 
      Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi itulah memperbaharui diri. Rasul Paulus kepada jemaat Kolose mengatakan:  “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” (Kol.3:9-10).  Kata-kata “menanggalkan” dan “mengenakan” di sini tidak menunjuk pada sesuatu yang sudah ada yang harus dibuang, serta mulai melakukan hal-hal yang semula belum ada atau sesuatu yang baru sama sekali. Kata “menanggalkan” di sini sejajar dengan kata “matikanlah” (Kol.3:5) dan kata “mengenakan” bisa kita sejajarkan dengan “hiduplah” (bdn. Kol.2:12). Apa yang perlu “ditanggalkan” atau “dimatikan” Tanggalkanlah/matikanlah: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, dan juga keserakahan, penyembahan berhala, dusta, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan sebagainya. Itu semua tidak boleh berkembang dalam hidup kita, harus dihentikan, karena hal-hal itu akan mengundang murka Allah. 
     Apa yang perlu “dikenakan” dan “dihidupkan”? Kejujuran, kebaikan, kesabaran, kasih, dan sebagainya, karena itulah yang dikehendaki Allah. Sebagai orang Kristen, orang yang telah mati bersama dengan Kristus dan hidup bersama dengan Dia dalam baptisan (Kol.2:12), dalam hidup kita sekarang ini kita dipanggil untuk terus menerus mencari perkara yang di atas (Kol.3:1); terus menerus mengusahakan yang dikehendaki Allah. Dalam hidup kita sekarang ini, kita harus terus menerus berusaha mematikan sifat-sifat buruk dalam diri kita, serentak terus-menerus menghidupkan dan mengembangkan sifat-sifat baik termasuk kejujuran yang ada dalam diri kita. Karena itulah yang seharusnya kita lakukan dalam hidup ini sebagai manusia baru yang dinamis pengikut Kristus sejati. Selamat hari Minggu.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...