Selasa, 13 Juli 2021

RENUNGAN MINGGU KETUJUH SETELAH TRINITATIS, 18 JULI 2021 Efesus 2: 11-22

 KESATUAN DAN DAMAI DALAM TUHAN

(Efesus 2: 11-22)

 

 


 

P

erbedaan rasial pernah sebagai penghambat kesatuan untuk saling menerima satu dengan yang lain. Bukan hanya karena persoalan warna kulit, jenis rambut atau bentuk mata. Seringkali juga karena dampak sejarah pahit, prinsip hidup yang berbeda dan bertabrakan, kebiasaan-kebiasaan kecil yang berlainan. Sungguh tidak mudah untuk membangun kesatuan di tengah keragaman.


Bagaimana perspektif Alkitab menyikapi situasi tentang perbedaan dan pembedaan rasial? Bagaimana orang-orang Kristen bersikap?


Kitab Efesus memaparkan kehidupan kristiani sebagai kehidupan bersama sebagai tubuh Kristus. Dalam perikop ini, Paulus sedang membahas sebuah persoalan yang pelik dan sensitif, yaitu perbedaan etnis antara bangsa Yahudi dan non-Yahudi. Masing-masing pihak merasa diri lebih baik daripada yang lain. Orang Yahudi memandang etnis lain sebagai orang-orang fasik, menyamakan etnis lain dengan sesuatu yang najis (Matius 15:26). Sebaliknya, bangsa Yunani melihat orang-orang Yahudi sebagai kaum barbar tidak beradab. Dengan stereotipe negatif seperti ini, tidak heran jika orang-orang Yahudi dilarang dengan keras untuk masuk ke rumah non-Yahudi (Kisah para Rasul 10:28). Pendeknya relasi mereka diwarnai dengan kesombongan, kebencian, dan kepahitan. Karenanya mereka tidak memiliki persekutuan bersama.


Namun rasul Paulus memiliki kabar baik. Dua kubu yang dulu terpisah jauh, kini didekatkan melalui Kristus. (Efesus 2:13). Kristus membawa pendamaian untuk kedua pihak. Di dalam Allah bangsa Yahudi dan Yunani dipersatukan. Mereka melintasi jalan masuk yang sama, melalui Kristus. Mereka memiliki tujuan yang sama dalam Kristus. Keduanya tidak lagi terasing dari Allah. Karya Kristus ini seharusnya lebih dari cukup untuk menjadi fondasi bagi kesatuan jemaat. Tidak boleh ada perbedaan apapun yang bisa menguranginya. Kesatuan di dalam Kristus jauh lebih fundamental daripada semua perbedaan yang ada.


Di dalam Kristus, mari kita menanggalkan semua kebanggaan etnis yang ada yang menjadi pemisah! Marilah di dalam karya Tuhan di dalam Kristus sebagai pengikat kuat dalam komunitas kita! Amin. Selamat hari Minggu! NS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...