Rabu, 13 Juli 2016

RENUNGAN MINGGU VIII Setelah TRINITATIS 17 JULI 2016

Pilihan Yang Tepat Saat Yang Tepat

 (Lukas 10:38-42)





B


agi orang berbudaya Timur, menyambut tamu dengan penuh keramahtamahan adalah suatu keharusan, dengan penyuguhan minuman, makanan atau menawarkan untuk bermalam. Apalagi kalau tamu itu merupakan orang terhormat dan tersohor (seperti Yesus), karena olehnya kita mendapat kehormatan juga. Bahkan ada orang yang mau saja berutang hanya untuk menjamu tamunya. Misalnya orang Batak karena persediaan yang minim, boleh saja mengambil diam-diam ternak sesama (Tangko Raja) kalau sedang ketibaan tamu. 
    Perikop minggu ini hanya ditulis oleh Lukas, berbicara mengenai dua tokoh bersaudara, berbeda tindakan dalam pelayanannya kepada tamu agung mereka, yaitu Yesus yang ketika itu datang berkunjung ke rumah mereka. Injil Lukas tidak bermaksud mempertentangkan tindakan kedua tokoh ini, bahkan tidak juga untuk menyatakan bahwa Maria lebih rohani sedangkan Marta duniawi. Kisah ini mengajak pembacanya menentukan “prioritas” dalam hidupnya. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat.6:33). 
     Tentu tidak ada yang salah dengan Marta; toh apa yang dia lakukannya melayani Yesus, adalah budaya yang baik. Adalah manusiawi juga kalau dia kesal, uring-uringan, dan akhirnya mengeluh kepada Yesus karena saudaranya Maria yang seolah-olah tidak perduli dengan kesibukannya itu dan hanya duduk saja dekat kaki Yesus mendengarkan perkataan-Nya. Tapi apa yang terjadi? Ketika Marta mengeluhkan: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." (ay.40). Maka Yesus menjawab: “Marta, Marta ...”. Kata-kata Yesus di sini tidak untuk menyalahkan Marta dan menganggap kesibukan melayaninya salah. Sebelum perikop ini, menurut Lukas 9:51 “Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem”. Yesus hanya mempunyai sedikit waktu lagi dalam pelayanan-Nya. Penilaian Yesus pada tindakan Maria adalah yang terbaik sebab ia memperhatikan hal yang paling perlu pada saat yang tepat. Pelayanan Marta juga baik, namun Marta ternyata telah dikuasai oleh kekuatiran, kesusahan dan kesibukan dengan banyak perkara dan melupakan sesuatu yang sangat berharga pada saat itu, yaitu satu kesempatan emas yang tidak akan terulang lagi, “mendengarkan perkataan Tuhan Yesus” yang sedang berkunjung ke rumah mereka. 
  Yesus lebih membanggakan Maria, yang menentukan/memilih prioritas pada kesempatan kunjungan-Nya itu: “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”(ay.42). Tuhan lebih dahulu melayani kita dengan dengan firman-Nya, berbekalkan firman-Nya tersebut kita baru layak melayani. 
     Nyanyikanlah: “Ingin seperti Maria, duduk dengar firman-Mu. Yesus aku mau setia, taat akan p’rintah-Mu, Ya Yesus Tuhanku, s’lamatkan diriku. Ampuni dosaku, dan kesalahanku. Terimalah aku jadi milik-Mu. Penuhi hatiku dengan kasih-Mu. (Buku Nyanyian HKBP No.255:3). Selamat hari Minggu. 
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...